Luka sayatan di perut dan rahim setelah operasi caesar, membutuhkan waktu pemulihan waktu yang tidak sebentar. Proses penyembuhan luka operasi caesar bahkan sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman. Padahal saat itu, kamu harus tetap untuk mengurus bayimu.

Agar kamu tak tersiksa dengan proses ini dan bisa sembuh lebih cepat dari luka sayatan operasi caesar. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk merawat bekas luka setelah operasi caesar, agar tidak terjadi infeksi dan membantu proses pemulihanmu.

Tips Memulihkan Bekas Luka Setelah Operasi Caesar - Alodokter

Merawat Luka Jahitan

Luka sayatan operasi caesar biasanya memiliki panjang 10-15 cm. Mungkin awalnya bekas luka terlihat menonjol, sedikit bengkak atau warnanya lebih gelap dari warna permukaan kulit yang lain. Bila tidak terjadi infeksi, maka luka akan menyusut dan pulih dengan signifikan, dalam waktu sekitar 6 minggu.

Selama kurang dari 48 jam pasca operasi caesar, keluhan yang biasa muncul adalah mual, sulit bergerak, dan rasa gatal pada luka operasi. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mendukung pemulihan kesehatan setelah operasi caesar:

  • Bergeraklah secara perlahan

Sementara hindari dulu melakukan aktivitas atau pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat. Aktivitas fisik yang diperbolehkan adalah yang tergolong ringan, dan beban yang kamu angkat sebaiknya tidak lebih berat dari bayimu, sampai dokter menyatakan kamu sudah bisa menambah aktivitas.

  • Perhatikan cairan yang keluar melalui vagina setelah operasi caesar

Jadikan cairan yang secara medis dikenal sebagai lochia ini sebagai pengingat agar kamu tidak beraktivitas terlalu berat. Cairan ini awalnya berwarna kemerahan (berupa darah), dan berangsur-angsur menjadi merah muda, hingga kekuningan. Keluarnya lochia yang juga dikenal sebagai darah nifas, merupakan hal yang wajar terjadi setelah melahirkan, namun jumlah cairan yang keluar umumnya akan meningkat jika kamu melakukan terlalu banyak aktivitas.

  • Perbanyak minum air putih dan makan makanan sehat

Makanan kaya serat dan bergizi seperti buah dan sayuran, disertai konsumsi cairan yang cukup dengan memperbanyak minum air putih, dapat membantu mengembalikan energi. Selain itu, juga mempermudah buang air besar, sehingga kamu tidak perlu mengedan terlalu keras saat BAB. Hal ini akan mengurangi tekanan berlebih pada bekas luka sayatan operasi caesar. Vitamin yang terkandung di dalamnya juga baik untuk membantu penyembuhan luka.

  • Upayakan tidak berjalan terlalu jauh

Usahakan tempatmu beristirahat di dalam rumah, dekat dengan toilet atau meja makan, agar kamu tak perlu bergerak terlalu jauh atau terburu-buru. Hindari pula melakukan gerakan atau perubahan posisi dengan mendadak.

  • Mandi dengan hati-hati

Saat mandi, boleh saja luka terkena air atau sabun. Tetap perhatikan kebersihan luka, tapi jangan digosok. Hindari juga mandi dengan cara berendam, terutama pada hari-hari pertama setelah operasi.

Hal-hal yang Harus Dihindari  

Untuk mempercepat penyembuhan dan mengantisipasi infeksi setelah operasi caesar, sebaiknya hindari beberapa hal berikut:

  • Hubungan seksual sebelum diperbolehkan oleh dokter
  • Menggunakan tampon, atau cairan pembersih vagina (vaginal douche).
  • Berendam di dalam bak air panas, atau berenang di kolam pemandian umum.
  • Mengangkat beban yang lebih berat dari bayi.
  • Naik turun tangga berulang kali.
  • Berolahraga sebelum dokter menyarankan waktunya.

Ada baiknya sebelum pulang dari rumah sakit, kamu banyak bertanya pada dokter, agar semakin memahami hal yang harus dilakukan atau dihindari. Semakin cepat luka tersebut sembuh, semakin nyaman bagimu untuk bisa bergerak bebas saat menyusui, mengasuh bayi, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Mengenali Gejala Infeksi yang Harus Segera Diperiksa

Beberapa minggu setelah operasi, luka sayatan akan berubah warna menjadi kemerahan. Ini artinya lukamu berangsur membaik. Namun, bila terdapat bengkak di area sekitar luka sayatan atau tampak mengeluarkan cairan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena ini bisa jadi menandakan adanya infeksi.

Selain itu, gejala infeksi setelah operasi caesar dapat berupa:

  • Keluarnya nanah dari area bekas luka operasi.
  • Nyeri perut bagian bawah dan rasa sakit yang tak kunjung hilang bahkan memburuk.
  • Demam tinggi.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Keputihan yang berbau tidak sedap.
  • Pendarahan dengan jumlah yang banyak, atau penuh dengan gumpalan.

Bekas luka sayatan operasi caesar mungkin akan sulit dihilangkan dan akan membekas di tubuhmu. Namun, kamu bisa menganggap ini sebagai bekas luka yang harus kamu syukuri karena telah berhasil melalui perjuangan berat membawa Si Kecil lahir ke dunia. Konsultasikan dengan dokter kandungan, serta kontrol secara berkala untuk mendapat perawatan bekas luka operasi caesar yang tepat.