Gelatin: Kandungan, Manfaat dan Mewaspadai Reaksi Alerginya

Gelatin banyak digunakan dalam industri makanan dan kesehatan, termasuk vaksin. Namun ada kalanya, bahan ini bisa mendatangkan reaksi alergi.

Gelatin adalah protein yang terbuat dari hewan yang mengandung kolagen, yaitu material yang membentuk tulang dan tulang rawan. Umumnya, gelatin didapatkan dari tulang dan bagian kulit yang tersembunyi dari sapi dan babi, serta kulit ikan.

gelatin-alodokter

Ini mengapa gelatin sering digunakan untuk menangani rheumatoid arthritis, osteoporosis, osteoarthritis, menguatkan sendi dan tulang, serta menurunkan berat badan. Sebagian orang juga menggunakan gelatin untuk mempercepat pemulihan setelah olahraga atau cedera, dan juga untuk meningkatkan kualitas rambut. Padahal sebenarnya belum ada hasil penelitian yang cukup akurat untuk membuktikan efektivitas bahan ini untuk menangani kondisi-kondisi tersebut.

Dalam industri makanan, gelatin banyak digunakan pada permen, yogurt, jeli, minuman anggur (wine) dan jus, dan hidangan penutup yang dibekukan. Di samping itu, juga gelatin digunakan untuk produksi kosmetik, makanan, dan obat-obatan, hingga bahan kapsul obat. Gelatin juga digunakan sebagai salah satu kandungan dalam cairan infus koloid.

Walaupun ada kalanya menimbulkan ketidaknyamanan di perut seperti nyeri ulu hati, perut kembung, rasa penuh pada perut, dan sendawa, tetapi gelatin umumnya aman dikonsumsi sebagian besar orang.

Meski demikian, ternyata beberapa orang perlu mewaspadai konsumsi gelatin karena kondisi tertentu.

Alergi Gelatin dan Vaksin

Alergi atau sensitivitas terhadap gelatin kadang terdeteksi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, contohnya marshmallow. Oleh karena itu, berhati-hatilah jika makanan seperti marshmallow atau pun permen kenyal membuat lidah Anda atau anak terasa gatal atau bahkan membengkak. Jika diperlukan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya alergi.

Hal ini penting saat Anda akan mendapatkan vaksin tertentu yang dapat mengandung gelatin, seperti vaksin flu. Selain terkandung dalam produk farmasi, gelatin digunakan untuk menstabilkan vaksin hidup. Terdapat beberapa kasus yang mengungkap adanya anak-anak yang mengalami reaksi alergi terhadap kandungan gelatin dalam vaksin seperti MMR.

Reaksi alergi ini dapat terjadi ketika seseorang menghirup atau mendapat suntikan vaksin yang mengandung gelatin.

Di Indonesia, hal ini beberapa kali menjadi bahan pembicaraan hangat karena yang digunakan dalam vaksin adalah gelatin babi. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LP POM MUI) menyatakan bahwa vaksin meningitis Mencevac ACW135Y diperbolehkan karena darurat. Namun pada tahun 2010, peredaran vaksin ini dihentikan karena telah ada vaksin meningitis Menveo ACW135Y yang telah mendapat sertifikasi halal dari MUI. Mencevac ACW135Y dinilai haram karena menggunakan unsur babi dalam media pertumbuhannya.

Di samping itu, meski kemungkinannya kecil, beberapa orang khawatir pemakaian gelatin dalam proses produksi karena gelatin yang digunakan dapat terkontaminasi penyakit yang menyerang jaringan tubuh hewan, seperti penyakit sapi gila.

Kadar gelatin yang aman bagi tubuh manusia belum diketahui secara pasti, namun pasti berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, usia, dan beberapa kondisi lain. Ibu hamil dan ibu menyusui disarankan menghindari konsumsi produk mengandung gelatin karena belum ada penelitian tentang dosis aman gelatin pada kelompok ini.

Ingat bahwa gelatin yang terkandung dalam produk alami atau herba sekalipun belum tentu aman, sehingga penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan aturan pakai suatu produk.