Vagina bengkak kadang terjadi karena beberapa hal seperti menstruasi, kehamilan, dan hubungan seksual. Hal ini tergolong normal. Namun, kamu perlu mewaspadai jika vagina bengkak disertai dengan gejala lain, seperti demam, nyeri, atau perdarahan hebat. Karena bisa jadi pertanda adanya penyakit.

Vagina bengkak bisa terjadi pada setiap wanita di usia berapa pun. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal. Sebagian bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan perawatan ringan, namun sebagian penyebab lainnya perlu diwaspadai dan butuh penanganan medis.

Vagina Bengkak Dapat Disebabkan Hal-hal yang Tidak Terduga Ini - Alodokter

Berbagai faktor penyebab vagina bengkak

Pembengkakan pada vagina dan vulva dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

Aktivitas seksual yang terlalu kasar dan lama

Selain membuat rasa tidak nyaman, vagina yang tidak terlumasi dengan baik selama melakukan hubungan seksual, dan foreplay atau masturbasi yang terlalu lama dan kasar, juga dapat menyebabkan vagina bengkak. Tidak perlu khawatir, biasanya bengkak pada vagina akan berangsur pulih dalam beberapa hari.

Kehamilan

Pertumbuhan janin di masa kehamilan dapat memberi tekanan ekstra pada panggul, sehingga menyebabkan darah dan cairan tubuh berkumpul di area tersebut dan tidak mengalir dengan baik. Ini bisa menyebabkan vagina menjadi bengkak dan sakit.

Iritasi

Vagina bengkak bisa disebabkan karena iritasi. Kondisi ini disebut vaginitis. Penyebabnya bisa karena penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, produk pembersih vagina, pelumas vagina yang mengandung spermisida, sabun yang berbahan iritatif seperti parfum, hingga bahan kimia yang terdapat pada tissue toilet atau pembalut.

Alergi

Vagina bengkak yang disertai dengan rasa gatal dan panas setelah berhubungan seksual bisa jadi pertanda alergi terhadap sperma, atau bisa juga karena alergi terhadap kondom lateks yang digunakan.

Infeksi vagina

Vagina bengkak bisa menjadi tanda adanya infeksi pada vagina yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus.

Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri. Selain vagina bengkak, infeksi ini juga ditandai dengan rasa gatal di vagina dan keputihan yang berbau tak sedap.

Sementara itu, infeksi jamur yang menyerang vagina ditandai dengan vagina bengkak, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual, dan keputihan yang kental dan menggumpal.

Adapun infeksi vagina yang disebabkan oleh virus contohnya adalah herpes genital.

Kista

Ada dua jenis kista yang biasanya menimbukan gejala vagina bengkak, antara lain kista Gartner dan kista Bartholin yang terinfeksi. Saat terkena infeksi, bisa terjadi penumpukan nanah pada kista sehingga menimbulkan bengkak dan nyeri.

Kanker vagina

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker vagina, yakni usia di atas 60 tahun, kutil di vagina (infeksi HPV) atau kelainan pada leher rahim.

Kanker vagina bisa saja tidak bergejala, terutama pada stadium awal. Namun beberapa gejalanya bisa berupa benjolan atau bengkak di vagina, nyeri panggul, perdarahan dan nyeri setelah berhubungan seksual dan saat buang air kecil.

Cara mengatasi vagina bengkak

Jika vagina bengkak disebabkan oleh kehamilan, iritasi atau setelah hubungan seks, Anda bisa melakukan perawatan di rumah guna mengatasinya. Gunakan kain yang sudah direndam air dingin, dan tempatkan pada bibir vagina untuk meredakan bengkak dan nyeri. Bila perlu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Vagina bengkak dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik dan menjauhi faktor penyebabnya. Misalnya:

  • Mengenakan celana dalam yang nyaman di kulit vagina.
  • Memenuhi asupan gizi seimbang.
  • Mengonsumsi makanan berprobiotik tinggi, seperti yoghurt.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Membersihkan vagina dengan benar (membasuh vagina dari depan ke belakang).
  • Menghindari penggunaan pembersih ataupun produk yang dapat mengiritasi kulit vagina.

Sedangkan jika vagina bengkak disebabkan oleh penyakit, maka dibutuhkan penanganan medis sesuai penyebabnya. Untuk vagina bengkak akibat infeksi, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik, antivirus, atau antijamur, tergantung penyebab infeksinya. Jika disebabkan oleh alergi, maka dokter akan meresepkan obat antialergi. Jika disebabkan oleh kista, maka operasi mungkin diperlukan.

Untuk vagina bengkak yang disebabkan oleh kanker, maka perlu pengobatan dengan kemoterapi, radioterapi, serta operasi. Karena itu, apabila jika terdapat keluhan vagina bengkak yang tidak kunjung membaik, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.