Sakit perut dan diare adalah kondisi yang berkaitan dengan masalah pada sistem pencernaan. Kondisi ini sering muncul secara bersamaan yang biasanya disertai dengan gejala lain, seperti mual dan tubuh lemas. Untuk mencegah kondisi makin memburuk, penanganan yang tepat perlu segera dilakukan.

Sakit perut dan diare dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari iritasi, infeksi, atau gangguan lain pada saluran pencernaan. Kondisi ini dapat bersifat ringan hingga berat, tergantung pada penyebab dan seberapa cepat ditangani. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, kondisi ini juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sakit Perut dan Diare, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Gejala yang ditimbulkan biasanya berlangsung beberapa jam. Namun, bisa bertahan lama atau justru bertambah parah bila dibiarkan tanpa penanganan. Dengan mengenali gejala dan faktor pemicunya, Anda bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat agar keluhan bisa mereda dan terhindari dari komplikasi lebih lanjut.

Penyebab Umum Sakit Perut dan Diare

Berikut ini adalah penyebab umum sakit perut dan diare yang perlu diketahui:

1. Infeksi virus

Infeksi virus merupakan salah satu penyebab paling sering dari sakit perut dan diare, terutama pada anak-anak. Jenis virus seperti rotavirus atau norovirus biasanya menyebar lewat makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi. 

Selain diare dan sakit perut, gejala lain yang bisa muncul adalah muntah, demam ringan, serta tubuh terasa lemas. Kondisi ini sering disebut sebagai flu perut dan biasanya membaik dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri.

2. Infeksi bakteri

Bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella dapat menyebabkan gejala sakit perut dan diare yang cukup berat. Infeksi ini sering terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis atau sudah terkontaminasi (keracunan makanan). 

Pada beberapa kasus, diare bisa disertai darah atau lendir, dan sakit perut terasa sangat hebat. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul tanda-tanda tersebut.

3. Infeksi parasit

Parasit, seperti Giardia atau Amoeba, dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang kurang matang atau tidak bersih. Infeksi parasit pada saluran cerna bisa menyebabkan diare yang berlangsung lama, kram perut, dan bahkan penurunan berat badan. 

Sakit perut dan diare karena parasit cenderung sulit sembuh tanpa pengobatan khusus dari dokter. Jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan.

4. Sindrom iritasi usus (IBS)

Sindrom iritasi usus ditandai dengan perut terasa nyeri, kembung, disertai diare atau sembelit yang sering kambuh. Penyakit ini biasanya dipicu oleh stres, pola makan yang tidak teratur, atau sensitivitas usus terhadap makanan tertentu. 

Pada IBS, sakit perut dan diare bisa muncul bergantian tanpa ada infeksi, sehingga mempengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup penderitanya. Penanganan terutama fokus pada perubahan gaya hidup dan pola makan.

5. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa, terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna zat tertentu dalam makanan atau minuman. Gejala yang muncul dapat berupa perut kembung, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya. 

Sering kali, keluhan ini muncul segera setelah makanan atau minuman tersebut dikonsumsi. Dengan menghindari makanan pencetus, gejala dapat berkurang atau hilang sama sekali.

Cara Mengatasi Sakit Perut dan Diare 

Jika sakit perut dan diare yang dialami masih tergolong ringan, Anda dapat melakukan beberapa tips di rumah untuk membantu meredakan gejala dan mencegah dehidrasi berikut ini:

  • Konsumsi air putih yang cukup, setidaknya 8 gelas per hari atau larutan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.
  • Istirahat yang cukup atau minimal tidur 8 jam per hari agar tubuh bisa pulih lebih cepat.
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti nasi, bubur, pisang, dan hindari makanan pedas, asam, serta berlemak.
  • Jangan mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter, terutama jika diare disertai demam tinggi atau feses berdarah, karena dapat memperburuk kondisi.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, sakit perut dan diare yang Anda alami bisa segera teratasi dan mencegah terjadinya komplikasi, seperti dehidrasi atau penurunan daya tahan tubuh. 

Selain itu, Anda juga disarankan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman matang, menghindari konsumsi makanan dan air mentah, dan mencuci tangan sebelum makanan dan setelah dari toilet.

Jika sakit perut dan diare yang Anda alami tidak kunjung membaik selama 3 hari atau justru disertai dengan keluhan lain, seperti feses berlendir atau bercampur darah, demam, muntah hebat, hingga tubuh lemas, segera pergi ke klinik atau IGD terdekat untuk memperoleh penanganan segera guna mencegah terjadinya komplikasi serius.

Namun, bila gejalanya masih ringan dan Anda bingung menentukan langkah penanganan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, ya. Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER guna memperoleh saran medis yang tepat dan aman sesuai kondisi Anda.