Berikan Terapi Wicara untuk Si Kecil pada Kondisi Ini

Saat anak memiliki kemampuan yang tidak optimal, maka kemungkinan mereka membutuhkan terapi wicara. Terapi ini merupakan metode yang bertujuan meningkatkan kemampuan bicara serta memahami dan mengekspresikan bahasa.

Selain bahasa yang bersifat verbal, terapi wicara juga mencakup bentuk bahasa nonverbal. Untuk mengoptimalkan metode ini, terapi wicara akan meliputi dua hal. Hal yang pertama dilakukan adalah mengoptimalkan koordinasi mulut agar mampu menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Olah mulut ini juga penting agar anak mampu membuat kalimat, termasuk kemampuan dalam artikulasi, kelancaran, dan pengaturan volume suara.

berikan terapi wicara untuk si kecil pada kondisi ini - alodokter

Hal kedua yang akan dikembangkan adalah pemahaman berbahasa dan upaya mengekspresikan bahasa. Hal ini dilakukan untuk membantu anak berekspresi saat menggunakan media lain dalam berbahasa. Media-media ini bisa berupa tulisan, gambar, gerak tubuh, media sosial, komputer, dan ponsel pintar. Bahkan, terapi wicara kini telah makin meluas seiring diikutkannya aspek-aspek terkait gangguan makan.

Gangguan Komunikasi yang Membutuhkan Penanganan Terapi Wicara

Pada dasarnya, gangguan komunikasi yang bisa menimpa anak dan membutuhkan terapi wicara adalah terganggunya kemampuan bicara anak. Gangguan bicara yang mungkin membutuhkan terapi wicara adalah:

  • Kelancaran bicara anak yang Yang termasuk ke dalam gangguan jenis ini adalah gagap. Gangguan ini bisa berupa terjadinya pengulangan suku kata atau ucapan yang terhenti pada huruf-huruf tertentu.
  • Terganggunya artikulasi, yaitu kesulitan anak dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu secara jelas. Kedua kondisi semacam ini menyebabkan orang lain yang mendengar tidak mampu memahami apa yang dikatakannya.
  • Ketidakjelasan suara atau resonansi. Gangguan jenis ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang muncul saat anak berbicara. Biasanya ditandai dengan gangguan pada kualitas volume atau ketidakjelasan suara yang keluar dari mulut Si Kecil. Gangguan tersebut kemudian membuat lawan bicara tidak bisa menangkap perkataan anak dengan jelas.

Selain gangguan yang terkait pengucapan, terapi wicara juga mungkin dibutuhkan bagi anak-anak yang mengalami gangguan dalam menerima perkataan orang lain maupun mengekspresikan bahasa. Gangguan dari jenis ini antara lain:

  • Kesulitan menempatkan kata secara bersama-sama untuk membentuk kalimat. Rendahnya jumlah kosa kata yang dimiliki serta kesulitan menempatkan kata-kata secara tepat di dalam suatu pembicaraan.
  • Pada umumnya, penderita mengalami gangguan pada kemampuan komunikasi kognitif. Kesulitan ini mempengaruhi kemampuan dalam menyatukan, mengatur, dan memecahkan permasalahan yang dia hadapi. Selain itu, anak turut mendapat kesulitan ketika berkomunikasi akibat adanya gangguan memori, perhatian, dan persepsi.
  • Kesulitan memahami atau mengolah bahasa.
  • Autisme. Terapi wicara mungkin juga dibutuhkan oleh anak yang mengalami gangguan autisme. Autisme berpotensi membuat penderita mengalami gangguan bicara dan berkomunikasi nonverbal. Jika hal ini terjadi, maka terapi wicara bisa memainkan peranan kunci untuk pengobatan autisme.

Selain untuk mengatasi gangguan kemampuan anak dalam berbahasa, terapi ini bisa diterapkan kepada anak-anak penderita penyakit tertentu, misalnya disfagia. Gangguan yang dimaksud adalah masalah saat mengunyah, menelan, batuk saat makan, tersedak ketika makan, dan susah menerima makanan. Gangguan ini sendiri biasa dikenal dengan istilah disfagia.

Agar tidak terlambat, sebaiknya gangguan pada anak bisa diantisipasi orang tua lebih awal sehingga penanganan terapi wicara dapat dilakukan sedini mungkin. Misalnya saja, jika anak pada usia enam bulan belum bisa mengucapkan suara vokal maka sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter. Periksakan anak ke dokter juga jika dia belum bisa mengucapkan satu kata pun di usia 15 bulan.