Sakit perut dan nyeri punggung sering terjadi bersamaan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun umumnya dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.

Sakit perut dan nyeri punggung yang bersamaan bisa muncul tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari masalah ringan, seperti gangguan pencernaan, hingga kondisi yang lebih berat, misalnya infeksi ginjal atau masalah pada organ reproduksi.

Sakit Perut dan Nyeri Punggung, Ini Penyebab dan Pertolongan Pertamanya - Alodokter

Penyebab Sakit Perut dan Nyeri Punggung yang Perlu Diketahui

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri punggung terjadi bersamaan. Berikut beberapa penyebab yang sering ditemukan:

1. Gangguan pencernaan ringan

Gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, atau infeksi saluran cerna, sering memicu sakit perut dan nyeri punggung. Umumnya, rasa nyeri ini terasa ringan hingga sedang.

Keluhan ini biasanya terjadi bila kram perut cukup kuat, sehingga menjalar ke punggung. Selain itu, hal ini juga bisa terjadi penumpukan gas di usus. 

2. Batu ginjal 

Sakit perut dan nyeri punggung juga bisa disebabkan oleh batu ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat di perut bagian samping atau bawah, yang kadang menjalar ke punggung. 

Nyeri perut yang menjalar ke punggung akibat batu ginjal umumnya disertai gejala lain, seperti demam, mual, atau muntah. Perubahan warna urin, seperti urin tampak merah, keruh, atau berbau tidak sedap juga bisa menjadi tanda batu ginjal.

3. Infeksi saluran kemih

Penyebab sakit perut dan nyeri punggung lainnya adalah infeksi saluran kemih. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah serta nyeri pinggang. Gejala ini juga sering disertai buang air kecil yang terasa nyeri atau panas. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat naik ke ginjal dan memperburuk keluhan. 

4. Masalah pada organ reproduksi

Pada wanita, penyakit kista ovarium, endometriosis, atau infeksi rahim bisa memicu sakit perut dan nyeri punggung secara bersamaan. Sementara pada pria, infeksi prostat dapat menimbulkan gejala serupa.

Kondisi ini umumnya disertai gangguan menstruasi, perdarahan, atau perubahan pada pola buang air kecil. 

5. Radang usus buntu

Nyeri tajam di perut kanan bawah yang menyebar ke punggung atau pinggang dapat menandakan radang usus buntu (Apendisitis). Biasanya, keluhan ini muncul mendadak dan disertai gejala lain, seperti demam, mual, maupun muntah.

6. Gangguan pada tulang belakang

Gangguan pada tulang belakang, seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit, bisa menyebabkan nyeri punggung yang menjalar ke perut. Tekanan pada saraf dapat memicu nyeri menyebar ke area perut.

Selain sakit perut dan nyeri punggung secara bersamaan, kondisi ini juga bisa disertai sensasi kesemutan atau kelemahan pada kaki. 

Pertolongan Pertama Sakit Perut dan Nyeri Punggung 

Jika sakit perut dan nyeri punggung yang Anda alami masih tergolong ringan serta tidak disertai tanda bahaya, seperti demam tinggi, muntah, diare, serta perubahan warna urin menjadi merah, cokelat, atau keruh, penanganan mandiri di rumah bisa menjadi pilihan awal sebelum memutuskan untuk ke dokter. 

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat menjadi pertolongan pertama untuk mencegah keluhan makin memburuk:

  • Mengambil posisi berbaring yang nyaman agar nyeri berkurang
  • Menempelkan kompres hangat pada area perut atau punggung yang nyeri untuk membantu otot lebih rileks
  • Mencukupi asupan cairan dengan minum air putih yang cukup, terutama jika Anda mengalami muntah atau diare ringan, untuk mencegah dehidrasi
  • Mengonsumsi makanan yang ringan, tidak berlemak, dan mudah dicerna hingga keluhan membaik

Hindari mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter, terutama jika penyebab pasti keluhan belum diketahui.

Menjaga kesehatan saluran pencernaan, ginjal, serta organ reproduksi sangat penting untuk mencegah keluhan sakit perut dan nyeri punggung di kemudian hari. Terapkan pola makan sehat, cukupi asupan cairan, dan lakukan pemeriksaan rutin jika Anda punya faktor risiko tertentu.

Apabila sakit perut dan nyeri punggung terjadi berulang, tidak membaik setelah perawatan mandiri, atau justru semakin parah, sebaiknya jangan menunda untuk konsultasi langsung dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk bertanya seputar keluhan dan mendapatkan saran medis awal dengan mudah dan cepat.