Kenali Apa Itu Vaksin HPV

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Vaksin HPV umumnya diberikan kepada perempuan sebelum aktif melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk lebih melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV.

vaksin HPV - alodokter

Virus HPV dapat menyebabkan infeksi pada kulit, menimbulkan kutil kelamin, serta menyebabkan kanker. Kanker yang disebabkan oleh HPV dapat berupa kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan anus. HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel, yang disebut juga kanker orofaring. HPV menyebar melalui hubungan seksual, termasuk melalui seks oral.

Hingga saat ini, vaksin HPV diketahui dapat mengurangi risiko infeksi HPV, terutama di organ kelamin. Vaksin ini juga berperan penting dalam menurunkan jumlah kasus dan penyebaran kanker serviks.

Indikasi Vaksin HPV

Berdasarkan analisis terhadap beberapa penelitian, vaksin HPV idealnya diberikan kepada anak perempuan dan laki-laki pada usia 9-12 tahun. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum penerima vaksin aktif melakukan hubungan seksual. Vaksin HPV akan bekerja lebih baik jika diberikan pada saat masih remaja, dibanding ketika diberikan sesudah dewasa.

Namun, bila belum menerima atau belum lengkap menerima vaksin HPV saat usia 9-12 tahun, vaksin HPV dapat diberikan kepada perempuan berusia 13-26 tahun. Vaksin HPV juga dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seksual. Namun, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi.

Peringatan Vaksin HPV

Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada perempuan yang sedang hamil atau kepada orang yang sedang sakit berat. Selain itu, vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang memiliki alergi terhadap komponen vaksin atau pernah mengalami alergi setelah diberikan vaksin HPV sebelumnya. Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap lateks atau ragi, beri tahu dokter sebelum menerima vaksin HPV.

Meskipun vaksin HPV tidak disarankan untuk diberikan kepada ibu hamil, sejauh ini vaksin HPV tidak menimbulkan efek samping kepada janin. Namun, jika ibu hamil ingin mendapatkan vaksin ini, dia harus menunggu hingga persalinannya selesai.

Persiapan sebelum Pemberian Vaksin HPV

Sebelum seseorang mendapatkan vaksin HPV, dokter terlebih dahulu akan memeriksa kondisi fisiknya untuk memastikan bahwa dia sehat. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis orang tersebut terkait vaksin HPV. Jika pernah menerima vaksin HPV, dokter akan menanyakan tentang waktu pemberian vaksin HPV sebelumnya, dan menanyakan apakah dia mengalami alergi atau efek samping setelah mendapatkan vaksin. Tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan munculnya reaksi alergi atau efek samping dari vaksinasi HPV.

Prosedur Pemberian Vaksin HPV

Vaksin HPV akan diberikan oleh dokter dalam bentuk suntikan. Dokter umumnya akan melakukan penyuntikan di bagian lengan atas. Selain di lengan atas, dokter dapat melakukan penyuntikan vaksin HPV di bagian paha bagian atas. Metode penyuntikan yang dilakukan adalah injeksi intramuskular atau penyuntikan ke dalam otot.

Vaksinasi HPV akan dilakukan sebanyak 2-3 kali. Vaksinasi yang dilakukan sebanyak 2 kali ditujukan kepada anak berusia 9-14 tahun. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6-12 bulan.

Sedangkan vaksinasi HPV yang dilakukan sebanyak 3 kali ditujukan kepada remaja dan dewasa berusia 15-26 tahun. Peserta vaksinasi HPV yang sistem imunnya terganggu juga dapat menjalani vaksinasi sebanyak 3 kali. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 1-2 bulan. Sedangkan rentang waktu antara suntikan kedua dan ketiga adalah 6 bulan.

Anak-anak dan remaja perempuan akan diberi tahu kapan waktu vaksinasi HPV perlu dilakukan. Pemberitahuan ini biasanya disampaikan melalui sekolah atau oleh dokter. Bagi orang tua yang anak perempuannya sudah menjalani vaksinasi HPV dosis pertama, namun melewatkan dosis kedua, harus segera memberitahukan hal ini kepada dokter.

Setelah Pemberian Vaksin HPV

Setelah menerima vaksin, disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu selama 15 menit setelah penyuntikan. Tujuannya adalah untuk menghindari munculnya efek samping setelah penyuntikan, seperti pusing dan sakit kepala. Dokter akan memantau kondisi penerima vaksin hingga diperbolehkan untuk pulang.

Meskipun vaksinasi HPV dapat mencegah kanker serviks, penerima vaksinasi tetap disarankan untuk menjalani pap smear secara rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh dokter. Vaksinasi HPV sangat efektif dalam mencegah kanker serviks, namun perlu diingat bahwa prosedur ini tidak bisa mencegah infeksi menular seksual lainnya.

Risiko Pemberian Vaksin HPV

Vaksinasi HPV tergolong aman, dan jarang menimbulkan efek samping. Efek samping vaksinasi HPV dapat berupa:

Segera temui dokter jika efek samping tersebut muncul, agar dapat diberikan penanganan secepatnya.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi