Cara memakai kondom memang terlihat mudah. Namun, nyatanya masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam memakai kondom. Hal ini tentunya membuat kondom tidak berfungsi dengan baik, sehingga kurang efektif dalam mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual.

Kesalahan dalam memakai kondom tidak hanya dilakukan oleh pasangan baru. Pasangan lama yang kerap menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan, ternyata masih bisa ‘kecolongan’ akibat kurangnya pengetahuan tentang pemakaian kondom yang benar.

11 Kesalahan dalam Memakai Kondom yang Sering Dilakukan - Alodokter

Kesalahan Pemakaian Kondom yang Sering Dilakukan

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika memilih dan memakai kondom:

1. Membeli ukuran yang tidak sesuai

Ukuran penis setiap pria berbeda-beda. Sebelum membeli kondom, kenali ukuran penis dan pilihlah kondom yang ukurannya sesuai dengan ukuran penis Anda. Hindari memaksakan diri untuk membeli kondom dengan ukuran yang tidak pas.

Jika ukurannya terlalu kecil, kondom akan mudah sobek saat digunakan dan bisa menyebabkan penis cedera. Sementara itu, kondom yang ukurannya terlalu besar akan mudah terlepas saat berhubungan seks.

2. Tidak memeriksa kondisi kondom saat membeli

Beberapa studi menunjukkan bahwa sekitar 70–75% pria lupa atau jarang memeriksa kondisi kondom pada saat membelinya. Kondom yang ada di toko bisa saja sudah dalam keadaan rusak atau kedaluwarsa.

Saat membeli kondom atau sebelum menggunakannya, biasakan untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsanya. Perhatikan pula kemasan kondom dan jangan menggunakan kondom jika kemasan produk tampak kusam, rusak, warnanya pudar, apalagi jika kondom tampak lengket pada kemasan.

3. Membuka kondom dengan benda tajam

Anda mungkin pernah terburu-buru saat akan membuka kondom, sehingga menggunakan benda tajam seperti gunting, pisau, atau bahkan menggigit kemasan kondom untuk membukanya dengan cepat.

Namun, hal ini justru akan meningkatkan risiko kondom rusak atau sobek sehingga efektivitasnya akan berkurang.

4. Tidak membuka gulungan kondom dengan baik

Saat hendak menggunakan kondom, pastikan bahwa kondom yang digunakan tidak terbalik. Agar tidak salah pasang, Anda bisa meletakkan kondom pada puncak kepala penis dan perlahan membuka gulungan kondom tersebut hingga menutupi seluruh permukaan penis.

Jika Anda tidak membuka gulungan kondom dengan benar, sebagian permukaan kulit penis tidak akan terlindungi, sehingga meningkatkan risiko kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS).

5. Memakai kondom ketika belum ereksi penuh

Memakai kondom saat penis belum ereksi sepenuhnya akan membuat kondom lebih sulit dipakai, tidak terpasang dengan baik, dan mudah rusak. Hal ini juga dapat mengubah posisi kondom karena ukuran penis yang berbeda ketika sebelum dan sesudah ereksi.

6. Tidak menyisakan ruang di ujung kondom

Ruang di ujung kondom berfungsi sebagai tempat menampung air mani. Banyak pria yang sering kali tidak menyisakan tempat di bagian tersebut, sehingga ketika selesai berhubungan seks, air mani mudah tercecer dan tidak ditampung pada kondom dengan baik. Hal ini juga dapat berisiko membuat kondom lebih mudah robek.

7. Salah memilih pelumas kondom

Menggunakan pelumas kondom bisa membuat kegiatan berhubungan seks semakin nyaman. Penggunaan pelumas juga dikatakan mempermudah penggunaan kondom. Namun, tidak semua pelumas cocok dengan bahan kondom.

Agar kondom tidak rusak saat digunakan, Anda sebaiknya tidak memilih kondom yang berbahan dasar minyak seperti baby oil, losion, maupun petroleum jelly. Jika ingin  menggunakan pelumas kondom, pilihlah pelumas yang berbahan dasar air.

8. Terlambat menggunakan kondom

Sebelum melakukan hubungan intim (termasuk seks oral), kondom sudah harus terpasang. Jangan tunggu mendekati waktu ejakulasi baru menggunakan kondom, sebab risiko kehamilan dan penularan penyakit tetap ada karena sempat berhubungan sekstanpa pengaman.

9. Tidak melepaskan kondom setelah selesai berhubungan intim

Membiarkan kondom tetap terpasang setelah terjadi ejakulasi juga merupakan tindakan yang keliru. Saat air mani sudah tertampung di kondom dan kondom tetap dibiarkan terpasang, air mani bisa saja keluar dari kondom.

10. Memakai lebih dari satu kondom

Ada yang menganggap bahwa memakai kondom hingga berlapis-lapis dapat meningkatkan efektivitas kondom. Namun, hal ini tidaklah benar. Justru sebaliknya, menggunakan dua kondom sekaligus justru memudahkan gesekan antara kedua kondom, sehingga mudah sobek.

11. Menyimpan kondom di dompet

Kondom yang disimpan di dompet, apalagi sampai berbulan-bulan, dapat kehilangan fungsinya. Hal ini dikarenakan kondom bisa saja terpapar suhu panas sehingga kualitas dan efektivitas kondom tersebut bisa berkurang karena bahannya rusak.

Risiko Tidak Memakai Kondom dengan Benar

Kita sering mengenal kondom sebagai alat pengaman dalam berhubungan seksual. Hal tersebut merujuk pada fungsi kondom untuk mencegah kehamilan dengan cara menampung sperma agar tidak masuk ke dalam vagina.

Selain itu, kondom juga menghalangi gesekan langsung antara alat kelamin, sehingga dapat mengurangi risiko penularan IMS seperti gonore, HIV, dan sifilis.

Tidak memakai atau menggunakan kondom dengan benar sama saja dengan tidak menggunakan kondom sama sekali. Itulah alasannya mengapa memerhatikan cara memakai kondom dengan tepat menjadi bagian penting sebelum berhubungan intim.

Selain untuk mencegah kehamilan dan penularan infeksi menular seksual, pemakaian kondom yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesalahan memakai kondom dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria usia produktif.

Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari beberapa kesalahan dalam memakai kondom. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kondom dengan baik dan benar saat Anda hendak berhubungan seksual.

Jika Anda mengalami kesulitan terhadap penggunaan kondom, misalnya bingung dengan cara menggunakan kondom yang benar atau sulit memilih kondom karena memiliki alergi dengan produk lateks dari kondom, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter.