Tadalafil adalah obat untuk mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gejala pembesaran prostat (BPH), seperti sulit buang air kecil dan nyeri atau rasa tidak tuntas saat buang air kecil.

Tadalafil bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga ereksi dapat terjadi dan bertahan lebih lama. Untuk mengobati gejala BPH, tadalafil bekerja dengan cara melemaskan otot prostat dan kandung kemih sehingga urine bisa mengalir dengan lebih lancar.

TADALAFIL - alodokter

Tadalafil juga digunakan untuk mengobati hipertensi pulmonal, yaitu kondisi tingginya tekanan darah di dalam pembuluh darah paru-paru. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter.

Merek dagang Tadalafil: Caliberi, Cialis, Ciastar Yellow, Promel

Apa Itu Tadalafil

Golongan Obat resep
Kategori Obat disfungsi ereksi
Manfaat Mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi, mengobati gejala pembesaran prostat jinak, dan menangani hipertensi pulmonal.
Dikonsumsi oleh Dewasa
Tadalafil untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Belum diketahui apakah tadalafil dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Tadalafil diketahui berpotensi terserap ke dalam ASI berdasarkan hasil studi pada hewan coba. Meski demikian, obat ini tidak untuk dipergunakan oleh wanita.
Bentuk obat Tablet, orodispersible film, oral dissolving film (ODF)

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Tadalafil

Tadalafil hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi tadalafil jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Jangan mengonsumsi tadalafil jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan nitrat atau riociguat.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, stroke, hipotensi, hipertensi, serangan jantung, aritmia, penyakit ginjal, penyakit liver, dehidrasi, retinitis pigmentosa, kolesterol tinggi, tukak lambung, kelainan darah, gangguan penglihatan, atau buta.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit Peyronie, priapismus, atau penyakit yang bisa meningkatkan risiko terjadinya priapismus, seperti leukemia, anemia sel sabit, atau multiple myeloma.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi tadalafil, karena obat ini bisa menyebabkan pusing.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol atau grapefruit, dan hindari merokok, selama menjalani pengobatan dengan tadalafil, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, ketika ingin mengonsumsi tadalafil untuk mengatasi hipertensi pulmonal.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi tadalafil jika berencana menjalani operasi gigi.
  • Segera temui dokter bila muncul reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi tadalafil.

Dosis dan Aturan Pakai Tadalafil

Berikut adalah dosis umum penggunaan tadalafil untuk orang dewasa berdasarkan kondisi yang ingin ditangani:

  • Kondisi: Impotensi atau disfungsi ereksi
    Dosis awal adalah 10 mg, dikonsumsi 30 menit sebelum berhubungan seksual. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg.
    Dosis alternatif adalah 5 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat diturunkan menjadi 2,5 mg, sesuai kondisi pasien.
  • Kondisi: Pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH)
    Dosis tadalafil untuk mengobati BPH adalah 5 mg, 1 kali sehari.
  • Kondisi: Hipertensi pulmonal
    Dosis tadalafil untuk mengatasi hipertensi pulmonal adalah 40 mg, 1 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Tadalafil dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi tadalafil. Jangan menggunakan obat ini lebih dari 1 kali dalam 24 jam.

Tadalafil dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Tadalafil tablet bisa ditelan dengan bantuan segelas air, sedangkan tadalafil orodispersible film dan tadalafil oral dissolving film perlu diletakan di lidah dan ditunggu hingga terurai baru ditelan dengan atau tanpa bantuan air.

Jika dokter meresepkan tadalafil 1 kali sehari, konsumsilah obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar efek obat maksimal.

Simpan tadalafil di ruangan dengan suhu kamar. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Tadalafil dengan Obat Lain

Berikut ini adalah efek interaksi obat yang bisa terjadi jika tadalafil dikonsumsi bersama obat lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi berat yang bisa berakibat fatal jika dikonsumsi bersama nitrat atau riociguat
  • Peningkatan efek penurunan tekanan darah jika dikonsumsi bersama amlodipine, enalapril, atau metoprolol
  • Peningkatan kadar tadalafil dalam darah jika dikonsumsi dengan obat antijamur golongan azole, antibiotik makrolid, cimetidine, atau obat HIV
  • Penurunan kadar tadalafil dalam darah jika dikonsumsi dengan rifampicin, carbamazepine, phenytoin, atau phenobarbital

Tidak disarankan mengonsumsi tadalafil dengan grapefruit, karena kadar tadalafil dalam darah dapat naik sehingga meningkatkan risiko munculnya efek samping.

Efek Samping dan Bahaya Tadalafil

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi tadalafil adalah:

Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru memburuk. Segera temui dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Penglihatan kabur, buta, atau sulit membedakan warna biru dengan warna hijau
  • Tuli mendadak atau telinga berdenging
  • Ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam
  • Nyeri dada
  • Kejang
  • Pusing yang berat hingga pingsan