Infeksi Cacing Tambang

Pengertian Infeksi Cacing Tambang

Infeksi cacing tambang adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing tambang di dalam usus kecil. Ada dua jenis cacing tambang yang sering menyerang manusia, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.

Kasus infeksi cacing tambang banyak ditemukan di negara-negara berkembang yang beriklim lembab dan memiliki sistem sanitasi yang buruk. Beberapa negara itu kebanyakan berada di wilayah di Afrika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sakit perut

Gejala Infeksi Cacing Tambang

Infeksi cacing tambang ditandai dengan kemunculan beberapa gejala berikut ini:

  • Alergi berupa rasa gatal dan ruam.
  • Sakit perut, mual, dan kram usus.
  • Demam dan kehilangan nafsu makan.
  • Diare dan terdapat darah bercampur dengan feses.
  • Batuk-batuk dan pernapasan terganggu.
  • Berat badan menurun.

Komplikasi Infeksi Cacing Tambang

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, infeksi cacing tambang bisa memicu masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Anemia.
  • Malanutrisi.
  • Kelahiran prematur.
  • Bayi kekurangan berat badan.
  • Pertumbuhan anak terhambat.

Penyebab Infeksi Cacing Tambang

Telur cacing tambang hidup di tanah yang terkontaminasi feses. Dalam 1-2 hari, telur itu akan menetas dan melepaskan larva. Larva akan tumbuh menjadi filariform dalam waktu 5-10 hari, dan bisa menempel di kulit manusia.

Seseorang bisa terinfeksi cacing tambang jika kulit mereka bersentuhan langsung dengan tanah yang menjadi tempat hidup larva cacing tambang. Misalnya saat seseorang berjalan tanpa alas kaki atau ketika anak-anak bermain tanah.

Larva cacing tambang juga bisa masuk ke dalam perut jika seseorang mengonsumsi makanan mentah atau sayur-sayuran yang terkontaminasi telur-telur cacing tambang. Apalagi jika makanan dan sayur itu tidak dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Setelah masuk ke dalam tubuh, larva cacing tambang akan terbawa aliran darah ke dalam tenggorokan, jantung, paru-paru, lalu tumbuh dan berkembang di dalam usus kecil. Mereka menempel di dinding usus dan mulai mengganggu kesehatan manusia.

Cacing tambang akan bertelur dan berkembang biak di dalam usus kecil sebelum keluar dari tubuh manusia melalui feses. Telur-telur itu akan kembali menetas di tanah yang terkontaminasi dan siklus hidup cacing tambang terus berputar.

Pengobatan Infeksi Cacing Tambang

Untuk mendiagnosis infeksi cacing tambang, dokter akan mengambil sampel feses pasien dan memeriksanya di laboratorium. Dari pemeriksaan itu, dokter akan mencari kemungkinan adanya telur-telur cacing tambang. Tingkat keparahan infeksi bisa dilihat dari berapa banyak jumlah telur-telur tersebut.

Infeksi cacing tambang umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan anthelmintik (anticacing), misalnya albendazole dan mebendazole,  Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan ini untuk dikonsumsi selama 1-3 hari. Kedua obat ini bekerja dengan cara mencegah penyerapan glukosa oleh cacing, sehingga cacing kehabisan energi dan pada akhirnya mati.

Albendazole dan mebendazole bisa menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah, sakit perut, sakit kepala, atau rambut rontok secara sementara. Namun, jika efek samping terjadi secara berkepanjangan atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita dianjurkan untuk menemui dokter kembali guna mendapatkan solusi penanganan yang tepat.

Pada pasien yang mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia, dokter akan memberikan suplemen zat besi. Selain itu, asam folat juga bisa digunakan untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Pencegahan Infeksi Cacing Tambang

Infeksi cacing tambang bisa dicegah dengan tidak menyentuh tanah secara langsung, dan menggunakan alas kaki jika berkunjung ke daerah endemik cacing tambang. Selain itu, membersihan makanan dan sayuran yang akan dikonsumsi juga bisa membantu menghindari infeksi parasit ini.

Mencuci tangan sebelum makan dan mengonsumsi air siap minum yang bersih atau matang juga diperlukan untuk mencegah penyebaran cacing tambang.