Kenali Jenis dan Cara Mencegah Radang Ginjal

Di seluruh dunia, ternyata pengidap radang ginjal tertinggi, yaitu 50-55 persen, adalah orang Asia dan Afrika. Tetapi sayangnya tidak banyak orang mengetahui cara mencegahnya.

Kondisi radang ginjal ditentukan oleh penyebab dan area pada ginjal yang terkena. Kondisi ini kadang-kadang tidak didahului gejala yang nyata. Oleh karenanya, penting untuk mengenali dua tipe utama radang ginjal dan mengenali gejala serta cara mencegahnya.

Young woman is having back pain. Over white background.

Nephritis umumnya disebabkan oleh gangguan autoimun yang berdampak kepada ginjal. Selain itu bisa juga disebabkan oleh infeksi dan racun. Lebih jauh, berdasarkan penyebab dan area terjadinya, radang ginjal dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Setidaknya ada dua jenis utama yang sebaiknya dikenali, yaitu:

Glomerulonephritis: yaitu peradangan pada glomeruli. Glomeruli adalah sekelompok kecil pembuluh darah yang melingkar pada ginjal. Pada saluran ini, terjadi penyaringan darah. Glomerulonephritis umumnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh yang sehat. Glomerulonephritis umumnya baru terdeteksi saat pasien menjalani tes urine atau tes darah untuk keperluan lain.

Pada beberapa kasus, dapat terjadi kaki bengkak atau adanya darah dalam urine. Segera periksakan diri jika Anda mengalami kedua gejala ini. Sayangnya, meski dapat mereda, tapi dapat terjadi risiko lain di kemudian hari seperti gagal ginjal, penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi, hingga kerusakan pada organ lain.

Interstitial nephritis: peradangan pada ruang jaringan yang mengelilingi tubulus ginjal. Interstitial nephritis dapat bersifat akut atau kronis/jangka panjang. Interstitial nephritis akut umumnya disebabkan:

  • Reaksi hipersensitif dari konsumsi obat.
  • Gangguan autoimmune seperti penyakit Kawasaki.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti acetaminophen dan aspirin.
  • Efek samping antibiotik tertentu, seperti penicillin dan ampicillin.
  • Kadar kalium ¬†dalam darah yang terlalu sedikit dan kadar kalsium atau asam urat yang terlalu tinggi.

Gejalanya antara lain adalah demam, adanya darah dalam urine, ruam, mual dan muntah, kebingungan, kelelahan/mengantuk, turun atau naiknya volume urine, pembengkakan anggota tubuh tertentu, serta pertambahan berat akibat penumpukan cairan. Dokter akan memeriksa kemungkinan pasien menderita tekanan darah tinggi, gangguan pada paru-paru, atau detak jantung tidak normal, serta adanya cairan di dalam paru-paru. Diagnosis umumnya dilakukan dengan beberapa tes, antara lain biopsi ginjal, USG ginjal, pemeriksaan urine, penghitungan jumlah darah.

Pada umumnya kondisi ini hanya bersifat sementara, tetapi pada beberapa kasus dapat mengakibatkan gangguan ginjal permanen, seperti gagal ginjal kronis.

Selain dua jenis utama di atas, ada jenis lain, seperti pyelonephritis, yaitu peradangan yang bermula dari infeksi saluran kencing yang kemudian menjalar ke ginjal. Ada juga lupus nephritis, yaitu peradangan pada ginjal akibat penyakit lupus (systemic lupus erythematosus/SLE), yaitu penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh. Selain itu, juga ada athletic nephritis, yaitu radang ginjal akibat kegiatan olahraga secara berlebihan.

Upaya Menghindari Radang Ginjal

Berdasarkan penyebabnya, risiko radang ginjal secara umum dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Segera periksakan diri jika Anda mengalami infeksi yang mengakibatkan sakit tenggorokan.
  • Tekanan darah tinggi berisiko menyebabkan gangguan pada ginjal. Oleh karenanya, selalu kontrol tekanan darah Anda.
  • Beberapa jenis radang ginjal diakibatkan oleh infeksi, seperti hepatitis dan HIV, maka penting untuk menghindari konsumsi obat-obatan ilegal dengan jarum suntik.
  • Cegah diabetic nephropathy dengan mengontrol kadar gula darah.
  • Hindari konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang yang dapat memicu kondisi interstitial nephritis, seperti acetaminophen dan aspirin.
  • Batasi konsumsi air dan garam untuk meredakan tekanan darah tinggi dan pembengkakan.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang diuraikan di atas. Namun bukan berarti yang belum merasakan gejala apa pun dianggap terbebas dari risiko radang ginjal. Hal terpenting adalah upaya perubahan gaya hidup untuk mengurangi kondisi-kondisi yang dapat memicu gangguan ginjal.