Tolak Angin adalah produk herbal yang bermanfaat untuk mengobati gejala masuk angin, seperti mual, perut kembung, sakit perut, pusing, dan meriang. Tolak Angin dijual bebas di apotek atau supermarket dalam bentuk cair, tablet, permen, dan obat oles.

Tolak Angin mengandung beberapa bahan herbal, yaitu buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, minyak peppermint, dan madu. Kombinasi bahan tersebut dipercaya bisa mengatasi gejala masuk angin atau mabuk perjalanan, seperti mual, kembung, dan sakit perut, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

Passenger traveling and feeling dizzy with headache in a train travel

Sementara itu, Tolak Angin bentuk obat oles mengandung bahan aktif camphor, menthol, dan minyak peppermint. Bahan-bahan tersebut dapat menghangatkan tubuh dan menjadi aromaterapi sehingga membantu meredakan nyeri otot, mual, atau gatal-gatal.

Produk Tolak Angin

Tolak Angin memiliki beragam varian produk yang dijual di Indonesia, yaitu:

1. Tolak Angin Cair

Tolak Angin Cair mengandung buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu. Tolak Angin Cair baik digunakan ketika sedang kelelahan, misalnya karena perjalanan panjang, aktivitas yang padat, atau kurang tidur.

2. Tolak Angin Sugar Free

Tolak Angin Sugar Free mengandung buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, royal jelly, dan sucralose. Khasiat Tolak Angin Sugar Free sama dengan Tolak Angin Cair biasa, tetapi lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

3. Tolak Angin Anak

Tolak Angin Anak mengandung buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, madu, dan ekstrak tanduk. Tolak Angin Anak bisa digunakan oleh anak usia 2 sampai 6 tahun. Obat ini dijual dalam kemasan saset 10 ml dan botol 60 ml.

4. Tolak Angin Flu

Tolak Angin Flu mengandung buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, echinacea, meniran, valerian, dan panax ginseng. Produk ini digunakan untuk membantu mengatasi flu dan mencegah flu memberat.

5. Permen Tolak Angin dan Permen Tolak Angin Bebas Gula

Permen Tolak Angin mengandung madu, daun mint, kapulaga, glukosa, jahe, buah adas, dan daun cengkeh. Produk ini berguna untuk melegakan dan menghangatkan tenggorokan ketika tenggorokan terasa kering.

6. Tolak Angin Tablet

Sama seperti Tolak Angin Cair, produk ini digunakan untuk mengatasi masuk angin. Namun, produk ini berbentuk tablet. Tolak angin tablet mengandung buah adas, kayu ules, pala, daun mint, kayu manis, pegagan, cengkeh, kedawung, beras, poko, kayu angin, jahe merah, ginseng, dan royal jelly.

7. Tolak Angin Care

Tolak Angin Care merupakan minyak angin aromaterapi berbentuk roll on yang mengandung zat aktif berupa minyak jahe, minyak peppermint, menthol, dan camphor.

8. Balsem Tolak Angin

Balsem Tolak Angin mengandung camphor, menthol, minyak peppermint, minyak cengkeh, dan minyak eukaliptus. Produk ini dapat digunakan untuk meredakan masuk angin, meriang, mual, sakit perut, nyeri otot, pegal-pegal, keseleo, dan gatal-gatal akibat gigitan serangga.

9. Tolak Angin Mint Soft Capsule

Tolak Angin Mint Soft Capsule dapat digunakan untuk mengatasi masuk angin dan menjaga daya tahan tubuh. Produk ini mengandung beras, buah adas, kayu ules, cengkeh, mint, jahe, pala, kayu manis, pegagan, kedawung, kapulaga, kayu angin, dan minyak peppermint.

Apa Itu Tolak Angin

Bahan Aktif Tolak Angin yang diminum: buah adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu.Tolak Angin Care dan Balsem Tolak Angin: camphor, menthol, dan minyak peppermint.
Golongan Obat bebas
Kategori Obat herbal untuk masuk angin
Manfaat Mengatasi gejala masuk angin
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Tolak Angin untuk Ibu hamil dan menyusi Tolak Angin Cair, Tolak Angin Tablet, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Mint Soft Capsule, Tolak Angin Anak, dan Permen Tolak Angin
Kategori N: Belum dikategorikan
Tolak Angin mengandung berbagai bahan herbal yang keamanannya untuk ibu hamil belum diketahui secara pasti. Jika sedang hamil, jangan mengonsumsi Tolak Angin sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Tolak Angin Care dan Balsem Tolak Angin
Kategori N: Belum dikategorikan.
Belum diketahui keamanan bahan-bahan di dalam Tolak Angin Care dan Balsem Tolak Angin untuk ibu hamil. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan produk ini.
Bahan-bahan herbal di dalam Tolak Angin belum diketahui terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan produk ini tanpa persetujuan dokter.
Bentuk obat Cair, tablet, permen, minyak oles, dan balsem

Peringatan Sebelum Menggunakan Tolak Angin

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan tolak angin, yaitu:

  • Jangan menggunakan Tolak Angin jika memiliki alergi terhadap kandungan obat Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan ke dokter perihal penggunaan Tolak Angin jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit yang dipengaruhi oleh hormon estrogen, seperti miom, endometriosis, kanker payudara, kanker rahim, atau kanker ovarium.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda menderita gangguan perdarahan, diabetes penyakit jantung, atau penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lain, untuk menghindari terjadinya efek interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter mengenai penggunaan Tolak Angin jika Anda mengonsumsinya secara rutin saat direncanakan menjalani operasi, karena kandungan di dalamnya dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Tolak Angin Care dan Balsem Tolak Angin hanya boleh digunakan di kulit, tetapi hindari kulit yang sedang luka atau iritasi.
  • Jangan langsung berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Tolak Angin Flu, karena bahan herbal di dalam produk ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Jangan mengonsumsi Tolak Angin Flu jika Anda mengonsumsi obat imunosupresan, termasuk kortikosteroid.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Tolak Angin jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan Tolak Angin.

Dosis dan Aturan Pakai Tolak Angin

Dosis Tolak Angin berbeda-beda, tergantung pada usia pengguna dan varian produk yang digunakan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Tolak Angin Cair dan Tolak Angin Cair Sugar Free

  • Tujuan: Mengatasi masuk angin atau diare
    3–4 saset per hari.
  • Tujuan: Meningkatkan daya tahan tubuh
    2 saset per hari, selama 7 hari atau bisa lebih.
  • Tujuan: Mengatasi mabuk perjalanan
    1 saset sebelum melakukan perjalanan atau 1–3 saset pada saat mabuk perjalanan.
  • Tujuan: Mengatasi kelelahan dan kurang tidur
    1 saset saat mengalami kelelahan atau kurang tidur.

Tolak Angin Anak

  • Tujuan: Mengatasi masuk angin pada anak
    ½–1 saset, 3 kali sehari, sesudah makan. Tolak Angin Anak dapat diminum secara langsung atau dicampur dengan setengah gelas air putih hangat.

Tolak Angin Flu

  • Tujuan: Meredakan gejala flu
    Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 saset, 3 kali sehari sesudah makan. Tolak Angin Flu dapat diminum langsung atau dicampur dengan setengah gelas air hangat. Tolak Angin Flu tidak untuk dikonsumsi lebih dari 8 minggu.

Tolak Angin Tablet

  • Tujuan: Mengatasi masuk angin
    1 tablet, 3–4 kali sehari saat merasa tidak enak badan.

Tolak Angin Mint Soft Capsule

  • Tujuan: Mengatasi masuk angin atau diare
    3–4 kapsul per hari.
  • Tujuan: Meningkatkan daya tahan tubuh
    2 kapsul per hari, selama 7 hari atau lebih.
  • Tujuan: Mengatasi mabuk perjalanan
    1 kapsul sebelum melakukan perjalanan atau 1–3 kapsul pada saat mabuk perjalanan.
  • Tujuan: Mengatasi kelelahan dan kurang tidur
    1 kapsul saat mengalami kelelahan atau kurang tidur.

Permen Tolak Angin atau Permen Tolak Angin Bebas Gula

  • Tujuan: Menghangatkan dan melegakan tenggorokan
    Dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Tolak Angin Care

  • Tujuan: Meredakan masuk angin, sakit kepala, perut kembung, mabuk perjalanan, dan gatal karena gigitan serangga
    Gosokkan Tolak Angin Care Roll On secukupnya pada bagian tubuh yang memerlukannya.

Balsem Tolak Angin

  • Tujuan: Meredakan masuk angin, meriang, mual, sakit perut, nyeri otot, pegal-pegal, keseleo, dan gatal-gatal karena gigitan serangga
    Gosok atau oleskan Balsem Tolak Angin secukupnya pada bagian tubuh yang memerlukannya.

Cara Menggunakan Tolak Angin dengan Benar

Kebanyakan orang berpikir bahwa mengonsumsi obat herbal selalu aman karena kandungannya alami. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua obat herbal sudah diketahui efek sampingnya, temasuk jika digunakan dengan obat atau bahan aktif lain.

Konsumsilah Tolak Angin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis, dan jangan menggunakan obat melebihi jangka waktu yang dianjurkan.

Tolak Angin cair dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, baik secara langsung maupun dicampur dengan setengah gelas air hangat.

Konsumsilah Tolak Angin Soft Capsule dan Tolak Angin Tablet dengan segelas air putih. Jangan menggigit atau menghancurkan Tolak Angin sediaan ini sebelum diminum.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi Tolak Angin pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal.

Untuk Tolak Angin Care dan Balsem Tolak Angin, gosokkan atau oleskan produk tersebut secukupnya ke bagian tubuh yang sakit atau nyeri. Segera bilas dengan air jika produk ini tidak sengaja terkena bagian dalam hidung, bagian dalam mulut, atau mata.

Simpan Tolak Angin di dalam tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan produk herbal ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Tolak Angin dengan Obat Lain

Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika kombinasi bahan herbal yang terkandung di dalam Tolak Angin dikonsumsi bersama dengan obat-obat lain, di antaranya:

  • Penurunan efektivitas pil KB, estrogen, atau tamoxifen
  • Penurunan penyerapan ciprofloxacin
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan atau antiplatelet (pengencer darah)
  • Peningkatan efek obat dan risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan losartan, metronidazole, atau cyclosporine
  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah rendah jika digunakan bersama obat hipertensi golongan antagonis kalsium, seperti amlodipine

Efek Samping dan Bahaya Tolak Angin

Kandungan bahan herbal di dalam Tolak Angin relatif aman dan jarang menimbulkan efek samping selama dikonsumsi sesuai aturan pakai. Kalaupun muncul, biasanya efek samping tersebut bersifat ringan, seperti:

  • Rasa panas di dada (heartburn)
  • Mual atau muntah
  • Mulut kering
  • Diare
  • Sendawa
  • Sakit perut

Sementara itu, efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi Tolak Angin Flu antara lain:

  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Susah tidur
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri di payudara
  • Perdarahan yang tidak jelas penyebabnya

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau makin buruk. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, yang bisa ditandai dengan ruam gatal di kulit, bengkak di bibir dan kelopak mata, atau kesulitan bernapas.