Keindahan Jatuh Cinta di Balik Kehidupan Pernikahan yang Sehat

Jatuh cinta kerap diterjemahkan sebagai perasaan bahagia. Sebagian orang memiliki hubungan yang penuh cinta dengan hasrat yang menggebu-gebu. Terkadang hasrat yang dirasakan begitu tinggi, tapi di lain waktu bisa begitu rendah. Jatuh cinta yang semacam ini justru bisa memicu stres. Sebaliknya, hubungan sehat dengan perasaan cinta yang terjaga dan stabil untuk jangka panjang berpotensi memberikan berbagai manfaat positif untuk kesehatan, baik secara psikis maupun fisik.

Jatuh cinta yang berkualitas didorong oleh tiga faktor, yaitu komitmen, kedekatan, dan daya tarik-menarik atau atraksi. Sejumlah penelitian mengungkapkan adanya keterkaitan antara perasaan cinta yang berkualitas dengan kondisi kesehatan yang baik.

Keindahan Jatuh Cinta di Balik Kehidupan Pernikahan yang Sehat - Alodokter

Sementara itu, hubungan cinta yang tidak berkualitas salah satunya didorong oleh faktor pengekangan kepada pasangan sehingga dia merasa terisolasi dari kehidupan sosial. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya tingkat depresi yang bisa dialami pasangan.

Oleh karena itu, peliharalah hubungan cinta dengan rasa saling percaya, mengutamakan kejujuran, menjaga komitmen, serta tetap menghargai dan melindungi satu sama lain. Melalui hubungan yang baik, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat jatuh cinta.

Kesehatan Mental

Hubungan jangka panjang yang penuh cinta, seperti pernikahan, dapat mengaktifkan beberapa bagian otak, di antaranya area yang bertanggung jawab kepada ikatan emosional dan area yang bertanggung jawab kepada rasa penghargaan (reward). Area yang kedua disebut juga area dopamin karena memberikan respons yang sama seperti ketika seseorang memenangkan banyak uang. Hubungan yang berkualitas juga dapat mengurangi aktivitas otak yang bertanggung jawab kepada kecemasan. Orang yang menikah dan bertahan dalam pernikahannya dapat menurunkan tingkat depresi serta menurunkan kemungkinan mengonsumsi narkoba atau minuman beralkohol.

Sementara itu, hubungan menggebu-gebu seperti pasangan muda hanya mengaktifkan area dopamin pada otak. Hubungan seperti ini kemungkinan bersandar kepada faktor atraksi, yaitu getaran ketertarikan secara fisik atau seksual kepada pasangan. Hasilnya biasanya adalah perasaan kesenangan dan hasrat seksual, bukan cinta sejati. Ketika Anda baru memulai suatu hubungan, normal jika Anda merasakan kondisi ini. Anda dapat meneruskan hubungan ke tahap perasaan cinta yang lebih mendalam atau sebaliknya, berhenti pada tahap ini.

Kesehatan Fisik

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa orang yang menjalani pernikahan dengan baik cenderung memiliki kondisi kesehatan yang baik pula, sehingga memungkinkan pengurangan risiko frekuensi perawatan di rumah sakit atau kunjungan ke dokter. Hal ini kemungkinan didorong oleh perhatian dan motivasi dari pasangan untuk hidup lebih sehat, seperti menjaga kebersihan gigi dan mulut serta menjalani pola makan yang sehat dan seimbang. Pernikahan yang berjalan bahagia juga ikut berkontribusi kepada tekanan darah yang normal. Sementara pernikahan yang berjalan buruk dapat mengundang hipertensi.

Pasangan suami istri yang bahagia juga memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang flu dan pilek. Perasaan bahagia dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Di samping itu, ketika pasangan dari pernikahan yang bahagia jatuh sakit, mereka cenderung sembuh dua kali lipat lebih cepat dibandingkan pasangan yang tidak bahagia.

Pada akhirnya, kehidupan pernikahan yang bahagia mengarahkan Anda berumur lebih panjang karena merasa dicintai dan terhubung dengan orang-orang terkasih. Buatlah pasangan merasa dicintai dengan saling bersikap jujur, menghormati, dan memberikan kepercayaan yang berkualitas.

Untuk menambah kebahagiaan Anda dan pasangan, tidak ada salahnya untuk menyatakan kepada pasangan bahwa Anda akan berjuang demi dirinya dan tidak akan membiarkannya menderita. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pernyataan ini dapat membuat pernikahan berjalan lebih bahagia, tentunya yang disertai dengan kesetiaan dan menjaga kualitas hubungan.