Syok pada anak adalah kondisi darurat yang terjadi ketika tekanan darah Si Kecil menurun drastis sehingga aliran darah ke organ-organ dan jaringan tubuh tidak tercukupi. Kondisi ini umumnya merupakan komplikasi dari kondisi tertentu, seperti infeksi berat, kekurangan cairan akibat diare, atau perdarahan. Jika tidak segera ditangani, risiko kerusakan organ hingga kematian dapat meningkat. 

Darah berfungsi sebagai pemasok zat-zat yang penting untuk jaringan tubuh, seperti nutrisi dan oksigen. Syok pada anak terjadi ketika adanya gangguan pada sistem peredaran darah sehingga jantung dan pembuluh darah tidak mampu mengalirkan darah ke jaringan tubuh dengan optimal.

Syok pada Anak, Ini yang Harus Diketahui - Alodokter

Memahami penyebab, gejala, dan langkah pertolongan darurat syok pada anak sangatlah penting agar Anda bisa bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi.

Syok pada Anak dan Gejalanya

Gejala syok pada anak bisa muncul secara bertahap. Pada awalnya mungkin terlihat ringan, tetapi dapat cepat memburuk. Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Kulit pucat, terasa dingin, dan berkeringat, terutama di tangan dan kaki
  • Denyut nadi cepat tetapi terasa lemah
  • Napas cepat atau tampak terengah-engah
  • Anak sangat lemas, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan
  • Bibir, kuku, dan lidah tampak pucat atau kebiruan
  • Jarang buang air kecil atau tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
  • Penurunan kesadaran atau tidak merespons saat diajak bicara
  • Tampak gelisah berat atau justru sangat lemah

Gejala tersebut harus lebih diwaspadai bila muncul setelah anak mengalami demam tinggi, infeksi berat, diare, muntah berulang, perdarahan, atau reaksi alergi berat.

Syok pada Anak dan Penyebabnya

Syok pada anak pada dasarnya terjadi akibat gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan aliran darah ke jaringan dan organ tubuh tidak mencukupi. Gangguan ini dapat dipicu oleh berbagai penyakit atau kondisi. Berdasarkan penyebabnya, syok dibagi menjadi beberapa jenis berikut:

1. Syok hipovolemik

Syok hipovolemik terjadi ketika tubuh anak kehilangan banyak cairan atau darah dalam waktu yang singkat. Akibatnya, volume darah berkurang sehingga aliran ke organ-organ penting menjadi tidak mencukupi.

Kondisi ini bisa terjadi karena diare berat, muntah terus-menerus, perdarahan akibat cedera, atau demam berdarah. Jika tidak segera ditangani, syok pada anak jenis ini dapat berkembang dengan cepat.

2. Syok septik

Syok septik disebabkan oleh infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh dan mengganggu fungsi organ. Tubuh anak mengalami reaksi berlebihan terhadap infeksi tersebut.

Infeksi bakteri yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu kondisi ini. Pada syok pada anak tipe septik, tekanan darah dapat turun drastis dan anak tampak sangat lemas.

3. Syok anafilaktik

Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun dan saluran napas menyempit.

Pemicu syok pada anak jenis ini bisa beragam, mulai dari makanan tertentu, obat-obatan, hingga gigitan atau sengatan serangga. Kondisi ini perlu ditangani secepat mungkin karena bisa mengancam nyawa.

4. Syok kardiogenik

Syok kardiogenik terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan efektif. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Penyebabnya bisa berupa gangguan jantung bawaan atau masalah jantung akut. Pada syok pada anak jenis ini, anak biasanya tampak sangat lemah dan sesak.

5. Syok neurogenik dan toksik

Syok neurogenik terjadi akibat gangguan pada sistem saraf, misalnya karena cedera berat. Sementara itu, syok toksik disebabkan oleh racun atau zat berbahaya yang memengaruhi sirkulasi darah.

Meski lebih jarang, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Syok pada anak akibat keracunan atau cedera berat membutuhkan penanganan medis segera.

Selain itu, beberapa penyakit yang cukup sering ditemukan di Indonesia, seperti demam berdarah, tifus, dan leptospirosis, juga dapat memicu syok pada anak. 

Syok pada Anak dan Pertolongan Pertamanya

Jika Si Kecil mengalami syok, segera lakukan beberapa langkah berikut:

  • Baringkan anak dan posisikan kedua kakinya sedikit lebih tinggi dari kepala untuk membantu aliran darah ke otak.
  • Jaga tubuh Si Kecil tetap hangat dengan selimut.
  • Jangan memberi makan atau minum bila anak sangat lemah atau tidak sadar penuh.
  • Kendurkan atau lepaskan pakaian yang ketat.
  • Tekan area yang berdarah dengan handuk atau kain bersih jika ia mengalami perdarahan.
  • Posisikan tubuh anak menyamping untuk mencegah tersedak, terutama bila Si Kecil muntah atau mengeluarkan darah dari mulut.
  • Segera bawa ke IGD atau hubungi ambulans.

Setibanya di IGD, tim medis akan segera menilai kondisi anak dan memberikan penanganan sesuai penyebabnya, seperti:

  • Pemasangan infus untuk mengganti cairan dan memberikan obat
  • Pemberian oksigen tambahan
  • Obat-obatan untuk mengatasi infeksi, alergi, atau gangguan jantung
  • Transfusi darah bila terjadi perdarahan berat
  • Pemantauan ketat di ruang perawatan intensif jika diperlukan

Perlu diingat, penanganan syok pada anak sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Setelah kondisi stabil, anak tetap perlu dipantau untuk mencegah kekambuhan.

Syok pada Anak dan Pencegahannya

Agar syok pada anak tidak terjadi kembali di kemudian hari, penting bagi Anda untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Beberapa langkah yang dapat membantu mencegah syok pada anak antara lain:

  • Segera periksakan anak bila mengalami infeksi berat, diare, atau muntah berkepanjangan.
  • Pastikan imunisasi anak lengkap sesuai jadwal.
  • Hindari paparan makanan atau zat pemicu alergi, terutama jika anak memiliki riwayat alergi berat.
  • Cukupi kebutuhan cairan Si Kecil.
  • Tangani luka atau cedera dengan tepat.

Dengan langkah pencegahan yang baik, risiko terjadinya syok pada anak dapat ditekan. Namun, jika anak terlanjur menunjukkan tanda-tanda syok, seperti napas cepat, sangat lemas, pucat, jarang buang air kecil, atau tidak sadar, segera bawa ke IGD terdekat. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Syok pada anak adalah keadaan darurat yang memerlukan tindakan cepat dan tepat. Namun, jika Anda masih ragu mengenai kondisi Si Kecil, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter secara praktis melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER.