Visus mata adalah kemampuan mata untuk melihat dengan jelas, baik objek yang berada di jarak dekat maupun jauh. Ketajaman penglihatan ini menjadi indikator dalam pemeriksaan kesehatan mata, sehingga penting untuk menjaganya agar kualitas hidup tetap baik.

Secara sederhana, visus mata menggambarkan seberapa jelas Anda dapat membaca huruf, angka, atau melihat objek di sekitar. Pemeriksaan visus mata biasanya dilakukan menggunakan papan Snellen di klinik atau rumah sakit, di mana Anda akan diminta membaca barisan huruf dari jarak tertentu.

Visus Mata, Pentingnya Ketajaman Penglihatan sebagai Indikator Mata Sehat - Alodokter

Jika hasilnya tidak normal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada mata yang perlu segera ditangani.

Di Indonesia, penurunan visus mata sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan atau akibat kelelahan. Padahal, perubahan pada tajam penglihatan bisa menjadi tanda gangguan mata yang lebih serius, seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropia), hingga katarak.

Pemeriksaan Visus Mata dan Hasilnya

Pemeriksaan visus mata merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mata Anda. Hasil pemeriksaan visus mata biasanya dituliskan dalam bentuk pecahan, seperti 6/6, 6/12, atau 6/60. 

Angka pertama menunjukkan jarak tempat Anda berdiri dari papan Snellen (dalam meter), sedangkan angka kedua menunjukkan jarak seseorang dengan penglihatan normal dapat membaca baris yang sama.

Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai hasil pemeriksaan visus mata:

1. 6/6: ketajaman penglihatan normal

Hasil 6/6 menandakan bahwa Anda dapat membaca barisan huruf pada papan Snellen dari jarak 6 meter, sama seperti orang dengan penglihatan normal. Ini berarti visus mata Anda berada di kisaran optimal dan seluruh detail objek dapat terlihat jelas tanpa bantuan alat bantu penglihatan. 

Pemeriksaan dengan hasil 6/6 biasanya menunjukkan tidak ada masalah dalam sistem optik mata, seperti kornea, lensa, maupun retina. Orang dengan visus mata 6/6 dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kesulitan, mulai dari membaca tulisan kecil, mengemudi, atau melihat benda di kejauhan.

2. 6/12: penglihatan mulai berkurang

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan 6/12, artinya Anda hanya bisa membaca baris yang seharusnya bisa dibaca oleh orang bermata normal dari jarak 12 meter, tetapi Anda membacanya dari jarak 6 meter. Kondisi ini sering ditemukan pada orang dengan gangguan refraksi ringan, seperti rabun jauh (miopi) atau silinder ringan (astigmatisme). 

Pada tingkat ini, biasanya Anda mulai mengalami keluhan, seperti tulisan tampak buram atau sulit melihat jelas dari jarak tertentu, misalnya melihat papan tulis di kelas atau papan petunjuk jalan. 

Meski gejalanya masih ringan, pemeriksaan lebih lanjut tetap dianjurkan, karena koreksi dengan kacamata atau lensa kontak dapat membantu tajam penglihatan kembali optimal.

3. 6/60: gangguan penglihatan berat

Hasil visus mata 6/60 menandakan gangguan ketajaman penglihatan yang serius. Anda hanya dapat membaca baris tertentu pada papan Snellen dari jarak 6 meter, padahal orang dengan penglihatan normal bisa membacanya dari jarak 60 meter. 

Kondisi ini umumnya terjadi akibat gangguan refraksi berat yang tidak dikoreksi, katarak, masalah pada retina, atau penyakit mata lain yang mengganggu transmisi cahaya hingga otak. Penderita biasanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan, seperti membaca, mengemudi, bahkan membedakan wajah orang di kejauhan. 

Hasil 6/60 menjadi indikator bahwa visus mata Anda sangat perlu evaluasi dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pemeriksaan hasil visus mata membantu dokter menentukan jenis penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda, mulai dari pemberian kacamata, penggunaan lensa kontak, hingga tindakan medis lanjutan jika ada masalah yang lebih serius pada jaringan mata. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi dapat dihindari.

Faktor yang Mempengaruhi Visus Mata

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi visus mata, baik sementara maupun permanen, di antaranya:

1. Gangguan refraksi 

Gangguan refraksi, seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme, menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus tepat di retina, sehingga pandangan menjadi buram, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan kacamata atau lensa kontak yang sesuai.

2. Penyakit mata

Beragam penyakit mata, mulai dari katarak, glaukoma, dan degenerasi makula, menjadi penyebab penurunan visus mata. 

Katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh, sedangkan glaukoma merusak saraf optik dan degenerasi makula memengaruhi pusat penglihatan. Ketiga kondisi ini umumnya dialami seiring bertambahnya usia dan dapat memicu penurunan ketajaman penglihatan secara signifikan.

3. Infeksi atau peradangan pada mata

Infeksi bakteri, virus, atau jamur serta peradangan seperti konjungtivitis atau uveitis dapat membuat mata merah, nyeri, dan pandangan menjadi kabur. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi atau peradangan bisa menyebabkan komplikasi permanen pada visus mata.

4. Cedera pada area mata

Benturan, goresan, atau luka pada mata dapat merusak lapisan pelindung mata, lensa, atau retina dan mengakibatkan penurunan tajam penglihatan. Penanganan medis segera sangat penting agar fungsi visus mata dapat dipulihkan.

5. Komplikasi dari penyakit kronis

Penyakit kronis, seperti diabetes, yang tidak terkontrol dapat menyebabkan retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah di retina yang berdampak pada penurunan visus mata. Kondisi ini berkembang secara perlahan dan bisa menyebabkan kebutaan jika tidak segera diobati.

Selain itu, kebiasaan lain, seperti membaca sambil tiduran, pencahayaan ruangan yang kurang, atau terlalu lama menatap layar gadget juga bisa memperburuk visus mata secara perlahan.

Cara Menjaga Visus Mata Tetap Sehat

Menjaga kesehatan visus mata dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah sederhana berikut ini bisa membantu Anda mempertahankan visus mata yang optimal:

  • Mengonsumsi makanan bergizi, terutama sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, dan E
  • Membatasi penggunaan gadget dan mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan memandang ke arah jauh
  • Menggunakan kacamata pelindung saat berkendara atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi
  • Melakukan pemeriksaan visus mata secara rutin, minimal satu kali dalam setahun, terutama jika memiliki riwayat gangguan mata di keluarga
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Meminimalkan paparan debu atau polusi

Jika Anda mengalami perubahan visus mata secara tiba-tiba, mata merah yang tidak kunjung membaik, atau rasa sakit pada mata, segera konsultasikan ke dokter. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada visus mata yang memerlukan penanganan segera.

Menjaga visus mata sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Untuk gangguan visus mata karena kelainan refraksi, penggunaan kacamata atau lensa kontak umumnya diperlukan. Anda juga bisa mencoba opsi lain, misalnya LASIK.

Apabila mengalami gejala penurunan visus mata, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai. Pemeriksaan dan penanganan sejak awal dapat membantu mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas Anda.