Colistin

Pengertian Colistin

Colistin adalah obat antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri tertentu, khususnya bakteri gram negatif. Obat ini bekerja dengan membunuh dan menghentikan perkembangan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Biasanya, obat ini digunakan oleh para penderita fibrosis kistik (cystic fibrosis) dengan cara dihirup.

Selain dengan cara dihirup, colistin juga bisa digunakan dengan cara disuntikkan di pembuluh darah. Metode suntikan diberikan terutama oada kasus infeksi gram negatif yang parah. Meski obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, dan umumnya diberikan untuk kasus infeksi saluran penceranaan dan sterilisasi usus.

Colistin alodokter

Tentang Colistin

Golongan Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat §  Mengatasi infeksi dada (saluran pernapasan) yang dialami oleh penderita fibrosis kistik.§  Mengobati infeksi saluran cerna

§  Sterilisasi usus

§  Mengobati infeksi parah akibat bakteri gram negatif

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak (di atas dua tahun)
Bentuk obat Kapsul, serbuk yang dihirup, dan suntik

Peringatan:

  • Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau sedang menyusui, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan ginjal, porfiria (suatu gangguan darah turunan) dan myasthenia gravis (suatu kondisi yang menyebabkan otot menjadi lemah).
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen diet. Jangan gunakan colistin jika sedang mengonsumsi obat yang mengandung sodium cephalothin karena bisa meningkatkan risiko gangguan pada ginjal.
  • Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap obat atau makanan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Colistin

Kondisi Metode Pemberian Dosis (dalam satuan international/IU)
Kistik fibrosis Nebulisasi (dihisap) Dewasa dan anak di atas 2 tahun: 1-2 juta unit (1-2 vial) dua hingga tiga kali sehari
Infeksi saluran cerna, sterilisasi usus Oral Dewasa: 1.5-3 juta unit, tiga kali sehariAnak dengan berat badan >15kg: 0.75-1.5 juta unit, tiga kali sehari
Infeksi parah akibat bakteri gram negatif Suntikan intravena atau intramuskular Dewasa: 2.5-5 mg/kg/hari, dibagi menjadi 2-4 dosis pemberian.Anak: 2.5 mg/kg/hari, dibagi menjadi 2-4 dosis pemberian.

Penentuan dosis colistin akan disesuaikan dengan jenis infeksi, tingkat keparahannya, serta riwayat, dan kondisi kesehatan pasien. Oleh sebab itu, dosis untuk setiap pasien umumnya berbeda-beda.

Menggunakan colistin dengan benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan colistin sebelum mulai menggunakannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jeda waktu ini disesuaikan dengan metode pengobatan yang digunakan, apakah menggunakan nebuliser atau dengan alat hirup lainnya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan colistin, disarankan segera menggunakannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. Jangan memberikan obat ini kepada orang lain meski mengalami kondisi yang sama, tanpa sepengetahuan dokter.

Jangan langsung berhenti menggunakan obat ini meskipun badan terasa mulai membaik, kecuali memang sudah sesuai dengan anjuran dan resep yang diberikan oleh dokter. Hal ini dilakukan agar bakteri penyebab infeksi tidak datang lagi.

Colistin mungkin dapat membuat Anda menjadi pusing. Oleh karena itu, jangan mengemudi saat sedang menggunakan colistin. Pastikan Anda selalu memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama menggunakan colistin agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Kenali efek samping dan bahaya colistin

Penggunaan colistin berpotensi menyebabkan efek samping. Namun seiring dengan penyesuaian tubuh, efek samping biasanya akan mereda. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum terjadi:

  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Perubahan suara
  • Sakit perut
  • Gatal-gatal

Selain itu, ada pula beberapa efek samping yang cukup berat, meskipun jarang terjadi. Antara lain reaksi alergi yang parah (bengkak di wajah dan lidah, sesak nafas, dada terasa terikat), tinja berdarah atau berwarna hitam, produksi urine berkurang, atau sesak nafas.

Segera temui dokter apabila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas untuk mendapat penanganan yang tepat.