Untuk mendiagnosis lupus, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari tanya jawab, pemeriksaan fisik, hingga beberapa tes penunjang. Tujuannya adalah untuk memastikan penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien, serta menentukan pengobatan yang tepat.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Lupus

Guna mendiagnosis kondisi yang menyebabkan lupus, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut:

Tanya jawab

Dokter akan memulai diagnosis lupus dengan mengajukan pertanyaan kepada pasien terkait hal-hal berikut:

  • Gejala yang dialami pasien
  • Sudah berapa lama keluhan berlangsung dan kondisi apa yang membuatnya bertambah parah
  • Penyakit yang pernah atau sedang diderita oleh pasien atau keluarganya
  • Obat-obatan atau vitamin yang sedang atau pernah dikonsumsi
  • Kemungkinan terpapar bahan kimia

Pemeriksaan fisik

Setelah melakukan tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa ada tidaknya ruam pada kulit, peradangan sendi, serta pembengkakan pada bagian tubuh tertentu yang sering muncul pada penderita lupus. 

Pemeriksaan penunjang

Dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan tambahan berikut untuk membantu mendiagnosis lupus. Pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Tes darah lengkap, untuk mengukur jumlah sel darah serta menilai fungsi ginjal dan fungsi hati
  • Tes urine, untuk mendeteksi adanya protein atau sel darah merah dalam urine
  • Pemeriksaan ANA (antinuclear antibody), untuk mencari keberadaan antibodi tertentu dalam darah yang sering ditemukan pada penderita lupus
  • Rontgen dada, untuk melihat kondisi paru-paru, termasuk adanya peradangan atau penumpukan cairan
  • Ekokardiografi (USG jantung), untuk menilai fungsi jantung serta mendeteksi adanya kerusakan atau peradangan
  • Biopsi kulit atau ginjal, untuk mengetahui adanya kelainan jaringan pada orang yang terdampak lupus

Setelah rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan, dokter akan menegakkan diagnosis lupus berdasarkan kriteria tertentu. Seseorang dapat didiagnosis menderita lupus bila memiliki atau mengalami setidaknya 4 dari 11 kriteria berikut:

  • Ruam khas berbentuk kupu-kupu di wajah (butterfly rash atau malar rash)
  • Discoid rash, yaitu ruam merah pada kulit yang dapat meninggalkan bekas luka
  • Kulit sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari
  • Sariawan yang sering kambuh
  • Radang sendi (arthritis)
  • Gangguan ginjal, yang ditandai dengan adanya protein di dalam urine
  • Masalah pada saraf, seperti kejang atau gangguan kejiwaan (psikosis)
  • Peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau selaput jantung (perikarditis)
  • Gangguan darah, seperti anemia, leukopenia, atau trombositopenia
  • Gangguan sistem imun, yang ditandai dengan antibodi tertentu, seperti anti-dsDNA
  • Hasil pemeriksaan ANA (antinuclear antibody) di atas nilai normal

Proses diagnosis lupus memang tergolong sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit lain dan dapat muncul secara bertahap. Oleh karena itu, tidak jarang penderita baru mengetahui dirinya mengidap lupus sekitar 5 tahun setelah keluhan pertama muncul.

Apabila Anda memiliki pertanyaan atau berencana menjalani pemeriksaan untuk memastikan diagnosis lupus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Agar mudah dan cepat, Anda bisa melakukan konsultasi lewat Chat Bersama Dokter. Dokter akan memberikan informasi dan saran medis sesuai kebutuhan Anda.