Sel kulit mati adalah sel-sel pada lapisan terluar kulit yang sudah tidak berfungsi dan akan terlepas secara alami sebagai bagian dari proses regenerasi kulit. Namun, bila menumpuk, sel kulit mati dapat menyebabkan beberapa masalah kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab penumpukan sel kulit mati dan cara mengatasinya agar kulit tetap sehat dan terawat.

Pada orang dewasa yang sehat, pergantian sel kulit (regenerasi kulit) biasanya berlangsung setiap 28–40 hari. Dalam proses ini, sel kulit lama akan terlepas dengan sendirinya dan digantikan oleh sel kulit baru yang lebih sehat.

Sel Kulit Mati, Penyebab Kulit Kusam yang Sering Tidak Disadari - Alodokter

Oleh karena itu, adanya sel kulit mati sebenarnya merupakan hal yang normal. Sel-sel ini biasanya akan ikut terangkat saat Anda mandi atau rutin membersihkan wajah dan tubuh, sehingga tidak menimbulkan masalah.

Nah, sel kulit mati baru menjadi masalah jika jumlahnya terlalu banyak atau proses regenerasi kulit melambat. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit sehingga kulit tampak kusam, terasa kasar, dan lebih mudah mengalami masalah kulit, seperti komedo dan jerawat.

Penyebab Penumpukan Sel Kulit Mati

Penumpukan sel kulit mati bisa terjadi karena berbagai faktor, berikut beberapa di antaranya:

1. Kurangnya eksfoliasi

Jika kulit jarang dieksfoliasi atau dibersihkan secara menyeluruh, sel kulit mati yang seharusnya terangkat justru akan menumpuk di permukaan. Penumpukan ini membuat kulit tampak kusam, kehilangan kilau alami, bahkan terasa lebih tebal atau kasar saat disentuh. 

Pada bagian tubuh, seperti siku, lutut, atau tumit, penumpukan sel kulit mati bahkan bisa menyebabkan kulit menjadi tampak lebih gelap dan bersisik.

2. Produksi minyak berlebih

Kulit yang memproduksi minyak secara berlebihan, terutama pada remaja dan pemilik kulit berminyak, cenderung lebih mudah ‘menjebak’ sel kulit mati di permukaan kulit. Pasalnya, minyak (sebum) yang ada di kulit bisa membuat sel kulit mati menempel dan menutupi pori-pori, sehingga sulit terangkat hanya dengan mencuci muka dengan sabun. Kondisi ini sering menimbulkan komedo, jerawat, dan menyebabkan pori-pori tampak membesar.

3. Penggunaan produk yang tidak sesuai

Pemilihan produk perawatan kulit yang salah, misalnya sabun wajah dengan bahan kimia keras atau produk yang membuat kulit sangat kering, dapat mengganggu proses alami pelepasan sel kulit mati. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk di permukaan.

Selain itu, bahan di dalam produk perawatan kulit yang tidak cocok juga bisa merusak lapisan pelindung kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi iritasi, kemerahan, atau bahkan mengalami peradangan.

4. Polusi dan paparan sinar matahari

Paparan polusi udara, seperti asap kendaraan dan debu dapat menyebabkan oksidasi serta mempercepat kerusakan sel kulit sehingga mengganggu proses alami pelepasan sel kulit mati. Selain itu, paparan sinar matahari berlebih tanpa perlindungan juga bisa memperlambat regenerasi sel kulit sehingga sel kulit mati menumpuk lebih banyak. Akibatnya, kulit terlihat lebih gelap, kusam, dan mudah muncul flek hitam.

5. Peradangan di kulit

Beberapa kondisi kulit yang menyebabkan peradangan dapat mengganggu proses regenerasi kulit. Misalnya, pada psoriasis, pergantian sel kulit berlangsung jauh lebih cepat daripada biasanya sehingga sel-sel kulit baru menumpuk sebelum sel kulit lama sempat terlepas. 

Sementara itu, pada eksim, peradangan yang terjadi dapat mengganggu fungsi pelindung kulit dan menghambat proses pelepasan sel kulit mati. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, kasar, bersisik, dan mudah mengalami iritasi.

Cara Mengangkat Sel Kulit Mati dengan Aman

Ada beberapa cara aman untuk mengangkat sel kulit mati tanpa membuat kulit iritasi, berikut di antaranya:

1. Melakukan eksfoliasi fisik

Eksfoliasi fisik dilakukan dengan menggunakan scrub atau alat khusus, seperti cleansing brush atau spons. Langkah ini tidak hanya dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi juga dapat menghilangkan minyak dan kulit lain dari permukaan kulit. 

Agar tidak membuat kulit iritasi, pilihlah bahan scrub yang lembut dan memiliki butiran-butiran yang halus. Selain itu, cukup eksfoliasi sebanyak 2 kali per minggu agar kulit tidak terlalu kering, tidak luka, atau mengalami iritasi.

2. Melakukan eksfoliasi kimia

Berbeda dengan eksfoliasi fisik, eksfoliasi kimia dilakukan dengan menggunakan produk perawatan kulit, seperti krim, serum, atau toner, yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA), seperti glycolic acid atau lactic acid, serta beta hidroksi (BHA) seperti salicylic acid

Meski sama-sama dapat mengangkat sel kulit mati, tetapi kedua bahan kimia tersebut memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengangkat sel kulit mati. AHA bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel mati, sedangkan BHA mampu menembus hingga ke dalam pori-pori dan efektif untuk kulit berminyak atau berjerawat. 

Oleh karena itu, pilihlah produk eksfoliasi kimia yang sesuai dengan tipe dan masalah kulit Anda, serta gunakan sesuai petunjuk agar tidak menimbulkan efek samping, seperti kulit kering, kemerahan, atau iritasi.

3. Memakai masker dari bahan alami

Beberapa bahan alami, seperti susu dan yoghurt tanpa gula, serta madu, dapat digunakan sebagai masker untuk mengatasi sel kulit mati yang menumpuk. Pasalnya, kandungan dalam susu dan yoghurt dan sifat antibakteri madu dapat membantu mengangkat sel kulit mati serta membuat kulit terasa halus dan bersih setelah pemakaian. 

Cara menggunakannya mudah, Anda cukup mengoleskan bahan-bahan alami tersebut secara tipis pada kulit, diamkan 15–20 menit, lalu bilas hingga bersih. 

4. Rutin membersihkan wajah dan tubuh

Membersihkan wajah dan tubuh dengan sabun setidaknya 2 kali sehari juga dapat membantu mencegah penumpukan sel kulit mati sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Selain mengangkat sel kulit mati, rutin membersihkan wajah dan tubuh juga dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak yang menempel di kulit.

Namun, pilihlah sabun yang sesuai jenis kulit, lembut, dan tidak mengandung pewangi atau bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan masalah kulit. 

Sel kulit mati umumnya akan terlepas sendiri melalui proses regenerasi kulit. Namun, pada sebagian orang proses ini bisa berlangsung lebih lambat sehingga sel kulit mati menumpuk. Nah, dalam kondisi tersebut, berbagai cara mengangat sel kulit mati di atas dapat membantu mempercepat pengelupasan tanpa mengganggu kesehatan kulit.

Namun, jika setelah melakukan beberapa cara di atas, tetapi sel kulit mati tetap menumpuk di permukaan kulit bahkan menyebabkan kulit sangat kering hingga pecah-pecah dan berdarah atau nyeri dan gatal hebat, sebaiknya konsultasikan ke dokter

Dengan begitu, dokter dapat menentukan penyebab keluhan sekaligus memberikan perawatan yang sesuai, misalnya obat oles, pelembap khusus, atau tindakan eksfoliasi medis bila diperlukan untuk mengatasi penumpukan sel kulit mati yang Anda alami.