Terapi infus adalah metode pengobatan yang bertujuan untuk memberikan cairan atau obat melalui pembuluh darah. Metode ini penting dilakukan terutama pada pasien yang dehidrasi, mengalami perdarahan, tidak bisa menelan, koma, atau hendak menjalani operasi.

Tujuan utama pemberian terapi infus adalah memberikan sejumlah cairan ke dalam tubuh pasien sebagai pengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat penyakit atau prosedur medis tertentu.

Terapi Infus Hanya untuk Kondisi-kondisi Medis Berikut - Alodokter

Terapi infus ini umumnya diberikan pada pasien yang mengalami kekurangan cairan tubuh dan elektrolit (dehidrasi), di mana pasien tidak bisa makan dan minum, atau asupan dari makanan dan minumannya tidak mencukupi. Selain itu, terapi infus juga digunakan untuk mempermudah pemberian obat-obatan suntik yang perlu dimasukkan melalui pembuluh darah.

Manfaat Terapi Infus secara Umum

Ada banyak jenis cairan infus yang digunakan pada terapi infus, namun umumnya cairan infus mengandung air, elektrolit, dan glukosa. Jenis cairan infus yang diberikan tergantung kepada kondisi medis, usia, kadar elektrolit, dan kadar gula darah pasien. Selain untuk memberikan cairan, terapi infus juga perlu dilakukan sebelum transfusi darah.

Berikut ini adalah beberapa kondisi umum yang memerlukan terapi infus:

  • Gangguan pencernaan, seperti diare berat, tukak lambung, dan perdarahan saluran cerna.
  • Dehidrasi berat.
  • Serangan jantung.
  • Stroke
  • Keracunan
  • Syok.
  • Pasien dengan gangguan fungsi organ, seperti gagal ginjal atau gagal hati.
  • Kanker
  • Infeksi parah atau sepsis.
  • Malnutrisi parah.
  • Penurunan kesadaran atau koma.

Pemberian terapi infus pada pasien tidak terbatas pada kondisi-kondisi di atas. Sejumlah kondisi medis lainnya juga mungkin memerlukan perawatan infus, misalnya cedera berat, luka bakar yang parah, atau persiapan sebelum operasi besar.

Dosis dan pilihan cairan pada terapi infus ditentukan oleh dokter, dan biasanya akan dibantu pemasangannya oleh perawat. Terapi infus yang dilakukan oleh dokter atau perawat di klinik atau rumah sakit umumnya aman, meski tetap ada kemungkinan efek samping.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat terapi infus adalah infeksi, reaksi alergi, penggumpalan darah, dan emboli udara. Segeralah beri tahu perawat atau dokter jika melihat tanda-tanda infeksi pada lokasi infusan, seperti bengkak, kemerahan, dan nyeri, atau jika ada gelembung-gelembung udara di dalam selang infus.