Self-efficacy atau kemampuan untuk bisa bekerja dengan efektif, efisien, dan sesuai target kerap disebut sebagai kunci keberhasilan. Tak hanya berperan penting dalam lingkup pekerjaan, self-efficacy juga berpengaruh terhadap cara seseorang merasakan, memandang, dan menghadapi berbagai tujuan hidup.

Self-efficacy adalah keyakinan dan kepercayaan akan kemampuan diri sendiri untuk berhasil dalam situasi atau tujuan tertentu, misalnya tujuan untuk menjadi juara kelas, naik pangkat di kantor, menurunkan berat badan, berhenti merokok, atau bahkan untuk sembuh dari penyakit.

Self-Efficacy sebagai Kunci Keberhasilan, Ini Cara Melatihnya - Alodokter

Keyakinan diri ini kemudian akan memengaruhi komitmen, motivasi, dan usaha seseorang untuk mencapai tujuan tersebut. Maka dari itu, memiliki self-efficacy yang tinggi merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Dengan self-efficacy tinggi, seseorang bisa bekerja atau mencapai tujuan hidupnya dengan lebih baik.

Sebaliknya, orang yang memiliki self-efficacy rendah cenderung akan merasa kurang percaya diri dan tidak yakin dengan tujuan hidupnya, mudah menyerah, dan sulit berkomitmen untuk mencapai cita-citanya. Rendahnya self-efficacy pun bisa membuat mereka mudah stres atau bahkan lebih berisiko terkena depresi.

Ciri Orang dengan Self-Efficacy yang Tinggi

Orang yang memiliki self-efficacy tinggi biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki tujuan hidup yang jelas dan passion yang tinggi
  • Memiliki komitmen, integritas, dan nilai moral yang kuat terhadap hal-hal yang sedang dikerjakan
  • Mampu bangkit dengan cepat dari kegagalan dan kekecewaan
  • Mampu menemukan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi
  • Senang mencoba berbagai hal baru dan mencari pengalaman baru
  • Percaya bahwa kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik
  • Cenderung bisa berpikir positif dan mencari inspirasi diberbagai situasi

Cara Melatih Self-Efficacy

Kalau kamu merasa memiliki self-efficacy yang kurang baik dan hal ini membuatmu sulit mencapai tujuan hidup atau target pekerjaanmu, jangan menyerah atau patah semangat, ya. Self-efficacy merupakan hal yang bisa dilatih, kok.

Kamu bisa membangun dan melatih self-efficacy dengan beberapa cara berikut ini:

1. Belajar dari kegagalan

Untuk bisa mencapai self-efficacy yang tinggi, kamu harus mencapai banyak target dan kesuksesan dalam hidup. Namun, untuk mencapai sebuah keberhasilan, kamu pasti juga akan menghadapi banyak kegagalan terlebih dahulu.

Saat kamu mengalami kegagalan, jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk mundur dari tujuanmu, ya. Sebaliknya, jadikan kegagalanmu sebagai motivasi dan kesempatan untuk introspeksi diri dan belajar, agar di kemudian hari kamu bisa berhasil mencapai tujuan tersebut.

Nah, kegigihan inilah yang pada akhirnya bisa membuatmu percaya dan yakin bahwa setiap usaha yang kamu lakukan pasti akan membuahkan hasil. Ingatlah bahwa tidak ada orang sukses yang tidak pernah merasakan kegagalan.

2. Amati keberhasilan orang lain

Melihat keberhasilan dan kesuksesan orang lain ternyata juga dapat meningkatkan self-efficacy kamu, lho, apalagi bila kamu dan orang tersebut memiliki latar belakang yang sama. Hal ini disebut dengan social modelling.

Contohnya, ketika kamu melihat teman kantormu berhasil naik pangkat. Saat itu juga, kamu bisa termotivasi dan berpikir bahwa kamu juga bisa mencapai hal tersebut. Jadi, daripada merasa iri hati atau dengki, cobalah mempelajari apa yang membuat mereka bisa sukses lalu coba terapkan dalam hidupmu.

Siapa tahu cara ini bisa membuatmu memiliki self-efficacy yang lebih baik dan memberimu inspirasi untuk bisa berkembang.

3. Cari feedback positif

Untuk bisa yakin akan kemampuan diri sendiri, kamu mungkin juga perlu dukungan atau feedback yang positif, jujur, dan terbuka dari orang-orang terdekatmu, misalnya keluarga dan sahabat.

Sebagai contoh, ketika kamu sedang melakukan program diet, cobalah tanyakan pendapat keluarga terkait perubahan tubuhmu. Kalau kamu mendapat tanggapan yang positif dari keluargamu, kamu pasti akan semakin termotivasi dan yakin bahwa program dietmu akan berhasil.

4. Kelola pikiran dan emosi

Untuk meningkatkan self-efficacy, kamu perlu mengelola pikiran, emosi, dan stres dengan lebih baik. Sebisa mungkin, cobalah untuk untuk tidak membiarkan asumsi atau pikiran negatif mengganggu konsentrasi dan produktivitasmu.

Sebagai contoh, ketika kamu merasa cemas saat harus menghadapi ujian sekolah atau pekerjaan. Dalam kasus ini, kamu bisa mengontrol rasa cemas tersebut dengan self-talk yang positif, misalnya dengan mengatakan “ujian esok hari bisa berjalan lancar, kamu pasti bisa, yuk, semangat”.

Yang perlu diingat, walau self-efficacy tinggi merupakan hal yang penting untuk dimiliki, tetapi bila berlebihan, ini juga bisa membawa dampak negatif, lho.

Self-efficacy yang berlebihan bisa membuatmu merasa terlalu percaya diri atau bahkan menjadi arogan dan sombong, sehingga membuatmu malas untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Oleh sebab itu, self-efficacy yang tinggi tetap harus disertai dengan rasa rendah hati, ya.

Nah, mulai sekarang cobalah terapkan cara-cara di atas untuk meningkatkan self-efficacy-mu. Namun, jika setelah melakukannya self-efficacy-mu tidak kunjung meningkat, janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.