Vaksin Moderna adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 atau COVID-19. Vaksin Moderna atau mRNA-1273 dikembangkan sejak Januari 2020 oleh Moderna and Vaccine Research Center at the National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Amerika.

Vaksin Moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger RNA). Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein. Protein tersebut merupakan bagian dari permukaan virus Corona.

Vaksin Moderna - Alodokter

Spike protein akan memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi yang bisa melindungi tubuh saat terinfeksi virus Corona.

Vaksin Moderna telah mendapatkan izin penggunaan darurat untuk mencegah infeksi COVID-19 pada orang dewasa usia di atas 18 tahun. Dari uji klinis yang sudah dilakukan, vaksin ini menunjukkan nilai efikasi, yaitu efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 94,1%.

Merek dagang vaksin Moderna: -

Apa Itu Vaksin Moderna

Golongan Obat resep
Kategori Vaksin COVID-19
Manfaat Mencegah infeksi virus SARS-CoV-2
Digunakan oleh Dewasa
Vaksin Moderna untuk ibu hamil dan menyusui

 

Kategori N: Belum dikategorikan.

Belum diketahui apakah vaksin Moderna bisa terserap ke dalam ASI atau tidak. Ibu menyusui disarankan berkonsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan vaksin ini.

Bentuk obat Suntik

Peringatan Sebelum Menerima Vaksin Moderna

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menerima vaksin Moderna, di antaranya:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap kandungan di dalam vaksin ini.
  • Vaksin Moderna diperuntukkan bagi orang dewasa sehat yang berusia di atas 18 tahun. Belum diketahui efektivitas dan keamanan vaksin ini untuk anak usia di bawah 18 tahun.
  • Vaksin Moderna tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam atau menderita COVID-19.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita sistem imun lemah atau sedang menggunakan obat imunosupresan.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang sedang menderita kelainan darah, penyakit jantung, penyakit autoimun, diabetes, kanker, HIV/AIDS, TBC, penyakit paru, penyakit ginjal, radang sendi, atau penyakit saluran pencernaan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani cuci darah atau baru saja menjalani transplantasi organ.
  • Beri tahu dokter jika Anda telah menerima vaksin COVID-19 lain.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Belum diketahui efektivitas dan keamanan pemberian vaksin ini pada kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter tentang obat-obatan yang sedang Anda digunakan, termasuk suplemen dan produk herbal.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergisetelah menerima vaksin Moderna.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Moderna

Vaksin Moderna akan diberikan langsung oleh dokter. Dosisnya adalah 0,5 ml. Penyuntikan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 28 hari. Vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM).

Pemberian vaksin akan ditunda jika Anda sedang demam atau sedang menderita COVID-19. Vaksin Moderna dapat diberikan jika Anda sudah sembuh dari kondisi tersebut. Jika sebelumnya Anda pernah terkena COVID-19, vaksin Moderna dapat diberikan setidaknya 6 bulan setelah Anda sembuh.

Cara Pemberian Vaksin Moderna

Vaksin Moderna akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Vaksin akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM).

Area kulit yang akan disuntikkan vaksin harus dibersihkan dengan alcohol swab sebelum dan sesudah penyuntikan. Alat suntik sekali pakai yang sudah selesai digunakan akan dibuang ke dalam safety box tanpa ditutup kembali jarumnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang serius, penerima vaksin akan diminta untuk tetap tinggal di tempat layanan vaksinasi selama 30 menit sesudah divaksin.

KIPI adalah keluhan atau kondisi medis yang bisa terjadi setelah vaksinasi, termasuk efek samping dan reaksi alergi terhadap vaksin.

Interaksi Vaksin Moderna dengan Obat Lain

Belum diketahui secara pasti efek interaksi yang bisa terjadi jika vaksin Moderna digunakan bersama obat-obatan lain. Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obat yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), suplemen, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Vaksin Moderna

Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menerima vaksin Moderna adalah:

  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di area bekas suntikan
  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual dan muntah
  • Demam

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan tersebut tidak kunjung reda atau semakin berat. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi setelah vaksinasi.