Sebaiknya Kapan Vaksin HPV Dilakukan untuk Mencegah Kanker Serviks?

Banyak wanita yang sudah aktif secara seksual mendaftarkan diri untuk vaksin HPV, guna mencegah kanker serviks. Tahukah Bunda, sebenarnya ada saat terbaik dilakukan vaksin ini. Yuk cari tahu, kapan sebaiknya dilakukan vaksin HPV.

Infeksi human papillomavirus atau HPV sering tidak disadari karena tidak selalu menimbulkan gejala yang khas. Tetapi, lebih dari 50% wanita dan pria yang aktif secara seksual pernah terkena infeksi ini. Vaksin HPV dapat melindungi tubuh dari infeksi virus HPV. Meski lebih dikenal sebagai penyebab kanker serviks, tetapi sebenarnya HPV juga dapat menyebabkan kanker pada pria.

Sebaiknya Kapan Vaksin HPV Dilakukan untuk Mencegah Kanker Serviks

Saat Terbaik Mendapatkan Vaksin HPV

Sebenarnya sebagian infeksi HPV dapat hilang dalam 2 tahun. Tetapi infeksi ini juga bisa berlangsung dalam waktu panjang, hingga kemungkinan menyebabkan kanker serviks, kanker penis, kanker anus dan kanker tenggorokan bagian belakang. Kabar baiknya, sebagian besar jenis kanker ini dapat dicegah dengan vaksin HPV.

Jika vaksin HPV diberikan pada remaja sebelum berhubungan seksual, akan mampu memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh infeksi HPV. Karena tujuan utama pemberian vaksin HPV adalah mencegah terjadinya infeksi, maka vaksin ini tidak akan dapat memberikan perlindungan apapun jika seseorang sudah telanjur terinfeksi HPV.

Itu sebabnya organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan pemberian vaksin HPV adalah sejak dini, yakni sedari anak menginjak usia belasan tahun.  Bahkan beberapa negara memberikan vaksin ini pada anak perempuan mulai dari usia 9 tahun. Bagi mereka yang belum sempat mendapatkan vaksin HPV sedari dini, maka pemberian vaksin HPV dianjurkan bagi dewasa muda wanita hingga mencapai usia 26 tahun, dan pria hingga usia 21 tahun.

Vaksin ini penting diberikan untuk siapapun, termasuk untuk pria dewasa muda yang berhubungan seksual sesama jenis, dan transgender. Serta orang dewasa muda yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh seperti HIV. Pemberian vaksin HPV dianjurkan sesegera mungkin sebelum mencapai usia 26 tahun.

Dosis Vaksin HPV yang Tepat

Umumnya vaksin HPV yang dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain ini disuntikkan dalam 3 dosis. Setelah dosis pertama, vaksin diberikan 1-2 bulan setelah itu, dan dosis ketiga diberikan 6 bulan sejak penyuntikan dosis pertama.

Namun, anak usia 11-12 tahun, disarankan memperoleh dua dosis vaksin HPV. Jarak antara dosis pertama dan kedua yaitu sekitar 6-12 bulan.  Untuk remaja yang berusia lebih dari 14 tahun, akan memerlukan tiga dosis vaksin sebagaimana orang dewasa.

Vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan pada saat Bunda sedang hamil atau pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima vaksin HPV sebelumnya. Sedangkan wanita yang sedang menyusui umumnya masih dapat menerima suntikan HPV. Selain itu, saat sakit atau demam sebaiknya menunda vaksin HPV agar dapat dibedakan antara gejala penyakit dengan reaksi terhadap vaksin.

Vaksin HPV dianggap lebih efektif jika diberikan pada usia remaja, namun usia dewasa juga dapat memanfaatkan vaksin HPV untuk perlindungan. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan arahan dan jadwal yang tepat mengenai vaksin HPV.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi