Pengobatan konstipasi bertujuan untuk membantu mempermudah dan menormalkan proses buang air besar yang sulit atau tidak teratur. Penanganannya bisa dilakukan melalui perbaikan gaya hidup, penggunaan obat, atau tindakan medis tertentu, tergantung pada tingkat keparahan atau penyebab konstipasi.

Metode pengobatan konstipasi antara lain: 

1. Perbaikan gaya hidup

Penanganan pertama konstipasi adalah dengan mengubah pola makan atau gaya hidup yang lebih sehat antara lain:

  • Memperbanyak konsumsi serat dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan kacang-kacangan
  • Minum air putih lebih sering dan menghindari konsumsi minuman beralkohol
  • Berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari, untuk meningkatkan kerja otot saluran pencernaan 
  • Tidak menunda keinginan buang air besar, misalnya usahakan untuk BAB 15–45 menit setelah makan 
  • Menghentikan atau mengganti obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi, dengan terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter melalui chat.

2. Konsumsi suplemen serat 

Suplementasi serat juga dapat diberikan untuk mengobati sembelit, terutama pada kondisi konstipasi yang berlangsung lama (kronis). 

Suplemen serat umumnya mengandung bahan-bahan herbal, seperti daun senna, biji tanaman plantago (psyllium), Rhei Radix, Foeniculi, dan Liquiritiae. Semua bahan alami tersebut akan merangsang gerakan usus dan melunakkan tinja agar buang air besar lebih lancar tanpa menimbulkan mulas atau sakit perut berlebihan. 

Sejumlah kandungan herbal tersebut juga bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya atau sebagai detoks alami.

3. Penggunaan obat-obatan

Jika perbaikan gaya hidup dan penggunaan suplemen serat belum membantu mengatasi sembelit, dokter akan meresepkan obat pencahar. Obat ini bermanfaat untuk merelaksasi otot usus, melunakkan tinja, atau mempercepat gerakan usus.

Obat-obatan tersebut antara lain:

  • Obat pencahar osmotik
    Obat ini bekerja dengan merangsang usus dan meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah terdorong keluar. Contoh obat pencahar osmotik dengan bahan laktulosa (Dulcolactol atau Graphalac) dan magnesium hidroksida.
  • Obat pelunak tinja
    Obat ini berfungsi menghambat penyerapan air dan lemak dari tinja sehingga tinja menjadi lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Contoh obat pelunak tinja adalah natrium docusate (Laxadine Soft).
  • Obat perangsang kontraksi usus
    Obat perangsang kontraksi usus, seperti bisacodyl (Custodiol atau Laxana) berfungsi untuk merangsang pergerakan usus sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.
  • Obat pelumas
    Contoh obat pelumas untuk konstipasi adalah minyak mineral (liquid paraffin/paraffin liquidum). Obat ini bekerja dengan cara melapisi permukaan tinja dan dinding usus sehingga tinja menjadi lebih licin dan mudah dikeluarkan dari anus.
  • Obat suppositoria
    Obat suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam dubur agar tinja lebih lunak dan timbul keinginan untuk BAB. Contoh obat ini adalah gliserol dan bisacodyl.

Perlu diketahui bahwa penggunaan obat pencahar sebaiknya dihentikan setelah sembelit membaik. Penggunaan obat pencahar dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, seperti reaksi alergi, mual, muntah, atau sakit perut.

4. Latihan otot panggul

Jika diperlukan, penderita sembelit juga dapat melakukan latihan otot panggul untuk membantu melancarkan BAB. Salah satu metode yang digunakan adalah terapi biofeedback. 

Dalam terapi ini, pasien akan dibimbing untuk mengencangkan dan mengendurkan otot panggul dengan bantuan alat khusus yang memberikan umpan balik berupa suara atau cahaya. Tanda tersebut membantu pasien mengetahui kapan otot sudah rileks sehingga proses BAB menjadi lebih mudah dan efektif.

5. Operasi

Pada konstipasi akibat obstruksi usus, robekan pada anus (fisura ani), atau prolaps rektum, dokter akan menganjurkan tindakan operasi. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan, struktur, atau saraf pada usus besar maupun rektum agar fungsi pencernaan kembali optimal. 

Selain itu, operasi juga dapat dipertimbangkan bila konstipasi disebabkan oleh gangguan fungsi otot panggul atau apabila pemberian obat-obatan tidak memberikan hasil yang efektif.

Pengobatan konstipasi perlu disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Oleh karena itu, penting bagi penderita untuk tidak mengabaikan keluhan sembelit, terutama yang berlangsung lama atau makin memburuk.

Apabila Anda sedang mengalami konstipasi tidak kunjung membaik atau sering kambuh, gunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi dengan cepat dan tepat. Melalui chat, dokter juga dapat memberikan saran, meresepkan obat, atau merujuk ke rumah sakit bila diperlukan penanganan lebih lanjut.