Xantia adalah suplemen untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan mata, serta mendukung daya tahan tubuh. Xantia tersedia dalam bentuk kapsul dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Meski demikian, penggunaannya tetap disarankan untuk dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Astaxanthin dalam Xantia berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga sering digunakan untuk menunjang kesehatan selama menjalani aktivitas sehari-hari. Senyawa ini juga dipercaya dapat membantu menjaga elastisitas kulit dan mendukung fungsi penglihatan.

Apa Itu Xantia
| Bahan Aktif | Astaxanthin |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Suplemen |
| Manfaat | Membantu mengurangi peradangan serta menunjang daya tahan tubuh dan kesehatan mata, jantung, serta kulit. |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Xantia untuk ibu hamil | Kategori N: Belum dikategorikan.Suplemen ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter. |
| Xantia untuk ibu menyusui | Belum ada informasi yang cukup mengenai apakah astaxanthin dalam Xantia dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Xantia
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi Xantia, di antaranya:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki sebelum mengonsumsi Xantia. Hindari obat ini jika Anda alergi terhadap astaxanthin, karotenoid lain seperti canthaxanthin, atau makanan laut seperti udang, salmon, dan lobster.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit autoimun, osteoporosis, hipokalsemia, gangguan kelenjar paratiroid, gangguan hormonal, atau tekanan darah rendah.
- Jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Xantia.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Xantia.
Dosis dan Aturan Pakai Xantia
Hingga saat ini, dosis pasti astaxanthin dalam Xantia untuk mengatasi kondisi medis tertentu belum ditetapkan secara resmi. Namun, secara umum, suplemen ini biasanya dikonsumsi dalam dosis 4–18 mg per hari, dengan penggunaan maksimal hingga 12 minggu.
Jika Anda ragu mengenai dosis yang tepat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan jawaban cepat dan akurat seputar penggunaan suplemen ini.
Cara Menggunakan Xantia Dengan Benar
Sebelum mengonsumsi suplemen Xantia, pastikan Anda membaca informasi dan aturan pemakaian yang tercantum pada kemasan. Perhatikan dosis yang dianjurkan serta jarak waktu antar konsumsi agar suplemen bekerja secara efektif dan aman. Berikut penjelasannya:
- Konsumsilah Xantia sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul Xantia secara utuh dengan air putih, tanpa membelah, mengunyah, atau menghancurkannya.
- Lakukan kontrol kesehatan sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau.
- Sertailah penggunaan Xantia dengan gaya hidup sehat, seperti menerapkan pola makan bergizi dan berolahraga secara rutin, agar hasil pengobatan lebih optimal.
- Konsumsilah Xantia pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati waktu konsumsi berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis.
- Jangan menggunakan Xantia yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Simpanlah Xantia di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Xantia Dengan Obat Lain
Informasi mengenai interaksi Xantia dengan obat lain masih terbatas. Namun, ada beberapa interaksi yang perlu diperhatikan, di antaranya:
- Penurunan efektivitas dengan ketamine, phenobarbital, dexamethasone, diltiazem, verapamil, etoposide, ketoconazole, fentanyl, losartan, atau ondansetron
- Penurunan efektivitas obat imunosupresan
- Penurunan efektivitas obat golongan 5-alpha-reductase inhibitor, seperti finasteride atau dutasteride
- Peningkatan risiko hipotensi, ketika digunakan bersama obat antihipertensi
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan Xantia bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Xantia
Penggunaan Xantia umumnya aman bila dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul antara lain:
- Nyeri perut ringan
- Kembung
- Perubahan warna tinja
Konsultasikan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.
Hentikan penggunaan Xantia dan segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
- Gangguan fungsi ginjal atau hati berpotensi terjadi jika suplemen digunakan dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan dokter.