Ini Akibatnya Jika Fungsi Lidah Menurun

Tidak hanya mencicip makanan, fungsi lidah juga mencakup membantu proses berbicara, mencampur dan menelan makanan, hingga memerangi kuman penyebab penyakit.

Lidah adalah organ otot yang ada di dalam mulut. Indera perasa ini diselimuti oleh jaringan merah muda lembap bernama mukosa dan tonjolan kecil kasar yang disebut papila. Nah, permukaan papila ini dilapisi oleh ribuan ujung-ujung pengecap yang terhubung ke saraf di otak. Bayi memiliki lebih banyak ujung pengecap daripada orang dewasa.

ini akibatnya jika fungsi lidah menurun - alodokter

Inilah fungsi lidah

Sama seperti organ tubuh lainnya, lidah juga memiliki fungsi atau manfaat tersendiri. Tahukah Anda apa saja fungsi lidah? Fungsi fisiologis utama lidah adalah membantu mengunyah dan menelan makanan. Lidah juga memainkan peran penting ketika manusia berbicara dan membantu dalam pembentukan suara.

Jangan lupakan fungsi lidah lainnya sebagai indera pengecap. Lidah yang dalam peribahasa Indonesia disebut tak bertulang ini dapat merasakan empat macam rasa alami (manis, asam, pahit, asin) dan satu rasa tambahan (gurih atau umami, yang didapat dari mengecap MSG). Rasa pahit atau asam mengindikasikan jika makanan/minuman yang dikonsumsi mungkin beracun dan tidak dapat dimakan atau merupakan makanan kaya protein yang sudah membusuk. Rasa manis dan asin menandakan jika penganan tersebut kaya akan nutrisi, sedangkan rasa gurih adalah tanda makanan atau minuman sarat protein.

Dan tidak hanya sebatas itu saja, fungsi lidah juga mencakup membantu menjauhkan tubuh dari penyakit. Pada bagian belakang lidah terdapat amandel (lingual tonsil), yaitu jaringan kecil berisi sel-sel yang membantu menyaring kuman berbahaya penyebab infeksi tubuh.

Bahkan ketika kita sedang tidur, lidah juga tak hentinya memberikan manfaat bagi kita. Yaitu mendorong air liur ke dalam tenggorokan untuk ditelan. Ini dilakukan untuk mencegah air liur membanjiri bantal.

Ketika fungsi lidah menurun

Rata-rata manusia memiliki sekitar 10.000 ujung pengecap yang berganti setiap dua minggu (atau lebih) sekali. Tapi seiring berjalannya usia, ujung pengecap tidak dapat diganti. Setelah berusia 50 tahun, ujung pengecap berkurang secara bertahap hingga hanya tersisa 5.000 saja. Itu sebabnya makanan tertentu mungkin terasa lebih kuat bagi Anda daripada bagi orang tua Anda.

Menurun atau hilangnya indera perasa memang umum terjadi pada lansia sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, hal ini dapat mengakibatkan konsekuensi serius bagi kesehatan. Manis dan asin adalah perasa yang pertama hilang, akibatnya orang tua jadi lebih suka mengonsumsi makanan asin atau bergaram. Asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah hingga berisiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, kehilangan kemampuan untuk merasakan makanan tertentu juga membuat orang yang sudah tua kehilangan selera untuk makan hingga memengaruhi jumlah nutrisi yang dikonsumsi. Mereka bahkan bisa tanpa sengaja mengonsumsi makanan yang sudah basi atau mengandung bahan berbahaya, contohnya logam dalam air minum. Para lansia yang ujung pengecapnya sudah berkurang, tidak bisa mengecap atau merasakan air yang terasa seperti logam. Akibatnya, mereka berisiko terlalu banyak terpapar zat besi dan tembaga yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit Alzheimer.

Jika Anda masih muda namun merasa jika fungsi lidah berkurang atau sudah berusia lanjut dan khawatir tentang menurunnya fungsi indra pengecap, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.