Cedera kepala adalah segala jenis cedera yang terjadi di kepala, mulai dari kulit kepala, tengkorak, hingga otak. Cedera kepala perlu diperiksakan ke dokter karena mungkin dapat berakibat fatal dan memerlukan penanganan segera.

Cedera kepala terbagi menjadi cedera kepala ringan, sedang, dan berat. Cedera kepala bisa terjadi karena banyak hal, tetapi penyebab cedera kepala yang paling umum adalah kecelakaan lalu lintas, olahraga, terjatuh, terbentur, dan kekerasan fisik.

Waspadai Cedera Kepala dan Risiko Fatal di Baliknya - Alodokter

Risiko Fatal Cedera Kepala

Risiko fatal atau mengancam nyawa biasanya terjadi pada kasus cedera kepala berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa terjadi akibat cedera kepala berat dan mengancam nyawa seseorang:

 

1. Hematoma

 

Cedera kepala bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang ada di sekitar otak atau tulang tengkorak bagian dalam. Akibatnya, darah mengumpul atau membeku di celah antara otak dan tulang tengkorak, lalu membentuk hematoma (bekuan darah).

Hematoma yang terjadi di dalam kepala, misalnya epidural hematoma, adalah kondisi yang sangat serius. Kondisi ini bisa meningkatkan tekanan dalam tengkorak, kemudian mengakibatkan hilangnya kesadaran atau bahkan kerusakan otak permanen.

 

2. Perdarahan otak

 

Perdarahan otak juga merupakan salah satu risiko fatal akibat cedera kepala. Perdarahan bisa terjadi di ruang sekitar otak (perdarahan subarachnoid) atau di dalam jaringan otak (perdarahan intraserebral).

Perdarahan bisa mengakibatkan pembengkakan jaringan otak yang berada di sekitar perdarahan. Bengkaknya satu bagian otak bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah ke sana. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan matinya sel-sel di otak.

3. Pembengkakan otak

Pembengkakan otak atau edema serebri bisa terjadi akibat perdarahan yang disebabkan oleh cedera kepala atau karena benturan kepala itu sendiri. Pembengkakan jaringan otak akan bisa meningkatkan tekanan di dalam tengkorak, sehingga aliran darah dan oksigen yang seharusnya diterima otak menjadi menurun.

Bila tidak segera ditangani, ukuran otak yang membengkak bisa semakin membesar hingga otak terdesak oleh tulang tengkorak. Jika sudah demikan, kerusakan atau kematian sel-sel otak bisa terjadi.

 

4. Patah tulang tengkorak

 

Tulang tengkorak yang sangat kokoh juga bisa retak atau bahkan patah akibat benturan atau guncangan yang sangat kuat. Patahnya tulang tengkorak bisa menyebabkan luka dan perdarahan pada jaringan otak.

 

5. Kerusakan jaringan otak menyeluruh

 

Cedera kepala yang berat juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak secara menyeluruh atau diffuse axonal injury yang merupakan akibat paling berbahaya dari cedera kepala. Jika terjadi, ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kerusakan otak permanen bahkan kematian.

Gejala Cedera Kepala Berat

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda waspadai karena bisa saja menandakan terjadinya cedera kepala berat:

  • Muntah
  • Kejang
  • Hilang ingatan
  • Hilang kesadaran
  • Hilang kendali otot
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Gerakan mata yang tidak normal
  • Ketidakmampuan memfokuskan mata
  • Masalah keseimbangan atau koordinasi
  • Perubahan suasana hati
  • Keluarnya cairan bening dari telinga atau hidung

Gejala cedera kepala berat seperti di atas bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Kendati demikian, gejala cedera kepala pada anak mungkin muncul dalam bentuk yang agak berbeda, misalnya menangis secara berlebihan, perubahan perilaku, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan mudah mengantuk. 

Cara Mencegah Cedera Kepala

Guna menghindari risiko fatal akibat cedera kepala, sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera kepala dengan beberapa cara berikut: 

  • Kenakan helm setiap kali mengendarai motor, bersepeda, menggunakan sepatu roda, dan aktivitas sejenis lainnya. Pastikan helm yang Anda dan anak kenakan mengikuti standar keamanan dan terpasang dengan benar. 
  • Kenakan sabuk pengaman saat berkendara di dalam mobil. 
  • Ciptakan rumah yang aman untuk anak dan lansia
  • Kenakan perlengkapan pengaman saat berolahraga dan berekreasi yang berisiko jatuh, seperti arung jeram dan flying fox. 
  • Baca dan patuhi petunjuk standar keselamatan di mana saja, baik dalam perjalanan, di tempat rekreasi, maupun di tempat umum lainnya. 
  • Lakukan latihan kekuatan otot dan keseimbangan untuk meningkatkan keseimbangan diri.
  • Periksa mata setidaknya setahun sekali dan perbarui kacamata bila diperlukan, untuk menghindari risiko jatuh atau kecelakaan.

Sebagai organ vital, sudah selayaknya kepala mendapat perlindungan dan perhatian yang lebih agar terhindar dari risiko yang berbahaya. Dengan senantiasa berperilaku hati-hati dan mengutamakan keselamatan, Anda dapat mengurangi risiko fatal cedera kepala.

Bila Anda atau orang yang Anda kenal mengalami benturan pada kepala yang cukup keras dan muncul gejala-gejala cedera kepala berat seperti di atas, segera kunjungi IGD atau dokter terdekat agar bisa mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat.