Varises yang tergolong ringan umumnya tidak membutuhkan penanganan medis secara khusus, sehingga pengobatan dapat dilakukan di rumah. Namun, jika varises telah menimbulkan gejala atau menyebabkan komplikasi, maka tindakan medis mungkin perlu dilakukan. Metode pengobatan yang akan digunakan tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  • Kondisi pasien secara keseluruhan
  • Ukuran dan posisi varises
  • Tingkat keparahan varises.

Pengobatan varises bertujuan untuk meredakan gejala, mengurangi tingkat keparahan, dan mencegah terjadinya komplikasi. Beberapa metode pengobatan varises yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi obat. Dokter akan memberikan obat antiperadangan, seperti asam mefenamat atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan.
  • Pemakaian stoking. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan stoking kompresi khusus untuk menangani varises. Stoking kompresi bekerja dengan cara memberi tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Stoking ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri akibat varises. Dokter umumnya menganjurkan pasien untuk menggunakan stoking kompresi sejak pagi hari hingga menjelang tidur pada malam hari. Gunakan krim pelembap jika stoking kompresi menyebabkan kulit kering.
  • Prosedur khusus. Ada beberapa jenis prosedur yang dapat dilakukan untuk mengobati varises, yaitu:
    • Skleroterapi, yaitu metode pengobatan yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan khusus ke dalam vena secara langsung, sehingga pembuluh darah menyusut atau mengempis. Metode ini juga dilakukan untuk meredakan nyeri dan mencegah komplikasi, seperti perdarahan vena dan ulkus. Selain dengan cairan khusus, skleroterapi juga dapat dilakukan dengan menyuntikkan zat yang menyerupai busa. Metode ini biasanya dilakukan untuk mengobati varises pada pembuluh vena berukuran besar. Dokter akan dipandu dengan USG ketika melakukan penyuntikkan.
    • Terapi laser. Metode pengobatan dengan menembakkan sinar laser ke arah pembuluh darah yang mengalami varises untuk mengecilkan dan menghilangkan varises tersebut. Terapi laser umumnya dilakukan jika varises berukuran kecil.
    • Terapi ablasi endotermal (radiofrekuensi). Prosedur pengobatan dengan menggunakan gelombang radio berfrekuensi tinggi yang diarahkan ke area varises. Dokter akan membuat sayatan kecil di dekat varises, kemudian memasukkan kateter kecil ke dalam vena. Perangkat di bagian ujung kateter akan memanaskan bagian dalam vena dan menutupnya. Setelah pembuluh vena tertutup, darah akan mengalir secara alami melalu pembuluh vena lain yang sehat.
    • Ambulatory phlebectomy. Dokter akan membuat sayatan kecil di kulit untuk menghilangkan varises berukuran kecil. Prosedur ini biasanya digunakan untuk menghilangkan varises yang dekat dengan permukaan kulit.
    • Transenduminated power phlebectomy. Prosedur pengobatan dengan memasukkan serat optik yang dilengkapi cahaya ke bawah kulit. Melalui serat optik ini, dokter akan menyuntikkan larutan garam dan memasukkan sebuah jaringan untuk memotong vena yang mengalami varises.
    • Ligasi pembuluh vena. Tindakan operasi yang dilakukan dengan mengikat dan mengangkat pembuluh vena melalui sayatan kecil. Pengangkatan pembuluh vena tidak akan memengaruhi sirkulasi darah di kaki karena pembuluh vena dalam akan menjaga pasokan darah dalam jumlah besar.
    • Endoskopi pembuluh vena (endoscopic vein surgery). Tindakan ini umumnya dilakukan jika varises telah menyebabkan ulkus di bagian tungkai dan jika metode pengobatan lain tidak efektif. Dokter akan menggunakan tabung elastis berkamera yang dimasukkan ke dalam kaki. Melalui alat ini, dokter akan memperoleh gambaran visual kondisi varises, kemudian menutup dan mengangkat jaringan vena melalui sayatan kecil.

Pencegahan Varises

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya varises. Di antaranya adalah:

  • Berolahraga secara rutin
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah garam
  • Hindari menggunakan sepatu hak tinggi untuk jangka waktu yang lama
  • Hindari berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, dan usahakan untuk bergerak tiap 30 menit
  • Gunakan bantal untuk menyangga kaki ketika berbaring sehingga posisi kaki lebih tinggi