Terkadang tekanan dalam pekerjaan bisa menjadi sebuah tantangan yang memotivasi. Tapi, tentu ada saatnya kita berada di puncak tekanan yang akhirnya menimbulkan stres kerja. Agar kondisi fisik dan mental tidak terbebani, ketahui cara mengatasi stres kerja.

Stres kerja memuncak biasanya disebabkan oleh atasan yang kurang bisa memberikan dukungan, beban atau waktu kerja yang berlebihan, rekan kerja yang suka merundung (bully) atau tidak suportif, maupun melakukan kekerasan fisik di lingkungan kerja.

Tips Mengatasi Stres Kerja - Alodokter

Stres kerja tidak jarang justru bisa membawa seseorang ke dalam hidup yang tidak sehat. Mulai dari banyak makan atau ngemil secara tidak sehat guna melampiaskan rasa stres, melewatkan waktu makan, kurang tidur, mengonsumsi minuman beralkohol, atau bahkan menjadi lebih sering merokok.

Jangan Biarkan Stres Kerja Menghambat Kebahagiaan Anda

Agar stres tidak hadir terus-menerus dan membuat Anda lupa bahagia, simak beberapa tips menghilangkan stres kerja di bawah ini:

  • Kenali batas kemampuan
    Mengenali sampai mana batas kemampuan Anda dalam menanggung beban pekerjaan adalah hal yang penting untuk mengurangi stres dalam pekerjaan. Dengan begini, Anda juga dapat memperhitungkan berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan beban kerja Anda. Selain itu, Anda dapat terhindar dari rasa lelah berlebihan.
  • Bicarakan dengan atasan Anda
    Bagi sebagian orang, berbicara dengan atasan atau melakukan sesi curhat kecil terkadang merupakan hal yang agak canggung. Tapi, cobalah bicarakan mengenai stres yang Anda alami kepada atasan.
    Anda juga berhak untuk menolak atau mengatakan tidak pada atasan, jika merasa beban yang diberikan sudah melewati batas kemampuan,  atau bahkan beban pekerjaan yang diberikan di luar dari tanggung jawab pekerjaan. Tujuannya bukan untuk mengeluh, melainkan untuk membuat rencana efektif dalam mengelola stres kerja.
  • Lupakan pekerjaan sejenak
    Beban atau target pekerjaan tidak jarang membuat seseorang menjadi stres. Bahkan tidak jarang, hal ini dapat berdampak dan menimbulkan masalah lain di kehidupan pribadi. Jika Anda merasa diri Anda sudah berada di tahap ini, cobalah untuk mengistirahatkan diri Anda sejenak.
    Lupakan pekerjaan sejenak dan carilah hiburan yang dapat membuat Anda tertawa. Tertawa dapat memberikan dampak positif bagi tubuh dan jiwa Anda. Jangan lupa bahwa cuti adalah hak Anda, dan jika memang diperlukan, Anda bisa mengambil cuti selama beberapa waktu untuk menenangkan diri dan menjauhi stres kerja.
  • Cobalah melakukan meditasi
    Mungkin Anda merasa bahwa meditasi atau yoga bukanlah gaya Anda. Tapi tentu tidak ada salahnya melakukan aktivitas ini. Meditasi dapat memberikan efek positif bagi kesehatan jiwa dan fisik Anda dengan menumbuhkan rasa keseimbangan, ketenangan, dan kedamaian. Selama sesi meditasi, Anda dapat lebih memfokuskan perhatian dan menenangkan arus pikiran yang membuat kepala terasa penuh dan stres.

Mungkin Ini Saatnya Anda untuk Keluar dari Pekerjaan?

Hal yang perlu Anda ingat, di mana pun Anda bekerja, tidak ada pekerjaan yang mudah dan selalu berjalan sesuai keinginan Anda. Sebelum Anda memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua sumber stres yang Anda alami, tidak ada salahnya untuk memperhitungkan berbagai hal yang Anda dapatkan dan tidak dapatkan dari pekerjaan.

Buatlah tabel atau daftar mengenai positif dan negatifnya Anda berada di tempat Anda bekerja saat ini melalui beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa yang membuat saya memilih pekerjaan ini?
  • Apa yang bisa saya dapat dari pekerjaan ini?
  • Apakah saya dapat belajar banyak hal dari pekerjaan saat ini?
  • Bagaimana dengan gaji yang saya peroleh? Setarakah dengan beban pekerjaan? Cukupkah untuk kebutuhan hidup?
  • Seberapa jauh lokasi tempat kerja dan rumah?
  • Bagaimana lingkungan perkerjaan saya?
  • Bagaimana atasan saya? Apakah mampu menjadi pemimpin yang baik atau hanya menjadi seorang bos?
  • Bagaimanakah peraturan di kantor saya?

Buat daftar pertanyaan tersebut sehingga Anda bisa tahu seberapa banyak kelebihan dan kekurangan pekerjaan Anda kini dengan objektif. Jika Anda mendapatkan tawaran di perusahaan lain, Anda bisa membandingkan keduanya.

Beban kerja, lingkungan kerja yang tidak menyenangkan, masalah dengan atasan, dan gaji yang kurang layak merupakan komposisi yang paling sering membuat seseorang mengalami stres kerja. Atasi stres kerja sebelum hal ini merusak kehidupan Anda. Jika perlu, konsultasikan mengenai kesehatan mental Anda pada psikolog.