Sakit tenggorokan merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Obat sakit tenggorokan sering kali menjadi solusi untuk mengatasinya. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya tidak sembarangan dan harus sesuai penyebabnya agar lebih efektif dalam mengatasi sakit tenggorokan.

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain infeksi virus atau bakteri di tenggorokan, alergi, radang tenggorokan dan amandel, penyakit asam lambung, hingga paparan asap rokok.

Beberapa Pilihan Obat Sakit Tenggorokan - Alodokter

Selain itu, sakit tenggorokan terkadang juga bisa disebabkan oleh tenggorokan kering, cedera leher atau tenggorokan, dan terlalu sering berteriak, tertawa, atau berbicara terlalu keras.

Untuk menangani keluhan sakit tenggorokan, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan obat sakit tenggorokan. Akan tetapi, obat-obatan ini harus digunakan sesuai penyebab sakit tenggorokan agar dapat efektif mengatasi keluhan tersebut.

Beberapa Pilihan Obat Sakit Tenggorokan dan Kegunaannya

Sakit tenggorokan akibat iritasi atau infeksi virus umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 5–7 hari. Namun, keluhan sakit tenggorokan terkadang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa jenis obat sakit tenggorokan yang umumnya digunakan untuk mengatasi keluhan sakit tenggorokan, antara lain:

1. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Untuk meredakan nyeri tenggorokan akibat iritasi dan peradangan, Anda bisa menggunakan obat pereda nyeri golongan OAINS, seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat ini juga bisa mengatasi keluhan demam yang terkadang muncul bersamaan dengan sakit tenggorokan. Obat ini umumnya bisa dibeli bebas tanpa resep dokter.

Akan tetapi, apabila keluhan sakit tenggorokan tak kunjung sembuh meski Anda sudah menggunakan obat tersebut sesuai petunjuk penggunaan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

2. Tablet isap (lozenges)

Tablet isap atau permen pelega tenggorokan banyak dijual di apotek dan toko obat. Obat sakit tenggorokan ini umumnya mengandung bahan alami, seperti mint, menthol, madu, dan licorice, yang dapat meredakan rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan.

Hanya saja, efek pelega tenggorokan dari lozenges bersifat sementara dan bukan untuk menyembuhkan sakit tenggorokan sepenuhnya.

3. Obat batuk

Sakit tenggorokan kerap muncul disertai batuk, baik batuk kering maupun batuk berdahak. Batuk yang tak kunjung sembuh ini bisa memperparah keluhan nyeri tenggorokan dan membuatnya lebih sulit sembuh.

Oleh karena itu, obat batuk bisa digunakan juga sebagai obat sakit tenggorokan. Obat ini ada yang bisa dibeli bebas, namun ada yang perlu diperoleh melalui resep dokter.

4. Antibiotik

Antibiotik hanya efektif digunakan sebagai obat sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter guna memastikan apakah sakit tenggorokan yang dialami disebabkan oleh infeksi bakteri atau bukan.

Jika sakit tenggorokan terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai jenis bakteri penyebabnya.

Ingatlah bahwa Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau anjuran dokter. Jika digunakan secara tidak tepat, obat ini tidak akan efektif dan justru berisiko menyebabkan terjadinya resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

5. Obat kumur

Beberapa jenis obat kumur, misalnya obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida, dapat diresepkan dokter untuk mengobati sakit tenggorokan yang muncul.

Obat kumur berguna untuk membersihkan mulut, menghambat pertumbuhan bakteri di mulut dan tenggorokan, serta meredakan sakit di tenggorokan.

6. Obat pereda asam lambung

Penyakit asam lambung atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Naiknya asam lambung ini terkadang bisa membuat Anda merasakan nyeri tenggorokan.

Untuk mengobati sakit tenggorokan akibat GERD, Anda dapat menggunakan obat pereda asam lambung yang dijual bebas seperti antasida.

Selain antasida, GERD biasanya juga perlu diobati dengan obat-obatan sesuai resep dokter, misalnya obat golongan PPI dan antagonis H-2 yang berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung.

Meringankan Sakit Tenggorokan dengan Perawatan Rumah

Selain menggunakan obat sakit tenggorokan, ada beberapa tips yang juga dapat Anda lakukan untuk meringankan sakit tenggorokan, antara lain:

Kumur dengan air garam hangat

Anda bisa berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan keluhan sakit tenggorokan. Cara membuatnya cukup mudah, Anda hanya perlu mencampurkan ½–1   sendok teh garam dengan 1 gelas air hangat. Aduk hingga garam larut, lalu berkumurlah selama beberapa menit.

Anda bisa berkumur air garam sebanyak 2–3 kali per hari untuk meredakan sakit tenggorokan.

Minum air hangat

Untuk meredakan iritasi dan sakit tenggorokan, Anda juga bisa minum air putih lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa mencoba minuman lain, seperti air atau teh hangat yang dicampur madu atau air perasan lemon.

Minuman tersebut dapat meringankan keluhan sakit tenggorokan dan menjaga agar tubuh tercegah dari dehidrasi.

Jaga kualitas udara

Usahakan untuk menjaga ruangan rumah atau kantor tetap bersih dan bebas dari sumber polusi, seperti asap rokok, debu, pewangi ruangan, atau produk pembersih yang bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

Jika perlu, Anda bisa menggunakan humidifier untuk menjaga kebersihan dan kualitas udara di ruangan.

Kurangi bicara

Agar lebih cepat pulih dari sakit tenggorokan, Anda perlu perbanyak istirahat dan usahakan untuk mengurangi berbicara. Anda dapat kembali berbicara seperti biasa ketika tenggorokan dirasa sudah membaik dan tidak lagi terasa sakit.

Meski umumnya bukan merupakan penyakit serius, Anda tetap perlu berhati-hati jika sakit tenggorokan tidak kunjung sembuh atau keluhan tersebut muncul beserta gejala-gejala berikut:

  • Sulit menelan atau bernapas
  • Sulit menggerakkan mulut atau rahang
  • Dahak berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Batuk berdarah
  • Napas berbunyi
  • Demam
  • Nyeri telinga
  • Ruam kulit
  • Suara serak lebih dari 2 minggu

Jika Anda mengalami sakit tenggorokan disertai beberapa gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Setelah penyebabnya diketahui, dokter dapat memberikan obat sakit tenggorokan yang sesuai dengan penyebab tersebut.