Uritan ayam merupakan kumpulan telur muda berwarna kuning yang masih berada di saluran reproduksi ayam, belum terbentuk cangkang, dan sering dianggap sebagai bagian dari jeroan. Namun, di balik kelezatannya, penting untuk memperhatikan risiko kesehatan serta cara aman mengonsumsinya. 

Uritan ayam umumnya ditemukan pada ayam kampung ataupun ayam potong yang belum selesai bertelur. Tekstur uritan ayam yang lembut serta rasa gurihnya menjadikan bahan makanan ini favorit banyak orang, terutama saat diolah menjadi sate.

Uritan Ayam, Ketahui Manfaat serta Risiko di Baliknya - Alodokter

Agar tidak sekadar menikmati rasa, penting bagi Anda untuk memahami manfaat, risiko, dan kiat mengolah uritan ayam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Manfaat Uritan Ayam bagi Kesehatan

Jika dikonsumsi secara wajar, uritan ayam dapat memberikan sejumlah manfaat berkat kandungan gizi yang dimilikinya. Berikut beberapa khasiat uritan ayam yang bisa Anda peroleh:

1. Menjaga daya tahan tubuh

Uritan ayam kaya akan vitamin A dan selenium, dua nutrisi yang berperan penting dalam menjaga sistem imun. Vitamin A membantu sel darah putih melawan infeksi, sedangkan selenium mendukung pembentukan enzim antioksidan di dalam tubuh yang mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, Anda pun menjadi tidak mudah terserang flu, batuk, atau infeksi lain.

2. Mendukung kesehatan mata

Kadar vitamin A yang tinggi dalam uritan ayam sangat bermanfaat untuk kesehatan penglihatan. Vitamin A dibutuhkan retina agar dapat menangkap cahaya dengan baik dan menjaga kelembapan permukaan mata. 

Asupan vitamin A yang cukup dapat membantu mencegah keluhan seperti mata kering, cepat lelah, hingga rabun senja yang sering terjadi saat memasuki usia lanjut. Anak-anak yang memperoleh vitamin A cukup juga memiliki risiko lebih rendah terhadap masalah penglihatan.

3. Membantu pembentukan sel darah merah

Uritan ayam mengandung zat besi dan vitamin B12 yang turut andil dalam produksi sel darah merah di sumsum tulang. Sel darah merah berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. 

Jika tubuh kekurangan zat besi atau B12, Anda bisa mengalami anemia, yang gejalanya berupa mudah lelah, sering mengantuk, sulit konsentrasi, hingga wajah tampak pucat. 

Konsumsi uritan ayam secara bijak dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ini, terutama pada ibu hamil, anak-anak, dan orang yang sedang memulihkan diri dari sakit.

4. Menjaga kesehatan tulang

Vitamin D yang terkandung dalam uritan ayam berfungsi sebagai “kunci” agar kalsium dari makanan dapat diserap tubuh secara optimal. Kalsium adalah mineral utama pembentuk tulang dan gigi. 

Asupan vitamin D yang memadai membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) serta mendukung pertumbuhan tulang yang kuat dan sehat pada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan menjaga kesehatan tulang, Anda dapat tetap aktif dan terhindar dari risiko patah tulang akibat rapuhnya struktur tulang.

5. Meningkatkan nafsu makan

Tekstur uritan ayam yang lembut dan rasa gurih alaminya sangat cocok di lidah banyak orang, bahkan pada mereka yang biasanya sulit makan. Aroma khas uritan ayam juga dapat merangsang indra penciuman dan meningkatkan selera makan. 

Dengan nafsu makan yang meningkat, asupan gizi harian dapat lebih mudah tercukupi dan proses pemulihan tubuh berjalan lebih optimal.

Risiko Konsumsi Uritan Ayam Berlebih

Meskipun uritan ayam memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan risiko tertentu untuk kesehatan, seperti:

1. Meningkatkan kadar kolesterol

Uritan ayam termasuk bahan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, bahkan lebih tinggi dari bagian telur yang sudah matang. Jika Anda mengonsumsi uritan ayam terlalu sering atau dalam porsi besar, kolesterol dari makanan akan menumpuk di dalam darah. 

Kondisi ini lebih berbahaya bagi Anda yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, atau gangguan jantung sebelumnya.

2. Memicu kenaikan berat badan

Selain kolesterol, uritan ayam memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa diimbangi aktivitas fisik, kelebihan kalori ini akan disimpan tubuh sebagai lemak, sehingga berat badan mudah naik. Bila kebiasaan ini terus berlanjut, risiko obesitas atau kegemukan pun makin besar.

3. Risiko infeksi saluran cerna

Uritan ayam yang tidak diolah hingga benar-benar matang dapat mengandung bakteri, seperti Salmonella atau Campylobacter, serta parasit yang menempel pada permukaan atau di dalam jaringan telur muda. Jika bakteri atau parasit ini tertelan, Anda bisa mengalami infeksi saluran pencernaan dengan gejala diare, mual, muntah, sakit perut, dan demam. 

Anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah lebih rentan mengalami komplikasi infeksi ini. Selain itu, konsumsi uritan ayam yang tidak higienis dapat memperbesar risiko terjadinya kontaminasi silang saat memasak, sehingga anggota keluarga lain juga bisa ikut terpapar.

Cara Mengolah Uritan Ayam yang Sehat

Untuk memperoleh manfaat uritan ayam secara optimal dan menghindari terjadinya risiko kesehatan, penting untuk mengolahnya dengan cara yang benar, seperti:

1. Bersihkan uritan ayam dengan air mengalir

Cuci uritan ayam di bawah air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa darah, lendir, dan kotoran yang mungkin masih menempel. Proses pencucian ini dapat membantu mengurangi paparan bakteri yang menempel pada permukaan uritan ayam.

2. Masak hingga benar-benar matang

Pastikan uritan ayam direbus, dikukus, atau dimasak sampai benar-benar matang agar bakteri dan parasit penyebab penyakit benar-benar mati. Pengolahan hingga matang juga membuat tekstur uritan ayam lebih aman dan enak dinikmati.

3. Batasi jumlah minyak saat menumis

Jika ingin menumis atau menggoreng uritan ayam, gunakan minyak secukupnya dan pilih jenis minyak yang sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Hindari menggoreng dengan minyak berulang kali agar kandungan lemak jenuh tidak meningkat.

4. Kombinasikan dengan sayuran

Tambahkan uritan ayam ke dalam masakan yang mengandung sayur-sayuran, seperti wortel, buncis, atau brokoli. Cara ini membantu menambah serat dan vitamin dalam menu sehingga kandungan gizinya lebih seimbang.

Walaupun uritan ayam bisa menjadi pilihan variasi lauk yang lezat, sebaiknya perhatikan porsinya, terutama jika memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung. Pastikan juga membeli uritan ayam dari penjual yang tepercaya agar kebersihannya terjamin.

Uritan ayam memang menawarkan manfaat jika diolah dan dikonsumsi dengan cermat. Namun, pastikan Anda membatasi konsumsinya serta imbangi dengan pola makan sehat. Bila memiliki kondisi kesehatan tertentu atau khawatir dengan kadar kolesterol, Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER terlebih dahulu sebelum mengonsumsi bakal telur ayam ini.