Sukralosa adalah pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman kemasan. Dibandingkan gula pasir, sukralosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi, tetapi pemanis buatan ini tidak mengandung kalori. Oleh karena itu, sukralosa sering dipilih sebagai pengganti gula.
Sukralosa sebenarnya berasal dari gula pasir (sukrosa) yang dimodifikasi melalui proses khusus, sehingga rasanya menjadi jauh lebih manis tetapi tidak diserap oleh tubuh. Pemanis buatan ini banyak digunakan dalam berbagai produk, seperti yoghurt rendah kalori, permen, serta produk khusus untuk penderita diabetes.

Sukralosa pertama kali dikembangkan pada tahun 1970-an dan sejak itu digunakan secara luas sebagai pemanis rendah kalori di berbagai negara. Meski kerap dianggap lebih sehat dari gula pasir, penggunaan sukralosa masih menimbulkan pertanyaan, terutama terkait aturan konsumsi serta perbedaannya dengan pemanis buatan lain.
Berbagai Keunggulan Sukralosa
Sukralosa adalah pemanis buatan yang banyak menawarkan manfaat dan keunggulan. Berikut ini di antaranya:
1. Tidak menambah kalori
Keunggulan sukralosa yang paling dikenal adalah pemanis buatan ini hampir tidak diserap oleh tubuh. Setelah dikonsumsi, pemanis ini melewati saluran pencernaan dan sebagian besar dikeluarkan melalui urine tanpa diolah menjadi energi maupun lemak. Oleh karena itu, sukralosa tidak menyumbangkan kalori di dalam tubuh.
Manfaat ini membuat sukralosa cocok digunakan oleh orang yang sedang menurunkan berat badan, menjalani diet rendah kalori, atau ingin menjaga berat badan tetap ideal, tanpa harus mengorbankan rasa manis pada makanan dan minuman.
2. Tidak menyebabkan lonjakan gula darah
Tidak seperti gula pasir, sukralosa tidak menaikkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Saat masuk ke tubuh, sukralosa tidak dipecah menjadi glukosa sehingga tidak memicu lonjakan insulin.
Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes, prediabetes, atau orang yang sedang menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Ini artinya, Anda bisa menikmati rasa manis tanpa perlu khawatir kadar gula darah melonjak drastis.
3. Tidak merusak gigi
Gula biasa dapat diolah oleh bakteri di mulut menjadi asam yang berisiko merusak email gigi dan memicu gigi berlubang. Berbeda dengan gula, sukralosa tidak dimanfaatkan oleh bakteri mulut sebagai sumber makanan, sehingga tidak menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.
Oleh karena itu, penggunaan sukralosa sebagai pengganti gula dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang maupun penyakit gusi akibat konsumsi pemanis.
4. Stabil terhadap panas
Beberapa pemanis buatan dapat kehilangan rasa manisnya saat dipanaskan atau digunakan dalam proses memasak. Sementara itu, sukralosa tetap stabil pada suhu tinggi, sehingga dapat digunakan untuk memanggang kue, memasak makanan, maupun membuat minuman panas, seperti kopi dan teh, tanpa mengurangi rasa manisnya.
Keunggulan ini memudahkan Anda mengatur asupan gula dalam berbagai jenis makanan dan minuman, baik yang disajikan dingin maupun panas.
5. Bebas karbohidrat dan lemak
Sukralosa murni tidak mengandung karbohidrat maupun lemak, sehingga tidak berpengaruh pada asupan makronutrien harian. Ini sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat, pola makan keto, atau program penurunan berat badan tertentu.
Dengan menggunakan sukralosa, Anda tetap dapat menikmati berbagai makanan dan minuman manis tanpa mengganggu pola makan yang sudah direncanakan.
Aturan Konsumsi Sukralosa
Jadi, dibandingkan dengan pemanis buatan lainnya, sukralosa unggul karena rasa manisnya stabil saat dipanaskan, tidak berkalori, dan tidak meninggalkan rasa sisa (aftertaste), sehingga lebih fleksibel digunakan dalam berbagai makanan dan minuman.
Walaupun memiliki banyak keunggulan, konsumsi sukralosa tetap perlu diperhatikan. Pasalnya, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan pada sebagian orang, seperti kembung, diare, atau gangguan pencernaan.
Batas aman konsumsi sukralosa yang direkomendasikan per hari adalah sekitar 5 mg per kilogram berat badan. Sebagai contoh, jika berat badan Anda 48 kg, maka batas aman konsumsi sukralosa per hari adalah sekitar 240 mg atau 0,24 gram.
Perlu diingat, angka tersebut merupakan batas maksimal yang masih dianggap aman untuk dikonsumsi setiap hari, bukan jumlah yang harus dihabiskan. Sebaiknya, tetap gunakan secukupnya dan perhatikan juga asupan sukralosa dari makanan atau minuman kemasan lainnya agar tidak melebihi anjuran harian.
Dalam jumlah wajar, sukralosa juga dinilai aman untuk berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Meski demikian, bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang hamil, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Meski aman, sebaiknya selalu perhatikan label pada makanan dan minuman kemasan untuk memastikan asupan pemanis buatan tidak melebihi batas anjuran harian.
Jika setelah mengonsumsi sukralosa Anda mengalami keluhan, seperti sakit perut, reaksi alergi, atau gangguan pencernaan, sebaiknya hentikan penggunaannya dan segera konsultasikan dengan dokter.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai manfaat serta risiko sukralosa maupun pemanis buatan lainnya sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.