Periksakan ke dokter jika nyeri atau perih di kaki akibat penyakit varises sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, terutama mengganggu tidur. Anda bahkan dianjurkan untuk segera menemui dokter apabila timbul luka pada permukaan kulit yang menutupi pembuluh vena varises.

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan mengumpulkan keterangan seputar riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu. Data yang dikumpulkan bisa berupa gejala yang dirasakan pasien atau pun faktor risiko yang mungkin ada pada dirinya untuk terkena varises, misalnya jika pasien suka berdiri terlalu lama, memiliki latar belakang keluarga berpenyakit varises, atau pernah mengalami luka serius pada kaki.

Selanjutnya dokter akan melakukan pengamatan secara kasat mata saja pada bagian kaki yang sakit, bengkak, mengalami perubahan warna kulit, bahkan luka jika ada. Saat diamati, umumnya dokter akan menyuruh pasien berdiri.

Pemeriksaan atau tes selanjutnya biasanya tidak diperlukan, kecuali dokter mencurigai adanya komplikasi-komplikasi yang terjadi akibat penyakit varises (misalnya trombosis vena dalam). Tes yang paling sering disarankan dalam hal ini adalah USG Duplex Doppler. Metode pemindaian ini dapat membantu dokter melihat aliran darah di dalam pembuluh vena lewat gambar yang dihasilkan oleh gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Selain dengan USG Duplex Doppler, aliran darah di dalam pembuluh vena juga bisa diamati oleh dokter melalui tes yang dinamakan angiogram, meskipun metode ini jarang dilakukan. Dalam tes angiogram, dokter akan menyuntikan zat pewarna khusus ke pembuluh vena agar ikut mengalir bersama darah. Selanjutnya, dokter akan menggunakan X-ray untuk melihat tingkat kelancaran dari aliran zat perwarna tersebut. Jika tidak lancar, berarti mengindikasikan adanya penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.