Jika dibandingkan dengan tahi lalat biasa, tahi lalat hidup memiliki bentuk yang unik dan kadang berubah-ubah. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan tahi lalat yang mengalami perubahan mencolok, misalnya menonjol, berubah bentuk, terasa gatal, atau bahkan berdarah.
Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen (melanosit) yang tumbuh di permukaan kulit. Kebanyakan tahi lalat muncul sejak kecil atau saat remaja, tetapi ada juga yang muncul di usia dewasa.

Istilah tahi lalat hidup kerap digunakan untuk menyebut tahi lalat yang mengalami perubahan, baik dari segi warna, ukuran, hingga sensasi yang dirasakan di sekitarnya. Perubahan pada tahi lalat hidup ini bisa terjadi secara alami, tetapi juga bisa menjadi indikasi adanya penyakit serius, misalnya kanker kulit atau melanoma.
Sebagian besar tahi lalat hidup memang tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, saat tahi lalat hidup menunjukkan perubahan mencurigakan, Anda perlu waspada.
Tanda Tahi Lalat Hidup yang Perlu Diwaspadai
Perubahan yang terjadi pada tahi lalat hidup bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kulit. Inilah beberapa ciri-cirinya:
1. Bentuk asimetris
Tahi lalat hidup yang sehat biasanya berbentuk bulat atau oval dengan kedua sisi yang simetris. Bila satu sisi tampak berbeda dari sisi lainnya, misalnya garis tepi tampak tidak seimbang, kondisi ini bisa menandakan adanya perubahan abnormal pada jaringan kulit. Asimetri merupakan salah satu tanda yang sering ditemukan pada tahi lalat hidup yang berisiko.
2. Tepi tidak rata
Tahi lalat memiliki batas yang halus dan jelas. Jika Anda menemukan tepi tahi lalat hidup yang tampak bergerigi, kabur, atau bahkan menyatu dengan kulit di sekitarnya, sebaiknya waspada terhadap tanda ini. Tepi tidak teratur bisa menjadi petunjuk adanya perubahan sel yang tidak normal.
3. Warna tidak merata
Tahi lalat hidup umumnya memiliki warna yang seragam, seperti cokelat muda atau gelap. Namun, jika warnanya tampak bervariasi, misalnya ada bagian hitam, merah, atau biru pada satu tahi lalat, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa menunjukkan kondisi serius tahi lalat hidup.
4. Diameter lebih besar dari 6 mm
Kebanyakan tahi lalat berukuran kecil, sekitar 1–6 mm. Jika Anda menemukan tahi lalat hidup yang diameternya melebihi 6 mm (sekitar ukuran penghapus pensil), terutama jika terus bertambah besar, segera konsultasikan dengan dokter. Pertumbuhan cepat dalam waktu singkat bisa menjadi tanda adanya masalah pada tahi lalat hidup.
5. Muncul keluhan yang mengganggu
Beragam keluhan, seperti sering gatal, nyeri, atau perdarahan tanpa sebab yang jelas pada tahi lalat hidup merupakan sinyal bahaya yang tidak boleh disepelekan. Permukaan yang berubah dari halus menjadi kasar, basah, atau mudah terluka juga dapat menjadi tanda kondisi serius dari tahi lalat hidup.
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Tahi Lalat Hidup
Berbagai faktor dapat memicu perubahan pada tahi lalat hidup, di antaranya:
1. Paparan sinar matahari berlebihan
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari bisa merusak DNA pada sel kulit, termasuk sel-sel pada tahi lalat hidup. Jika kulit sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan, risiko perubahan dan kerusakan sel akan semakin besar. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan abnormal dan meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk melanoma.
2. Faktor keturunan
Seseorang dengan riwayat kanker kulit atau memiliki tahi lalat hidup yang berubah ganas dalam keluarga, berisiko tinggi mengalami hal serupa. Faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh memperbaiki kerusakan pada sel kulit akibat paparan lingkungan.
Oleh karena itu, penting untuk waspada dan memantau kondisi tahi lalat hidup secara rutin, apabila ada riwayat serupa dalam keluarga.
3. Perubahan hormon
Perubahan hormon yang terjadi pada masa pubertas, kehamilan, atau saat memasuki usia lanjut dapat memengaruhi pertumbuhan dan penampilan tahi lalat hidup.
Hormon tertentu dapat merangsang sel pigmen di kulit untuk berkembang lebih aktif, sehingga tahi lalat bisa menjadi lebih besar atau warnanya berubah. Umumnya perubahan ini tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dipantau.
4. Cedera atau gesekan berulang
Tahi lalat hidup yang sering tergesek pakaian, tergores kuku, atau terkena cedera fisik lainnya dapat mengalami iritasi dan perubahan bentuk. Cedera berulang dapat memicu peradangan, perubahan warna, atau bahkan pertumbuhan jaringan yang tidak normal.
Sebagian besar tahi lalat hidup memang jinak, tetapi ada kondisi tertentu yang membuat Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter, yaitu:
- Tahi lalat hidup membesar dengan cepat dalam beberapa minggu/bulan
- Mengalami nyeri, gatal terus-menerus, atau berdarah tanpa sebab yang jelas
- Warna tahi lalat hidup berubah-ubah secara mencolok
- Permukaan tahi lalat hidup menonjol atau mudah terluka
Jika Anda mengalami salah satu dari perubahan di atas pada tahi lalat hidup, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan kulit secara menyeluruh dan pengambilan sampel jaringan (biopsi), bila perlu, untuk memastikan penyebabnya.
Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin apabila tahi lalat hidup menunjukkan tanda bahaya.
Jangan mencoba mengutak-atik tahi lalat hidup sendiri di rumah, apalagi dengan cara menghilangkannya tanpa arahan medis. Tindakan tersebut justru bisa memperparah kondisi kulit atau memicu infeksi.
Menjaga kesehatan kulit dengan rutin menggunakan tabir surya, mengenakan pakaian pelindung, dan memantau kondisi tahi lalat secara berkala adalah langkah yang sangat dianjurkan. Jika Anda menemukan tahi lalat hidup yang mencurigakan, konsultasikan melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai.