Mari Kita Telusuri Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine di dalam tubuh melibatkan beberapa organ. Kita akan bahas secara terperinci, berikut manfaatnya bagi tubuh juga.

Zat-zat sisa atau produk sampingan dari metabolisme butuh dikeluarkan oleh tubuh melalui pengeluaran urine dan tinja. Proses pengeluaran urine dari tubuh disebut urinasi.

mari kita telusuri proses pembentukan urine - alodokter

Urine berbentuk cairan, berasal dari hasil penyaringan darah oleh ginjal dan dikeluarkan tubuh melalui uretra. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa tahap proses pembentukan urine yang sebaiknya Anda ketahui agar paham mengapa minum air begitu penting bagi tubuh Anda.

Proses Pembentukan Urine

Pada sistem urine terdapat beberapa organ dalam tubuh kita yang berperan yaitu:

  • Ginjal. Ada dua buah ginjal di dalam tubuh, yaitu ginjal kanan dan kiri. Masing-masing berada di setiap sisi tulang belakang. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang merah dan memiliki ukuran sebesar kepalan tangan. Di dalam ginjal setidaknya terdapat satu juta nefron yang berfungsi untuk menyaring darah dan membuat limbah hasil penyaringan tersebut.
  • Ureter. Ureter ini berbentuk tabung atau selang yang menghubungkan masing-masing ginjal dengan kedua sisi kandung kemih. Pada orang dewasa, ureter memiliki panjang sekitar 25 – 30 cm.
  • Kandung kemih. Kandung kemih memiliki bentuk seperti balon yang elastis dan terletak di antara tulang panggul. Bentuknya yang elastis ini membuat kandung kemih mengecil ketika tidak ada urine, dan membesar jika terdapat urine. Setidaknya kandung kemih bisa menampung hingga 2 cangkir urine (500 hingga 1000 mL).
  • Uretra. Seperti ureter, uretra juga berbentuk tabung, namun hanya ada satu. Pada wanita uretra memiliki ukuran sekitar 5 cm dengan tempat keluar urine berada di antara klitoris dan vagina. Sedangkan pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dengan tempat keluar urine berada di bagian ujung penis.

Pembentukan urine dimulai dari ginjal. Pada ginjal, ada tiga proses utama pembentukan urine, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi tubular. Hasil dari ketiga proses inilah yang disebut dengan ekskresi (pengeluaran) ginjal dalam bentuk urine.

Awal tahap filtrasi adalah ginjal menerima aliran darah yang membawa sisa air dan pembuangan dari dalam tubuh yang disebut dengan urea. Kemudian nefron di dalam ginjal akan menyaring darah yang mengalir masuk ke dalam ginjal. Setelah itu terjadilah tahapan reabsorpsi, yaitu penyerapan kembali air dan zat-zat yang diperlukan. Tahap selanjutnya adalah sekresi tubular, yaitu terjadi pembuangan zat-zat tertentu dari pembuluh darah kapiler ke tubulus ginjal. Setelah ketiga tahapan itulah terbentuk urine.

Urine akan dialirkan dari ginjal ke kandung kemih melalui ureter. Kandung kemih akan menampung urine yang disaring ginjal. Setelah ditampung di kandung kemih, pada proses pembuangan, urine akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui uretra.

Manfaat Pembuangan Urine

Makanan dan minuman yang kita konsumsi akan digunakan tubuh sebagai energi dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Zat yang berguna akan diserap, sedangkan zat yang tidak berguna akan dibawa oleh darah ke dalam ginjal untuk disaring. Jadi, urine dikeluarkan dari tubuh untuk membuang sisa-sisa pembuangan tubuh (misalnya urea) dan racun dari dalam tubuh kita. Urinasi adalah metode utama pengeluaran zat-zat kimia yang larut air dari tubuh kita.

Gangguan yang Disebabkan Terhambatnya Pengeluaran Urine

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, urine bermanfaat untuk mengeluarkan sisa pembuangan dan racun dari dalam tubuh Anda. Dan jika terdapat gangguan pada pengeluaran urine akibatnya bisa membahayakan tubuh, seperti terjadinya gagal ginjal dan batu ginjal.

Oleh karena itu, kita perlu mengonsumsi air yang cukup, kira-kira sebanyak 2 hingga 3 liter sehari, agar fungsi tersebut berjalan dengan baik. Karena jika tidak minum cukup banyak air, ginjal Anda kesulitan untuk mengeluarkan sisa pembuangan dan zat sisa serta racun dari tubuh.