Jangan Lagi Salah Bantal!

Dalam sehari kamu memakai waktu setidaknya 8 jam untuk tidur pada malam hari. Disarankan untuk memaksimalkan waktu tersebut guna memperoleh waktu tidur yang berkualitas dan terbangun dengan kondisi prima. Salah satu caranya dengan memakai bantal yang tepat.

Mungkin kamu menganggap urusan bantal adalah hal sepele. Tapi, menurut para ahli, memakai bantal yang salah mungkin dapat berdampak negatif bagi kamu. Khususnya bagi kamu yang sering mengalami sakit leher, sakit kepala, alergi, atau mati rasa pada bahu dan lengan.

Jangan Lagi Salah Bantal - alodokter

Pemakaian bantal sendiri tidak mengakibatkan kamu mengidap masalah kesehatan tertentu. Namun, hal ini bisa memperparah kondisi kesehatan yang telah disebutkan di atas.

Lantas, bagaimana cara memilih bantal yang tepat? Pada dasarnya, bantal yang baik harus bisa menopang dan menjaga tulang belakang dalam posisi yang baik dan sejajar. Artinya posisi kepala harus dalam keadaan netral, yang artinya kepala harus sejajar dengan bahu, tidak boleh terlalu menekuk atau mendongak.

Bentuk bantal juga harus terjaga meski kamu bergerak atau mengubah posisi tidur. Jadi, bantal tidak perlu terlalu empuk.

Berikut tips memilih bantal dari para ahli:

Perhatikan gaya tidur. Posisi tidur yang sering jadi andalan kamu saat terlelap ternyata berpengaruh terhadap jenis bantal yang harus dipakai, lho! Jika kamu suka tidur telentang, maka kamu butuh bantal yang tipis agar menjaga posisi kepala sejajar dengan bahu. Untuk menopang leher, pilih yang memiliki tonjolan (ekstra busa) pada bagian bawah bantal. Contoh bantal yang baik untuk kamu yang tidur dengan posisi telentang yaitu bantal memory foam.

Jika kamu suka tidur tengkurap, pilih bantal yang sangat tipis atau bahkan kamu tidak perlu memakainya. Tengkurap membuat punggung bawah justru lebih stres karena posisi ini melawan postur tubuh alami. Mungkin bisa digantikan dengan tidur menyamping dan kamu bisa menyelipkan bantal untuk memberikan tekanan di perut seperti tidur tengkurap.

Apabila kamu lebih suka tidur menyamping atau miring, maka kamu butuh bantal yang lebih padat untuk mengisi kekosongan antara telinga dan bahu. Kamu juga mungkin butuh menyelipkan bantal di antara lutut untuk menjaga posisi tulang belakang. Material kandungan bantal yang pas untuk kamu yaitu lateks.

Sesuaikan dengan kondisi. Jika kamu memiliki alergi, perhatikan jenis material yang dipakai untuk mengisi bantal. Pilih bantal berlabel hypoallergenic (anti alergi). Jenis material yang hypoallergenic yaitu wol atau katun. Bahan jenis ini dapat menolak jamur dan tungau.

Jika kamu sering mengalami sakit leher, pilih bantal yang bisa mengikuti lekuk leher kamu. Bantal bulu dan memory foam bisa menjadi pilihan. Disarankan untuk menghindari bantal yang terlalu tinggi atau bantal yang keras. Bantal jenis ini bisa membuat leher tertekuk semalaman dan bisa menyebabkan rasa sakit saat kamu terbangun.

Ukuran tubuh. Memilih bantal jangan disesuaikan oleh ukuran tempat tidur kamu, melainkan ukuran tubuh. Bantal sendiri terdiri dari berbagai ukuran (antara lain small, medium, large, queen atau king). Jika kamu bertubuh kecil, jangan memilih bantal dengan ukuran large, queen atau king. Bantal tersebut terlalu tinggi bagi kamu dan mungkin dapat menyebabkan ketegangan otot pada area leher dan bahu.

Buat kamu yang suka tidur menyamping tapi tetap ingin menjaga kecantikan, memilih sarung bantal juga harus disesuaikan. Mengapa? Tidur nyamping membuat wajah menempel pada sprei, yang mana jika dilakukan dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan garis-garis halus pada kulit. Pilih sarung dengan bahan satin atau sutra karena jenis ini lebih lembut saat menyentuh kulit ketimbang sprei katun.

Jangan lupa untuk membeli bantal baru jika kamu telah memakainya selama setahun hingga dua tahun. Hal ini guna menghindari kamu terpapar jamur, sel-sel kulit mati atau tungau debu yang mungkin menempel pada bantal.