Perut kembung terjadi karena saluran pencernaan dipenuhi dengan gas. Kondisi ini disebabkan oleh makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, merokok, minuman bersoda, serta karena mengonsumsi sayuran seperti kol dan brokoli.  Gas yang muncul akan dikeluarkan melalui kentut (buang angin) dan sendawa. Lalu apa kaitannya perut kembung dengan kekurangan enzim?

Tubuh manusia memiliki tiga jenis enzim, yaitu protease, lipase, dan amilase, untuk mencerna dan juga menghancurkan makanan yang kita makan. Apabila kita mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan perut kembung, bisa jadi kondisi ini terkait dengan kekurangan enzim pencernaan di atas.

Sering Kentut dan Sendawa Kaitannya dengan Enzim Pencernaan - Alodokter

Berbagai Kondisi Penyebab Kentut dan Sendawa Terus-menerus

Pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan, gangguan pada organ pankreas secara tidak langsung juga akan mengganggu sistem pencernaan tubuh.

Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan lain yang juga bisa menyebabkan perut kembung. Kekurangan enzim laktase yang diproduksi di dalam usus kecil membuat tubuh tidak mampu mengolah suatu jenis gula alami bernama laktosa, yang biasanya ditemukan dalam susu.

Laktosa yang tidak dapat dipecah, dicerna, atau diserap dengan baik ini kemudian akan memasuki usus besar tempat bakteri saluran cerna bekerja. Semakin banyak sisa makanan yang diolah bakteri, maka semakin banyak pula gas yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Gas berlebih inilah yang membuat perut kembung.

Cara Mengatasi Perut Kembung

Enzim memang memiliki peranan penting bagi pencernaan. Bersama zat kimia lain di dalam tubuh, enzim membantu memecah partikel makanan, bahkan menghancurkan racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan.

Mengonsumsi enzim atau obat yang mengandung enzim juga bisa membantu mencegah gangguan penyerapan nutrisi oleh usus kecil, dan meringankan gejala gangguan pencernaan yang diakibatkannya, seperti perut kembung.

Namun, dosis enzim yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda jumlahnya. Umumnya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi obat pengganti enzim khusus. Dosis yang dianjurkan akan ditetapkan antara lain berdasarkan fungsi dan kondisi pankreas Anda. Dosis bisa dimulai dari yang paling rendah lalu ditingkatkan secara bertahap, atau sesuai dengan hasil pengamatan dokter.

Perlu diperhatikan, obat yang mengandung enzim bukanlah obat untuk mengatasi penyakit akibat gangguan enzim, seperti exocrine pancreatic insufficiency (EPI) atau gangguan metabolisme bawaan. Obat tersebut diberikan untuk meringankan gejala atau keluhan yang muncul akibat gangguan enzim, salah satunya perut kembung.

Selain berbagai obat-obatan di atas, berikut ini beberapa bahan yang bisa dengan mudah Anda temukan di rumah yang dipercaya bisa membantu mengatasi perut kembung, yaitu:

  • Nanas
    Buah ini mengandung bromelain yang merupakan enzim pencerna protein. Bromelain dikenal baik untuk mengatasi perut kembung.
  • Kunyit
    Bumbu dapur yang memiliki rasa hangat, pahit dan berwarna kuning ini memiliki kandungan curcumin yang berfungsi untuk menurunkan pembengkakan dan kondisi yang terkait dengan peradangan. Kunyit juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan pada saluran cerna, termasuk menurunkan kadar gas.
  • Peppermint
    Kandungan peppermint dapat membantu mengatasi perut kembung dan melemaskan otot-otot pada saluran pencernaan.
  • Jahe
    Jahe memiliki kandungan anti-inflamasi alami dan juga digunakan untuk membantu segala gangguan pencernaan. Kandungan jahe akan membuat sistem pencernaan tenang, dan membuat otot saluran pencernaan menjadi rileks. Manfaat inilah yang bisa meredakan perut kembung.

Perut kembung, kentut, dan sendawa juga bisa disebabkan oleh aerophagia, yaitu ketika Anda menelan terlalu banyak udara akibat mengunyah atau minum terlalu cepat, serta mengonsumsi makanan dan minuman tertentu yang menghasilkan banyak gas. Untuk mengatasinya, pijatan pada area perut juga bisa membantu mengatasi perut kembung. Pijat dengan lembut perut Anda selama 15 menit dua kali sehari, selama tiga hari. Mengonsumsi probiotik juga dapat membantu mengurangi perut kembung, namun jika Anda memiliki intoleransi laktosa, tidak disarankan mengonsumsi probiotik berbahan dasar susu, seperti yoghurt.

Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter jika perut kembung disertai keluhan lain, seperti nyeri perut, demam tinggi, diare, berat badan berkurang, muntah, nyeri ulu hati, dan tinja bercampur darah. Gejala-gejala tersebut menandakan kondisi medis yang lebih serius, serta perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter.