Dokter spesialis onkologi adalah dokter yang khusus menangani dan mengobati penyakit yang diakibatkan oleh kanker. Penyakit ini memiliki angka kematian yang tinggi. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2015 saja sebanyak 8,8 juta orang meninggal akibat kanker. Penyakit kanker banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sehingga wajar bila penyakit mematikan ini mendapat perhatian khusus di dunia kedokteran.

Banyak faktor yang menjadi pencetus seseorang menderita penyakit kanker, misalnya pola hidup yang tidak sehat, faktor lingkungan, hingga faktor keturunan (genetik). Di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker terus bertambah setiap tahunnya.

Serba-serbi Dokter Spesialis Kanker atau Onkolog - Alodokter

Bidang Kerja Onkologi

Onkologi merupakan bidang kedokteran yang khusus menangani pengobatan dan pencegahan penyakit kanker. Sedangkan, dokter yang mengkhususkan diri pada bidang onkologi disebut sebagai onkolog. Secara klinis, bidang onkologi dapat dibagi menjadi tiga bidang utama, yaitu:

  • Bedah onkologi
    Bidang bedah onkologi berfokus pada penanganan kanker dengan cara pembedahan, seperti pengangkatan jaringan tumor dan biopsi.
  • Onkologi–hematologi
    Bidang onkologi–hematologi berfokus pada pengobatan kanker darah, seperti lifoma, mieloma, dan leukemia.
  • Radiasi onkologi
    Bidang radiasi onkologi berfokus pada penanganan kanker dengan metode terapi radiasi atau radioterapi.

Selain memberikan pengobatan, dokter spesialis kanker juga bertanggung jawab untuk memberikan rekomendasi penanganan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mengevaluasi hasil pengobatan, dan merawat kondisi pasien setelah pengobatan. Apabila pasien kanker memerlukan pengobatan khusus, dokter onkologi akan bekerjasama dengan beberapa dokter dari bidang lain untuk membantu proses pengobatan.

Penyakit yang Ditangani Dokter Onkologi

Dokter onkologi mengkhususkan diri pada pengobatan dan perawatan penyakit kanker. Berbagai penyakit kanker yang umum ditangani dokter onkologi, di antaranya:

  • Kanker payudara
    Kanker payudara merupakan jenis kanker yang terjadi pada banyak wanita. Biasanya wanita yang menderita kanker payudara memiliki gejala khas, berupa benjolan di payudara, nyeri di bagian puting, puting payudara tertarik ke dalam, keluar cairan dari payudara, dan perubahan warna kulit di payudara.
  • Kanker paru
    Kanker paru sering diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Umumnya penderita kanker paru memiliki gejala berupa batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak napas, suara berubah menjadi serak, dan nyeri di bagian dada.
  • Kanker kolorektal
    Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar. Kebanyakan kasus kanker jenis ini diawali dari benjolan (polip) di usus besar yang lama kelamaan berubah menjadi kanker. Gejala yang sering dialami penderita kanker ini meliputi diare, konstipasi, darah pada tinja, sering merasa mual dan kembung, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kanker ovarium
    Kanker ovarium juga termasuk salah satu jenis kanker yang banyak diderita kaum wanita. Wanita yang menderita kanker ovarium terkadang tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, kondisi ini dapat dicurigai dari adanya gejala seperti pembengkakan perut, perut sering terasa kembung, dan sakit ketika berhubungan seksual.
  • Leukemia
    Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah putih. Seorang yang mengidap kanker jenis ini memiliki gejala mudah lelah, berkeringat banyak di malam hari, sering mengalami perdarahan atau lebam tanpa sebab yang jelas, nyeri sendi, dan pembengkakan di kelenjar getah bening.
  • Melanoma
    Melanoma adalah jenis kanker kulit yang sangat berbahaya, namun jarang terjadi. Gejala kanker ini seringkali ditandai dengan munculnya tahi lalat baru atau terjadi perubahan bentuk dari tahi lalat yang lama.

Anda bisa mengonsultasikan berbagai jenis kanker kepada dokter spesialis kanker mengenai pengobatan dan tindakan terbaru dalam mengobati kanker atau mengendalikan gejalanya.

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter Onkologi

Secara umum, beberapa tumor ganas atau kanker tidak memiliki gejala yang khas, dan bahkan gejala yang muncul sangat mirip dengan gangguan kesehatan lain. Sehingga penting bagi seorang dokter spesialis onkologi untuk mengetahui riwayat medis pasien secara lengkap. Untuk membantu memastikannya, dokter onkologi akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemerikaan sampel penunjang, seperti CT scan, USG, MRI, PET scan, Rontgen, tes darah, endoskopi, dan biopsi.

Setelah positif terdiagnosis mengidap kanker, dokter onkologi akan memberikan tindakan medis sesuai dengan kebutuhan pasien. Tindakan medis yang dapat dilakukan dokter spesialis onkologi, di antaranya:

  • Kemoterapi
    Kemoterapi dilakukan dengan menyuntikkan berbagai obat-obatan ke dalam tubuh untuk menghancurkan sel kanker dan mencegah pertumbuhan sel kanker kembali.
  • Radioterapi
    Radioterapi adalah metode pengobatan dengan menggunakan sinar radiasi frekuensi tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Transplantasi sumsum tulang
    Prosedur medis ini dilakukan untuk memperbarui sumsum tulang yang rusak akibat pertumbuhan sel kanker. Prosedur ini banyak dilakukan dalam penanganan kanker darah seperti limfoma, mieloma, dan leukemia.
  • Operasi
    Pembedahan menjadi salah satu prosedur medis yang sering digunakan untuk mengobati beragam jenis penyakit kanker. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker pada bagian tubuh tertentu.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Onkologi?

Biasanya pemeriksaan ke dokter onkologi adalah berdasarkan rujukan dari dokter umum atau dokter spesialis lain yang menangani Anda, jika dokter mendapati adanya tanda dan gejala klinis yang mengacu pada kanker. Anda disarankan segera berkonsultasi ke dokter onkologi jika terdapat gejala-gejala yang dapat mengarah pada kanker, seperti:

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh dan bercampur dengan darah.
  • Perubahan frekuensi buang air besar dan air kecil.
  • Terdapat darah pada tinja (feses).
  • Anemia tanpa sebab yang jelas.
  • Benjolan di payudara, testis, atau tempat lain.
  • Perubahan bentuk tahi lalat.
  • Kesulitan untuk menelan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri di sekitar punggung dan panggul.

Semakin cepat kanker terdiagnosis dan tertangani, atau jika ditemukan masih pada stadium awal, maka tingkat keberhasilan pengobatan umumnya akan lebih tinggi.

Apa yang Harus Perlu Dipersiapkan?

Sebelum bertemu dengan dokter onkologi, persiapkan beberapa hal berikut untuk memudahkan dokter spesialis kanker menentukan perawatan yang tepat untuk kanker Anda, seperti:

  • Riwayat keluhan dan gejala yang diderita secara detail. Jika terdapat benjolan di bagian tubuh tertentu, catat dan rincikan ukuran dan letak benjolan pada tubuh.
  • Bawalah hasil pemeriksaan sebelumnya, seperti pemeriksaan darah, Rontgen, CT scan, atau biopsi jika ada.
  • Apabila sudah terdiagnosis kanker sebelumnya, informasikan tingkat keparahan kanker yang Anda derita.
  • Bawalah anggota keluarga saat melakukan pemeriksaan ke dokter onkologi.
  • Tanyakan opsi perawatan yang tersedia dan tingkat keberhasilan serta risiko dari masing-masing perawatan.

Selain beberapa hal di atas, perhatikan juga dokter spesialis onkologi yang Anda pilih. Mintalah rekomendasi beberapa dokter spesialis kanker dari dokter yang memeriksa Anda. Meskipun dokter umum juga mempelajari bidang onkologi, namun dokter umum tidak berkompetensi dalam memberikan pengobatan terhadap penderita kanker. Khusus untuk penyakit kanker, pengobatannya merupakan tanggung jawab dokter spesialis kanker atau onkolog.