Saat hamil 6 minggu, tanda-tanda kehamilan biasanya mulai muncul dan tidak jarang menyebabkan rasa tidak nyaman. Umumnya pada masa ini, sebagian wanita hamil akan merasakan mual, kelelahan, dan emosi yang tidak stabil.  

Meski secara fisik belum begitu terlihat, ibu hamil 6 minggu mulai dapat merasakan berbagai macam perubahan dalam tubuhnya. Perubahan ini merupakan hal yang normal dan umum untuk dialami wanita hamil.

Seperti Ini Tanda-tanda Hamil 6 Minggu - Alodokter

Perubahan Tubuh Wanita Hamil 6 Minggu

Secara umum, berikut beberapa tanda-tanda hamil 6 minggu yang sering terjadi:

1. Kelelahan

Kelelahan merupakan hal umum yang dialami wanita hamil 6 minggu atau selama kehamilan trimester pertama. Ini disebabkan karena adanya perubahan hormon kehamilan, salah satunya adalah tingginya kadar progesteron dalam tubuh. Untuk mengatasi kelelahan, Anda disarankan untuk beristirahat yang cukup.

2. Mual

Pada awal kehamilan, hampir 70 persen wanita mengalami mual atau morning sickness. Kondisi ini dipicu oleh produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dan juga tingginya kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Guna mengatasi keluhan ini, Anda disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang menyebabkan mual. Selain itu, biasakan untuk makan dan minum dalam porsi yang kecil namun sering dan beristirahat yang cukup.

Apabila hal tersebut telah dilakukan, namun mual dan muntah tetap dialami atau semakin parah, konsultasikan ke dokter. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda dari hiperemesis gravidarum yang bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk mengandung bayi kembar.

3. Payudara terasa nyeri

Adanya peningkatan aliran darah dapat menyebabkan nyeri payudara. Perubahan ini terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk menyusui.

4. Sering buang air kecil

Tanda hamil 6 minggu berikutnya adalah sering buang air kecil. Kondisi ini dipicu oleh  hormon kehamilan HCG yang menyebabkan aliran darah ekstra ke daerah sekitar panggul sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil lebih sering.

Keluhan ini sebenarnya wajar dialami wanita hamil. Namun, jika terjadi secara terus menerus dan buang air kecil terasa menyakitkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda dari infeksi saluran kemih (ISK) dan risiko untuk terkena penyakit ini cenderung menjadi lebih besar setelah kehamilan menginjak usia 6 minggu.

5. Kembung

Tingginya kadar hormon progesteron dapat menyebabkan terjadinya perut kembung pada wanita hamil. Oleh karena itu, perbanyak minum dan konsumsi makanan yang tinggi serat untuk menghindari sembelit yang turut berkontribusi terhadap terjadinya perut kembung.

6. Perubahan suasana hati

Perubahan emosi yang ekstrim akan Anda rasakan saat kehamilan memasuki usia 6 minggu hingga 10 minggu (trimester pertama) dan muncul kembali saat kehamilan trimester ketiga.

Perubahan suasana hati yang ekstrim ini disebabkan berbagai macam hal, mulai dari stres, kelelahan, sistem metabolisme tubuh yang berubah, hingga pengaruh kadar progesteron dan estrogen dalam tubuh.

Jika ini dialami, cobalah untuk beristirahat yang cukup, meditasi, jalan-jalan, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama pasangan.

7. Kram dan perdarahan ringan

Kram dan bercak darah saat hamil muda merupakan hal yang normal. Hanya saja waspadai kram yang parah dan perdarahan berat layaknya saat menstruasi. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi pertanda keguguran atau kehamilan ektopik.

Kondisi Janin Usia 6 Minggu

Meski belum terlihat jelas saat dilakukan pemeriksaan USG, kurang lebih seperti inilah kondisi janin usia 6 minggu:

  • Ukuran janin telah sebesar kacang polong dan bentuk terlihat seperti kecebong
  • Organ tubuh, seperti mata, hidung, telinga, lengan, dan kaki janin sudah mulai terbentuk
  • Otot, tulang, otak, dan usus janin mulai mengalami perkembangan dari waktu ke waktu
  • Mulai ada aliran darah ke tubuhnya
  • Detak jantung janin mulai terdengar, hingga sebanyak 100−160 kali per menit. Ini hampir 2 kali lipat lebih cepat dari detak jantung orang dewasa

Setelah mengetahui tanda-tanda hamil 6 minggu, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik agar kesehatan Anda dan janin dalam kandungan tetap terjaga. Selain itu, lakukan konsultasi ke dokter kandungan secara berkala agar kondisi kehamilan Anda selalu terpantau.