Kenali Cara Mengatasi Kebotakan dari yang Alami hingga Obat-Obatan

Meski umumnya lebih berpeluang terjadi pada lansia, tetapi kebotakan sebenarnya dapat terjadi di berbagai usia. Sebagian besar orang akan mulai mengalami kebotakan di usia 50 tahun, sementara sebagian di antaranya terjadi di usia kurang dari 21 tahun. Lalu bagaimana mengantisipasi kebotakan? Mari kita cari tahu dari sekarang.

Selain karena proses penuaan, terdapat berbagai kondisi gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab kebotakan, seperti kekurangan vitamin, menopause, hingga gangguan tiroid. Meski begitu, faktor genetik memegang peranan yang sama pentingnya. Pria yang salah seorang anggota keluarganya mengalami kebotakan memiliki berkemungkinan lebih besar untuk mengalami kebotakan dibandingkan yang tidak.

mengatasi kebotakan-alodokter

Perlu diketahui bahwa rontoknya rambut seseorang bisa berbeda-beda sesuai pola kebotakan masing-masing. Ada kalanya kebotakan membentuk pola menyerupai bentuk M atau bisa juga hanya terjadi di daerah pelipis atau di puncak kepala saja.

Selain mengganggu kepercayaan diri, kebotakan dapat memengaruhi kesehatan rambut secara umum, apalagi jika tidak ditangani. Maka dari itu, memahami cara-cara mengatasi kebotakan agar tidak meluas adalah suatu hal yang krusial, bukan? Mari bahas satu-persatu.

Penuhi kebutuhan nutrisi

Seorang nutrisionis menegaskan bahwa memenuhi kebutuhan nutrisi adalah salah satu cara alami terbaik untuk mengatasi kebotakan. Protein penting untuk menyuburkan dan menjaga kekuatan rambut. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan konsumsi 4-5 porsi kacang, susu, dan telur setiap harinya. Selain itu, konsumsi beragam jenis makanan tiap hari, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum, ikan, serta daging tanpa lemak juga direkomendasikan.

Tidak berlebihan menata rambut

Pelurus, pengering rambut, hingga sisir yang bergigi rapat dapat memperparah kerontokan dan kebotakan rambut. Hindari menggunakan alat-alat ini secara berlebihan. Memotong rambut pendek juga dapat mengurangi risiko kebotakan. Sebaliknya, terlalu sering mencuci rambut juga justru menyebabkan kerontokan.

Transplantasi rambut

Transplantasi dilakukan dengan memindahkan rambut dari area yang subur untuk kemudian ditransplantasikan ke area yang botak. Keunggulan dari metode ini adalah bersifat permanen dan terlihat alami.

Siasati dengan tata rambut berbeda

Anda dapat berkonsultasi dengan pemangkas rambut Anda untuk menemukan tata rambut yang dapat menyamarkan kebotakan ataupun membuat rambut terlihat lebih tebal.

Mengenakan wig

Wig dapat digunakan terutama jika seseorang telah mengalami kebotakan yang parah. Wig yang dikenakan juga dapat disesuaikan dengan warna, tekstur, dan gaya rambut yang diinginkan. Terdapat juga wig yang dikenakan dengan dijahit langsung pada rambut alami. Keuntungannya, jenis wig ini dapat dikenakan pada berbagai kegiatan berbeda, seperti berenang.

Sisi psikologis

Mencegah kerontokan dapat dilakukan dengan cara meredakan stres. Stres dapat memicu peningkatan produksi hormon seks (androgen) yang menyebabkan kerontokan. Selain itu ada kalanya kebotakan dapat menyebabkan gangguan psikologis, seperti rasa rendah diri. Di saat ini, konseling mungkin dibutuhkan untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Bagaimana dengan Penggunaan Obat-obatan untuk Atasi Kebotakan?

Obat-obatan juga dapat menjadi cara mengatasi kebotakan. Namun seperti obat pada umumnya, obat untuk mengatasi kebotakan juga mengandung efek samping. Berikut dua obat yang paling umum digunakan.

Minoxidil

Minoxidil adalah obat yang dioleskan pada kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan folikel rambut sehingga tumbuh rambut baru, sekaligus  memperlambat proses kerontokan rambut. Umumnya hasilnya baru akan terasa setelah digunakan empat bulan hingga  satu tahun. Namun penggunaan minoxidil dapat mendatangkan efek samping seperti iritasi, kulit kepala kering hingga terasa perih pada kulit kepala.

Hal yang patut diwaspadai adalah ketika Anda mengalami efek samping yang lebih parah, seperti dada terasa nyeri, detak jantung cepat, sesak napas, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, serta pertambahan berat badan. Segera periksakan diri kepada dokter jika gejala-gejala semacam ini terjadi.

Finasteride

Finasteride adalah obat medis oral yang dikonsumsi untuk memperlambat kerontokan rambut pada pria dengan menghambat produksi hormon yang menyebabkan kerontokan. Namun obat yang hasilnya baru akan terasa setelah digunakan rutin selama tiga bulan hingga setahun ini juga bukan tanpa efek samping. Depresi, ruam, gatal, nyeri saat ejakulasi, serta nyeri dada adalah beberapa efek samping berbahaya yang bisa dialami pengguna obat finasteride. Meski  jarang terjadi, tapi obat ini ternyata juga dapat memicu kanker payudara.

Selalu konsultasikan penggunaan obat di atas kepada dokter untuk meminimalkan risiko-risiko yang mungkin bisa dihadapi.

Secara umum, mengubah gaya hidup menjadi lebih positif seperti berhenti merokok dapat menjadi cara mengatasi kebotakan. Jika dirasa sangat mengganggu atau dikhawatirkan menjadi gejala kondisi yang berbahaya, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan tepat sesuai kondisi masing-masing.