Jangan Asal Pakai, Kenali Jenis Kondom dan Cara Pakainya

Kebanyakan orang masih berpikir bahwa semua kondom sama. Padahal ada banyak jenis kondom yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan atau kebutuhan. Ada yang terbuat dari lateks atau polyurethan, ada yang dilengkapi pelumas maupun tidak, ada juga yang mengandung spermisida, bahkan ada yang tersedia dengan berbagai tekstur dan aroma.

Jenis kondom diciptakan berbeda-beda untuk disesuaikan dengan pemakainya. Meskipun demikian, fungsi kondom memang sama saja. Apabila digunakan dengan benar, maka bisa melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyakit menular seksual secara efektif.

jenis kondom - alodokter

Untuk mendapatkan jenis kondom yang sesuai dengan Anda, mari perhatikan jenis-jenis kondom yang ada di pasaran berikut ini.

Jenis kondom dilihat dari bahan

Jenis kondom yang paling banyak digunakan adalah yang terbuat dari lateks. Tingkat efektivitas kondom dengan bahan ini dalam menunda kehamilan terbilang tinggi asalkan digunakan dengan benar. Sayangnya, bahan tersebut mungkin bisa menyebabkan alergi bagi sebagian pengguna.

Anda dapat mencoba kondom dengan bahan yang juga terbuat dari plastik lainnya, yaitu polyurethan atau polyisoprene. Kedua jenis kondom ini dapat melindungi Anda dari berbagai penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV, gonore, klamidia, dan herpes yang proses penularannya bisa terjadi selama melakukan aktivitas seks.

Jenis kondom dengan bahan lain yang dapat Anda gunakan adalah yang terbuat dari kulit domba. Walaupun dinamakan kulit domba, kondom jenis ini sebenarnya dibuat dari usus domba. Oleh karena itu, kondom dengan bahan ini hanya efektif dalam menunda kehamilan, tetapi tidak dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual (PMS) karena teksturnya yang berpori, sebagaimana kulit manusia.

Jenis kondom dilihat dari ukuran

Berbeda negara, berbeda pula ukuran-ukuran kondom yang dijual. Di Amerika, kondom tersedia dalam ukuran S, M, L, XL dengan panjang kondom bervariasi, yaitu antara 7-23 cm dan diameter kondom mencapai 10-14 cm. Kondom di Indonesia pada umumnya berukuran menengah yang cocok untuk penis berukuran panjang 10-18 cm dan ada juga kondom dengan ukuran lebih besar yang cocok untuk penis dengan panjang hingga 20 cm.

Jenis-jenis kondom yang lain

Perlu Anda ketahui juga bahwa ada jenis kondom dengan variasi lain, misalnya kondom yang berpelumas. Kondom ini sudah dilengkapi dengan lapisan tipis cairan. Fungsinya untuk mencegah iritasi dan rasa sakit akibat gesekan pada saat berhubungan seks serta mencegah kondom sobek. Kondom berpelumas ini membuat Anda merasa lebih nyaman. Apabila Anda menggunakan kondom yang tidak berpelumas dan membutuhkan pelumas, Anda dapat menambahkan pelumas sendiri. Pilih pelumas yang berbahan dasar air sebab pelumas yang berbahan dasar minyak menjadikan kondom lebih mudah rusak dan menurunkan tingkat efektivitas dalam menunda kehamilan.

Kondom jenis lain juga sudah dilengkapi dengan spermisida, yaitu zat pembunuh sperma. Spermisida memang dapat membantu menunda kehamilan, namun kandungan spermisida yang ditambahkan pada kondom kadang-kadang tidak cukup dalam membasmi sperma sehingga tujuan Anda dalam menunda kehamilan berisiko tidak tercapai. Agar lebih efektif, Anda disarankan untuk menggunakan spermisida yang terpisah dari kondom. Pilih spermisida yang mengandung octoxynol-9 dan hindari spermisida yang mengandung nonoxynol-9 karena ada kemungkinan mengiritasi area kelamin. Jika hal ini terjadi, maka risiko penularan penyakit seksual akan meningkat.

Jangan lewatkan jenis kondom beraroma. Jenis yang satu ini diperuntukkan Anda yang suka melakukan seks oral. Aroma dan rasa yang dapat dipilih lumayan bervariasi, yaitu rasa ceri, pisang, mentol, dan kayu manis.

Mengetahui jenis kondom yang ada di pasaran masih belum cukup. Anda juga perlu mengetahui cara memperlakukan dan menggunakan kondom dengan benar. Simak tipsnya berikut ini.

  • Baca label kemasan untuk mengetahui bahan yang digunakan pada kondom.
  • Periksa tanggal kedaluarsa, jangan gunakan kondom yang sudah ke
  • Hanya gunakan kondom yang terbuat dari lateks dan polyurethan karena kondom dengan bahan lain kurang efektif dalam mencegah penularan penyakit seksual.
  • Simpan di tempat kering dan sejuk, hindari kondom terkena pajanan sinar matahari secara langsung yang dapat menyebabkan kondom bocor atau rusak.
  • Hindari menyimpan kondom di dompet lebih dari satu bulan karena gesekan dapat menurunkan efektivitas kondom.
  • Hindari menyimpan kondom di laci terlalu lama karena suhu panas di dalam laci dapat menurunkan fungsi kondom.
  • Periksa kondom sebelum digunakan, jangan gunakan jika ada kerusakan, seperti berlubang meskipun hanya sebesar tusukan jarum.
  • Jika ingin menggunakan kondom berpelumas, hanya gunakan yang pelumasnya berbahan dasar air
  • Gunakan kondom hanya untuk sekali pakai untuk mempertahankan tingkat efektivitasnya dalam menunda kehamilan dan mencegah penyakit menular seksual.

Pada akhirnya, percuma saja mengetahui jenis kondom serta cara memperlakukan dan menggunakannya jika Anda tidak benar-benar mengaplikasikannya. Oleh karena itu, gunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual, sejak awal hingga selesai, agar Anda mendapatkan fungsi kondom yang sebenarnya.