Rituximab adalah obat untuk mengobati limfoma non-Hodgkin, limfoma folikuler, atau leukemia limfositik kronis. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan dalam pengobatan rheumatoid arthritis saat terapi dengan obat lain kurang efektif.

Dalam pengobatan kanker, rituximab bekerja dengan cara menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Sementara itu, dalam pengobatan rheumatoid arthritis, obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan dengan menekan sistem imun, sehingga gejala seperti nyeri dan bengkak pada sendi bisa mereda.

Compassion

Merek dagang rituximab: Mabthera, Rituxikal, Rituxsanbe, Truxima, Redditux

Apa Itu Rituximab

Golongan Obat resep
Kategori Obat antikanker
Manfaat Mengobati limfoma non-Hodgkin, limfoma folikuler, leukemia limfostik, dan rheumatoid arthritis
Dikonsumsi oleh Dewasa
Rituximab untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Rituximab belum diketahui terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Rituximab

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan rituximab, di antaranya:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Rituximab tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit jantung, aritmia, penyakit ginjal, penyakit paru, atau kelainan darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau berisiko mengalami penyakit infeksi, termasuk hepatitis B, hepatitis C, herpes, atau cytomegalovirus.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit atau pengobatan tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi selama menjalani pengobatan dengan rituximab karena obat ini dapat memengaruhi efektivitas vaksin.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama menjalani pengobatan dengan obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, overdosis, atau efek samping serius setelah menggunakan rituximab.

Dosis dan Aturan Pakai Rituximab

Dosis rituximab akan ditentukan sesuai dengan kondisi yang ingin di tangani dan luas permukaan (LPT) pasien. Obat ini diberikan melalui infus intravena. Pemberiannya akan langsung dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Secara umum, berikut adalah dosis rituximab suntik untuk orang dewasa berdasarkan kondisi yang akan diatasi:

  • Kondisi: Limfoma non-Hodgkin, limfoma folikuler
    Dosisnya 375 mg/m2 luas permukaan tubuh seminggu sekali.
  • Kondisi: Leukemia limfositik kronis
    Dosis awal 375 mg/m2 luas permukaan tubuh, diikuti dengan 500 mg/m2 luas permukaan tubuh setiap 28 hari.
  • Kondisi: Rheumatoid arthritis
    Dosisnya 1.000 mg, dua kali, dengan jeda 2 minggu. Penyesuaian dosis bisa dilakukan setiap 24 minggu atau sesuai dengan kondisi dan respons tubuh pasien.

Cara Menggunakan Rituximab dengan Benar

Selalu ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan rituximab. Rituximab akan diberikan langsung di rumah sakit oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Rituximab diberikan secara perlahan melalui infus intravena (IV) selama beberapa jam, durasi pemberian obat akan disesuaikan dengan kondisi dan respons pasien.

Sebelum mulai menggunakan rituximab, Anda akan diminta untuk melalukan tes darah. Anda juga akan diminta untuk melakukan pemeriksaan medis rutin selama menjalani pengobatan dengan rituximab untuk mengetahui respons tubuh terhadap pengobatan.

Interaksi Rituximab dengan Obat Lain

Ada beberapa interaksi yang bisa terjadi jika rituximab digunakan bersama obat lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan cisplatin
  • Penurunan efektivitas vaksin hidup, seperti vaksin influenza dan peningkatan risiko terjadinya infeksi dari vaksin tersebut
  • Peningkatan risiko terjadinya infeksi yang fatal jika digunakan dengan adalimumab, baricitib, clozapine, atau fingolimod

Efek Samping dan Bahaya Rituximab

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan rituximab:

  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Demam atau menggigil
  • Lelah atau rasa lemas
  • Diare
  • Flushing atau rasa hangat dan panas di wajah, leher, atau dada
  • Bengkak di kaki atau tangan
  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di area penyuntikan

Beri tahu dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri dada yang tidak kunjung membaik atau denyut jantung yang tidak teratur
  • Infeksi berat pada otak (progressive multifocal leukoencephalopathy-PML), yang bisa ditandai dengan gejala berupa hilang keseimbangan yang tiba-tiba, bingung, sulit berkonsentrasi, hilang ingatan, gangguan penglihatan, kejang, atau sulit berjalan
  • Penyakit liver yang bisa ditandai dengan gejala berupa mual atau muntah yang berat, sakit perut yang berat, hilang nafsu makan, penyakit kuning, atau urine yang berwarna gelap
  • Sindrom lisis tumor yang bisa ditandai dengan gejala berupa sakit punggung atau pinggang yang berat, gangguan fungsi ginjal, seperti urine berdarah, sakit saat buang air kecil, atau kaku otot
  • Mudah memar, muntah darah, pucat, BAB berdarah atau berwarna hitam pekat
  • Penyakit infeksi yang bisa ditandai dengan demam atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung mereda