Penyakit varises yang masih tergolong ringan sebenarnya masih dapat diobati sendiri di rumah tanpa harus ke rumah sakit. Tujuan pengobatan secara mandiri ini bertujuan meredakan gejala penyakit varises, mengurangi tingkat keparahannya, serta mencegah terjadinya komplikasi.

Beberapa hal yang mencakup pengobatan penyakit varises secara mandiri di antaranya menjaga berat badan tetap dalam kapasitas yang sehat, rutin berolahraga, tidak berdiri terlalu lama, dan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskan kaki dengan posisi agak diangkat (diberi bantalan penyangga).

Selain cara-cara tersebut, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita varises adalah pemakaian stoking khusus menangani penyakit varises. Sebutan lain dari stoking ini adalah bebat kompresi. Stoking varisesĀ dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Stoking ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri akibat varises.

Pemakaian stoking varises biasanya dianjurkan oleh dokter dari mulai Anda bangun tidur di pagi hari sampai menjelang Anda tidur di malam hari. Biasanya umur pemakaian satu stoking varises berkisar antara 3-6 bulan, setelah itu harus diganti dengan yang baru. Apabila pemakaian stoking varises membuat kulit Anda kering, Anda bisa memakai krim pelembap sebelum Anda tidur. Namun apabila gejala penyakit varises tidak kunjung mereda melalui pengobatan di rumah atau bahkan makin parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter.

Berikut ini sejumlah contoh pengobatan yang mungkin akan disarankan oleh dokter, di antaranya:

  • Injeksi skleroterapi, yaitu penyuntikan cairan khusus ke pembuluh vena yang mengalami varises dengan tujuan membentuk luka yang dapat menutup saluran darah tersebut. Selain dengan cairan khusus, ada teknik skleroterapi terbaru dengan menyuntikkan zat yang menyerupai busa. Metode ini biasanya dilakukan untuk mengobati varises pada pembuluh vena yang berukuran besar. Dalam melakukan penyuntikan, dokter akan dipandu dengan USG. Efek samping skleroterapi bisa berupa nyeri punggung bagian bawah, sakit kepala, daya penglihatan menjadi berkurang (bersifat sementara), perubahan warna kulit, penumpukan darah di pembuluh vena bagian tubuh lain, dan pingsan.
  • Radiofrekuensi. Metode ini bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami pembengkakan cukup besar akibat varises dengan cara membakar dindingnya menggunakan energi radiofrekuensi. Setelah dibakar, dinding pembuluh vena akan runtuh dan menutup saluran tersebut. Setelah pembuluh vena yang mengalami varises terkunci, darah akan secara otomatis mengalir secara alami melalui vena lainnya yang masih sehat. Untuk menembakkan energi radiofrekuensi secara tepat sasaran, dokter memerlukan bantuan kateter dan USG. Efek samping radiofrekuensi dapat berupa kesemutan.
  • Laser. Sama seperti radiofrekuensi, pengobatan dengan menembakkan sinar laser juga bertujuanĀ menutup pembuluh vena yang mengalami varises. Metode ini juga dibantu dengan kateter dan USG. Efek samping sinar laser bisa berupa nyeri dan memar di bagian varises, atau kaki terasa keras.
  • Bedah terbuka. Ini merupakan prosedur pengangkatan pembuluh vena yang terkena varises melalui irisan yang dibuat pada permukaan kulit.