Linu umum dirasakan setelah melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang cukup berat. Meski demikian pada kondisi tertentu linu bisa jadi merupakan pertanda sebuah penyakit yang perlu Anda waspadai.

Linu dapat dialami oleh siapa pun, termasuk atlet yang rutin berolahraga. Linu dapat terasa pada berbagai bagian tubuh seperti leher, punggung, tangan, dan kaki. Kenali perbedaan antara linu akibat olahraga dengan penyakit, agar Anda tidak lagi keliru dalam menyikapinya.

Selain akibat Cedera Olahraga, Linu adalah Gejala Penyakit - Alodokter

Mengenali Linu yang Disebabkan oleh Olahraga

Linu yang disebabkan oleh olahraga biasanya terjadi saat seseorang baru saja mulai berolahraga, menambah durasi ataupun meningkatkan intensitas olahraga yang biasa dilakukan. Rasa linu muncul karena otot mengalami tekanan fisik berlebihan. Bisa juga karena otot bekerja lebih berat dibanding biasanya.

Umumnya linu terasa segera setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Namun, ada juga linu yang baru dirasakan sekitar 1-2 hari setelah berolahraga, kondisi ini disebut dengan delayed onset muscle soreness (DOMS). Linu ini terjadi karena tekanan menyebabkan timbulnya robekan kecil pada otot, saat otot mencoba beradaptasi dengan aktivitas fisik yang dilakukan. Umumnya linu secara perlahan akan berkurang setelah otot terbiasa dengan rutinitas olahraga tersebut.

Linu akibat olahraga umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu singkat 1-2 hari atau setidaknya kurang dari lima hari. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan linu akibat olahraga, seperti:

  • Mencukupi istirahat
  • Melakukan pijat
  • Mengompres dingin pada area yang linu
  • Mengonsumsi obat antiperadangan dan antinyeri sesuai anjuran dokter.

Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya linu, disarankan untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dilakukan. Selain itu, jangan mengubah intensitas dan durasi olahraga secara ekstrem. Ubahlah secara bertahap, agar otot dapat beradaptasi dari waktu ke waktu.

Namun jika linu terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung berkurang, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Terutama bila muncul pembengkakan atau memar pada area yang mengalami linu.

Menandai Linu sebagai Gejala Penyakit

Di sisi lain, linu juga bisa disebabkan oleh efek samping konsumsi obat-obatan dan gejala dari penyakit atau infeksi tertentu. Pada kondisi ini, linu dapat terasa di bagian tubuh mana pun, tanpa sebab yang jelas.

Linu dapat muncul akibat mengonsumsi obat kolesterol golongan statin, obat tekanan darah tinggi golongan ACE-inhibitors, atau akibat infeksi virus termasuk flu, infeksi bakteri, penyakit radang sendi, fibromyalgia, penyakit lupus, dan penyakit tiroid.

Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama jika linu yang dirasakan tidak kunjung reda meski telah diobati, apalagi jika disertai dengan:

  • Otot terasa sangat lemah
  • Sesak napas
  • Kepala pusing atau terasa berputar
  • Leher terasa kaku
  • Demam tinggi
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar otot yang terasa linu
  • Ada bekas gigitan kutu atau tungau pada area tubuh yang terasa linu
  • Warna urine menjadi lebih gelap

Jangan anggap remeh rasa linu pada tubuh. Periksakan diri ke dokter jika linu terus-menerus terjadi hingga mengganggu aktivitas Anda, karena ini bisa menjadi “sinyal” adanya kondisi yang serius.