Sakit gigi setelah ditambal sering kali menimbulkan rasa khawatir, terlebih jika nyeri terasa berkepanjangan. Meski penambalan bertujuan memperbaiki kerusakan gigi, keluhan ini masih bisa muncul pada beberapa kondisi. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serta cara aman mengatasinya agar nyeri mereda dan risiko komplikasi dapat dihindari.

Setelah prosedur tambal gigi, wajar bila muncul rasa ngilu atau sakit gigi setelah ditambal dalam beberapa hari pertama. Keluhan ini merupakan respons alami jaringan di sekitar gigi yang baru dirawat.

Sakit Gigi Setelah Ditambal, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter 

Namun, jika nyeri berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain yang mengganggu, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke dokter gigi.

Berbagai Penyebab Sakit Gigi Setelah Ditambal

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit gigi setelah ditambal. Berikut adalah penjelasannya:

1. Proses penambalan yang dekat dengan saraf 

Jika lubang gigi yang ditambal sudah mendekati saraf, bahan tambal biasanya hanya menutupi bagian tersebut dengan lapisan yang tipis. Kondisi ini dapat membuat saraf lebih sensitif terhadap tekanan, suhu panas atau dingin, serta rangsangan dari makanan tertentu. 

Akibatnya, sakit gigi setelah ditambal bisa terasa berupa nyeri atau ngilu, terutama saat makan dan minum.

2. Permukaan tambalan tidak rata 

Tambalan yang terlalu tinggi atau tidak merata dapat membuat posisi gigi atas dan bawah menjadi tidak sejajar saat menggigit. Kondisi ini menimbulkan tekanan berlebih pada gigi yang ditambal sehingga memicu rasa tidak nyaman, pegal, atau sakit gigi setelah ditambal, terutama saat mengunyah.

Biasanya, masalah ini perlu dikoreksi ulang oleh dokter gigi agar posisi tambalan lebih rata dan keluhan dapat berkurang.

3. Sisa infeksi atau karies gigi 

Jika sebelum prosedur tambal gigi masih terdapat sisa infeksi, bakteri, atau karies gigi yang belum dibersihkan secara optimal, kuman dapat berkembang di bawah tambalan. Kondisi ini dapat memicu sakit gigi setelah ditambal yang semakin berat, bahkan disertai bau tidak sedap, munculnya nanah, atau pembengkakan pada gusi.

4. Peradangan jaringan sekitar gigi 

Setelah penambalan, jaringan sekitar gusi dan akar gigi kadang mengalami peradangan ringan akibat tekanan atau gesekan alat. Umumnya, keluhan ini akan mereda dalam beberapa hari dengan perawatan mulut yang baik. Namun, jika peradangan memburuk, bisa muncul gejala seperti bengkak, nyeri tajam, demam, atau perdarahan gusi.

5. Alergi terhadap bahan tambal 

Meski jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan tambal tertentu, seperti logam amalgam atau resin komposit. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit gigi setelah ditambal yang disertai rasa gatal, tidak nyaman, hingga pembengkakan ringan pada gusi di sekitar gigi yang ditambal.

Cara Mengatasi Sakit Gigi Setelah Ditambal

Jika sakit gigi setelah ditambal tergolong ringan, Anda bisa melakukan perawatan mandiri berikut ini untuk meredakan keluhan:

  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan dokter.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas, dingin, keras, atau manis berlebihan.
  • Pilih makanan bertekstur lembut, tidak panas, dan tidak dingin agar tidak menekan gigi yang ditambal.
  • Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut dan rutin berkumur.
  • Kontrol ke dokter gigi bila nyeri berlangsung lebih dari 3–5 hari, semakin berat, atau disertai bengkak, nanah, demam, maupun bau mulut tidak sedap.

Mayoritas keluhan sakit gigi setelah ditambal akan membaik dalam beberapa hari. Namun, jika nyeri makin parah, mengganggu aktivitas, atau muncul tanda infeksi, segera periksakan diri ke dokter gigi. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi, seperti infeksi, abses, atau kerusakan saraf gigi.

Anda juga bisa berkonsultasi secara langsung atau melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER jika membutuhkan saran lebih lanjut mengenai sakit gigi setelah ditambal. 

Jangan ragu mencari pertolongan medis apabila keluhan tidak kunjung membaik, demi kesehatan gigi dan mulut Anda.