Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Gemuk Hanyalah Mitos

Banyak faktor yang akan memengaruhi berat badan bayi. Termasuk makanan ibu ketika menyusui. Pertumbuhan Si Kecil akan ditentukan oleh faktor-faktor berupa kebiasaan makan, kesehatan tubuh serta lingkungan tempat dia tumbuh kembang.

Walau makanan ibu juga turut memengaruhi berat badan bayi, belum ada informasi spesifik tentang jenis-jenis makanan yang dapat dikonsumsi ibu menyusui agar si bayi gemuk. Para ahli menyatakan bahwa yang paling penting bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Makanan yang berkualitas tidak hanya memberi energi, tetapi juga membuat ibu sendiri tetap sehat. Selain itu, makanan yang bergizi juga akan memberikan kecukupan nutrisi bagi bayi yang menyusu.

makanan ibu menyusui agar bayi gemuk hanyalah mitos - alodokter

Makanan Bergizi untuk Ibu Menyusui

Daripada mencari-cari makanan ibu menyusui agar bayi gemuk, lebih baik fokus pada gizi pada makanan yang dikonsumsi ibu menyusui. Berikut ini jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui tiap harinya.

Sayur

Konsumsilah setidaknya empat porsi sehari. Tiap porsinya setara dengan satu cangkir sayuran hijau atau setengah cangkir sayuran mentah.

Buah

Konsumsilah setidaknya tiga porsi sehari. Tiap porsinya bisa berupa satu buah utuh ukuran sedang atau setengah cangkir buah potong.

Produk susu

Konsumsilah setidaknya tiga porsi sehari. Satu cangkir yoghurt atau susu sudah dianggap ideal untuk tiap porsinya.

Protein tanpa lemak

Konsumsilah setidaknya tiga porsi dalam sehari. Anda dapat memilih daging, ikan, atau kacang-kacangan. Tiap porsi sebaiknya mengandung 100 gram protein hewani atau 30 gram kacang-kacangan.

Biji-bijian

Konsumsilah minimal empat porsi sehari. Contohnya adalah 1/3 cangkir biji-bijian (segenggam penuh) atau gandum, bisa juga dalam bentuk seiris roti gandum.

Makanan kesukaan

Meskipun harus mengatur makanan, jangan lewatkan mengonsumsi makanan yang Anda sukai. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kandungan nutrisi pada label kemasan untuk mengetahui nilai kecukupan gizinya.

Jangan Lupa Minum Vitamin

Pada bulan-bulan awal setelah melahirkan, Anda disarankan untuk tetap mengonsumsi vitamin prenatal. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai vitamin ini. Setelah itu, Anda dapat memilih melanjutkan mengonsumsi vitamin khusus ibu menyusui atau mengonsumsi suplemen biasa. Yang terpenting adalah untuk tetap mendapatkan vitamin dan mineral berikut:

Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu menyusui sama dengan kebutuhan ibu sebelum dan selama kehamilan, yaitu 1.000 mg per hari. Jika menu keseharian Anda tidak banyak mengandung susu, ikan kaleng, sereal, roti, jus, dan kedelai, berarti Anda perlu menambahkannya melalui suplemen kalsium. Meskipun demikian, hindari mengonsumsi kalsium berlebihan karena kelebihan kalsium dapat mengakibatkan hiperkalsemia, batu ginjal, dan tubuh akan sulit menyerap mineral lainnya.

Vitamin D

Vitamin yang satu ini akan melengkapi kalsium karena bersifat mempermudah tubuh dalam menyerap kalsium. Vitamin D juga berperan dalam pertumbuhan tulang sehingga dapat menghindarkan tubuh dari osteoporosis, diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan beberapa penyakit autoimun. Lebih jauh lagi, vitamin D juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dosis vitamin D yang tepat untuk wanita adalah 600 IU (15 mikogram) dalam sehari. Hindari mengonsumsi vitamin D lebih dari 4000 IU karena berisiko merusak ginjal dan jaringan tubuh.

Meskipun ibu menyusui sudah mengonsumsi cukup vitamin, ASI tidak serta merta mengandung vitamin D yang cukup untuk bayi. Karena itu, bayi perlu mendapatkan tambahan vitamin D. Jangan lupa, konsultasikan dahulu ke dokter.

DHA

ASI dapat mengandung DHA terutama jika ibu menyusui rutin mengonsumsi beberapa porsi ikan dan makanan yang mengandung DHA, seperti telur. Jika kurang mengonsumsi makanan-makanan ini, Anda dapat menambahkan suplemen DHA pada menu sehari-hari. Dosis DHA per hari adalah 200-300 mg.

 

Meskipun tidak ada makanan khusus ibu menyusui agar bayi gemuk, Anda tidak perlu khawatir. Gemuk belum tentu diartikan sebagai kondisi yang lebih sehat. Satu hal yang jauh lebih penting adalah mengonsumsi makanan sehat dan berkualitas sehingga bayi mendapatkan ASI yang berkualitas juga. Semua ini agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.