Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Kering

Vagina kering dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Selain itu, juga dapat menyebabkan kesulitan untuk berjalan atau berolahraga.

Vagina yang normal akan terasa lembap karena memiliki pelumas alami yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim. Dengan adanya pelumas alami, vagina tidak terasa nyeri saat berhubungan seksual. Pelumas berupa cairan jernih tersebut juga bertugas melindungi vagina dari infeksi dan menjaga vagina agar bersih dengan cara mengalirkan darah menstruasi maupun sel-sel mati ke luar vagina.

Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Kering - Alodokter

Pada kondisi vagina kering, penderita dapat merasakan vagina terasa gatal atau seperti terbakar. Vagina yang kering mempunyai lapisan yang lebih tipis dan kering, kehilangan kelenturan atau elastisitas, serta menimbulkan iritasi akibat vagina kurang asam.

Penyebab Vagina Kering

Jumlah pelumas alami yang dibutuhkan vagina dapat optimal selama kadar hormon estrogen cukup. Estrogen juga berfungsi menjaga lapisan vagina tetap elastis, tebal, dan sehat.

Namun, pada masa menopause produksi hormon estrogen mulai berkurang dan secara bertahap berhenti. Hal ini terjadi pada lebih dari 50% perempuan berusia 51-60 tahun. Menurunnya kadar hormon estrogen menyebabkan atrofi vagina, yaitu kondisi vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Selain itu, jumlah pelumas alami yang tersedia ikut menurun sehingga membuat vagina kering.

Selain faktor menopause, vagina yang kering juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi umum seperti berikut.

  • Kurang melakukan pemanasan atau foreplay sebelum melakukan hubungan intim.
  • Memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan atau lingkungan sosial.
  • Stres.
  • Merasa cemas.
  • Menggunakan produk kebersihan tertentu seperti sabun yang keras ataupun spray.
  • Vagina terkena detergen.
  • Vagina terkena bahan kimia seperti bahan kimia yang ada di pemandian air panas atau kolam renang.
  • Baru melahirkan atau sedang menyusui.
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur atau ovarium.
  • Menjalani perawatan untuk kanker seperti kemoterapi atau radioterapi.
  • Mengonsumsi antidepresan tertentu ataupun obat-obatan dekongestan.
  • Memiliki alergi.
  • Menderita diabetes.
Langkah Penanganan Vagina Kering

Berikut ini adalah beberapa cara menangani vagina kering. Namun sebelum melakukan langkah-langkah tersebut, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Menggunakan Pelumas

Pelumas berbahan dasar air biasnya efektif untuk beberapa jam. Gunanya, selain untuk melembapkan vagina juga untuk memudahkan pembukaan vagina. Pelumas yang berbentuk krim biasanya dapat bertahan hingga seharian.

Menggunakan Pelembap Vagina

Pelembap efektif untuk mengurangi kekeringan pada vagina selama beberapa hari dengan satu kali pemakaian.

Menggunakan Cincin Estrogen Vagina

Benda lembut berbentuk cincin ini akan dimasukkan ke dalam vagina. Nantinya cincin akan melepaskan hormon estrogen secara bertahap dan konstan ke jaringan vagina. Cincin butuh diganti setiap 12 minggu.

Menggunakan Tablet Estrogen Vagina

Tablet ini bukan untuk diminum. Penggunaannya yaitu dengan memasukkan tablet ke dalam vagina, satu kali dalam sehari selama dua minggu pertama. Setelah itu, Anda dapat menggunakannya dua minggu sekali hingga tidak lagi membutuhkannya.

Menggunakan Krim Estrogen Vagina

Anda dapat menggunakan aplikator untuk mengoleskan krim ke dalam vagina. Krim digunakan setiap hari selama 1-2 minggu, kemudian kurangi frekuensinya menjadi 1-3 kali seminggu atau sesuai rekomendasi dokter.

Terapi Hormon

Terapi ini dianjurkan untuk wanita yang mengalami vagina kering karena perubahan hormon. Terapi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu oral atau minum pil, dan transdermal atau mengaplikasikan hormon pada kulit agar terserap ke dalam tubuh.

Metode transdermal biasanya menggunakan spray maupun patch. Transdermal tidak berdampak pada hati, sedangkan cara oral dapat berdampak pada hati karena pil estrogen yang masuk ke dalam tubuh harus melewati hati.

Perlu diketahui bahwa terapi hormon memiliki risiko. Penelitian jangka panjang menemukan bahwa konsumsi pil hormon estrogen dapat meningkatkan risiko stroke serta kanker endometrium atau lapisan rahim pada wanita pascamenopause. Sementara itu, konsumsi pil kombinasi hormon estrogen dan progesteron meningkatkan risiko terkena serangan jantung, kanker payudara, dan stroke dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengonsumsinya.

Konsumsi Kedelai

Kedelai kaya akan kandungan isoflavon yang bekerja seperti hormon estrogen, tetapi lebih jinak. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kedelai diduga dapat memperbaiki gejala vagina kering, tetapi hingga kini penelitian tentang hal itu masih dikembangkan.

Semua jenis produk estrogen dapat memiliki efek samping seperti perdarahan pada vagina dan nyeri pada payudara. Di samping itu, cincin, krim, maupun tablet vagina tidak dianjurkan untuk wanita yang memiliki riwayat kanker endometrium, pernah mengalami perdarahan vagina, menderita kanker payudara, wanita hamil maupun ibu menyusui.

Untuk menjaga vagina lebih lembap, cobalah gunakan pelembap vagina maupun pelumas berbahan dasar air. Dengan begitu, Anda juga bisa melakukan hubungan seksual dengan lebih relaks. Anda juga dianjurkan untuk menghindari penggunaan busa mandi, sabun beraroma, serta losion di sekitar area sensitif vagina. Produk-produk ini bisa memperburuk kondisi vagina kering.