Kurang Vitamin B1, Ibu Hamil Berisiko Kena Penyakit Beri-Beri

Jika ibu hamil mengalami kekurangan thiamin, ibu berisiko mengalami penyakit beri-beri. Jika tidak segera ditangani, keselamatan ibu bisa terancam.

Penyakit beri-beri adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1. Terdapat dua jenis penyakit beri-beri, yaitu beri-beri basah yang menyerang jantung serta beri-beri kering yang menyebabkan gangguan saraf dan otot.

penyakit beriberi - alodokter

Penyakit beri-beri dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan vitamin B1 atau thiamin. Bahan ini umumnya terdapat pada lapisan serat pelapis bulir beras yang sering kali dibuang saat diproses menjadi beras putih siap tanak. Itu sebabnya kekurangan vitamin B1 atau thiamin umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang warganya suka mengonsumsi nasi yang diproses.

Vitamin B1 atau thiamin juga sangat penting bagi ibu hamil dan bayi di dalam kandungan. Selain memungkinkan tubuh ibu dan bayi mengubah karbohidrat menjadi energi, thiamin penting dalam perkembangan otak bayi dan sistem saraf, otot, serta jantung.

Tanda-tanda kekurangan thiamin pada ibu hamil sebenarnya bersifat sangat umum, seperti kelelahan, mual, dan sakit kepala. Namun kekurangan vitamin B1 dalam tingkat yang sangat parah dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Kesulitan bicara dan berjalan.
  • Tangan dan kaki mati rasa.
  • Kaki bagian bawah lumpuh karena otot tidak berfungsi.
  • Kebingungan (mental confusion).
  • Napas tersengal-sengal saat beraktivitas.
  • Detak jantung meningkat.
  • Kesemutan.
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah.
  • Kelopak mata turun.
Penyakit ini juga dapat terjadi pada bayi yang menyusui jika ibunya ternyata mengalami kekurangan thiamin. Sementara bayi yang mengonsumsi susu formula juga dapat mengalami penyakit beri-beri jika kandungan susunya tidak mengandung cukup vitamin B1.

Mencukupi Kebutuhan Thiamin

Ibu hamil dan menyusui umumnya membutuhkan setidaknya 1,4 miligram thiamin per hari. Vitamin ini bisa diperoleh dari konsumsi:

Biji-bijian utuh (misalnya gandum utuh, beras merah, dan oatmeal) atau produk yang mengandung biji-bijian utuh.

  • Pasta.
  • Sebagian jenis ikan.
  • Kacang-kacangan.
  • Sayur-sayuran dan buah-buahan.
Untuk memenuhi kebutuhan thiamin, berikut adalah ilustrasi beberapa bahan makanan berikut jumlah kandungan thiamin di dalamnya.
  • 1 cangkir nasi putih yang diperkaya vitamin mengandung 1,2 miligram.
  • ¾ cangkir sereal biji-bijian utuh mengandung 1,5 miligram.
  • 3 potong tipis salmon mengandung 0,3 miligram.
  • ½ cangkir kapri masak mengandung 0,2 miligram.
Jika khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan ini dari makanan, suplemen hamil yang diberikan dokter dapat membantu pemenuhan kebutuhan ini.

Berisiko Menyebabkan Komplikasi Serius

Kemungkinan lain kekurangan thiamin sebagai penyebab beri-beri juga dapat menimpa orang-orang yang suka mengonsumsi minuman keras. Kandungan alkohol menyebabkan tubuh kesulitan menyerap thiamin. Pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, beri-beri juga bersifat keturunan.

Pengidap hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif, diare yang tidak kunjung reda, dialisis ginjal juga berisiko mengidap beri-beri. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini berisiko menyebabkan komplikasi yang dapat dianggap serius, seperti Sindrom Wernicke-Korsakoff yang menyebabkan efek permanen, koma, psikosis, gagal jantung, bahkan kematian.

Pemeriksaan darah dan urine dapat dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan thiamin ini. Salah satu penanganan penyakit beri-beri dapat dilakukan dengan pemberian suplemen thiamin secara oral maupun disuntikkan.