Mengenali Gejala Agoraphobia dan Penanganan yang Tepat

Agoraphobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap suatu tempat atau keadaan di mana jalan keluar sulit dicapai atau pertolongan sulit didapat. Apabila berada di situasi seperti demikian, penderita kondisi ini dapat mengalami serangan panik. Umumnya menyerang kelompok usia remaja dan dewasa muda, terutama kaum wanita.

Agoraphobia seringkali dianggap sebagai rasa takut terhadap ruang terbuka. Padahal tidak selalu demikian. Agoraphobia menyebabkan seseorang menghindari tempat-tempat atau kondisi tertentu karena merasa malu, panik, tidak berdaya, terperangkap dan merasa sulit mendapatkan pertolongan.

agoraphobia is_compress

Berbagai Gejala yang Timbul

Hingga saat ini penyebab agoraphobia masih belum diketahui secara pasti. Ada kemungkinan hal ini bersifat genetik, dan lebih cenderung dialami seseorang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat serangan panik.

Walau jarang terjadi, agoraphobia bisa saja terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat serangan panik. Gejala pada agoraphobia dibagi menjadi tiga, yaitu gejala fisik, perilaku, dan kognitif.

Gejala fisik agoraphobia ditandai dengan kondisi-kondisi berupa:

  • Badan gemetar, terguncang dan berkeringat
  • Jantung berdebar-debar dan berdetak cepat
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada
  • Badan terasa dingin atau panas
  • Mual atau diare
  • Pusing hingga merasa hampir pingsan
  • Kesulitan menelan
  • Telinga berdenging
  • Perasaan takut mati.

Gejala perilaku agoraphobia bisa dilihat ketika seseorang memiliki kecenderungan menghindari tempat ramai seperti kantin sekolah, pasar, atau halte. Gejala perilaku agoraphobia lain, termasuk lebih merasa nyaman berada di rumah dalam waktu cukup lama, takut jika berada jauh dari rumah dan membutuhkan orang lain untuk menemani dalam suatu perjalanan.

Gejala kognitif agoraphobia merupakan perasaan atau keyakinan yang muncul dan tidak selamanya berkaitan dengan kondisi fisik. Gejala kognitif ditandai dengan sejumlah ketakutan berupa:

  • Takut dipandang oleh orang lain, merasa bodoh, dan malu di hadapan orang banyak.
  • Tidak mampu melarikan diri dari situasi atau tempat ketika mengalami serangan panik.
  • Kehilangan kewarasan dan pola pikir yang jernih saat berinteraksi dengan orang lain.
  • Takut kehilangan nyawa, seperti khawatir berlebihan bahwa akan tidak mampu bernapas atau jantung akan tiba-tiba berhenti berdetak.

Cara Mengatasi Agoraphobia

Pemberian obat dan psikoterapi merupakan langkah penanganan agoraphobia. Umumnya dokter dengan memberikan obat golongan antidepresan atau obat untuk mengatasi rasa cemas.

Obat antidepresan yang diberikan dokter untuk kondisi ini biasanya mengandung hormon serotonin untuk merangsang perasaan bahagia dan mood positif. Antara lain obat antidepresan jenis sertraline dan fluoxetine. Adapun obat untuk mengatasi gangguan cemas seperti benzodiazepin merupakan obat penenang yang digunakan hanya sementara waktu demi meredakan gejala.

Konsumsi kedua jenis obat tersebut dapat menimbulkan efek samping, berupa sensasi fisik yang tidak nyaman atau bahkan gejala serangan panik lainnya. Jadi pastikan Anda hanya mengonsumsi ini jika diberikan rekomendasi oleh dokter, dan jangan ragu untuk segera konsultasi kembali dengan dokter jika Anda mengalami hal tersebut setelah konsumsi obat.

Penanganan lainnya ialah psikoterapi yang dilakukan oleh psikiater sebagai upaya untuk membantu pemulihan pada kondisi mental penderita agoraphobia. Psikoterapi bertujuan untuk menguasai kemampuan dasar demi mengatasi gejala kecemasan.

Salah satu terapi yang dilakukan ialah terapi perilaku kognitif yang mampu mengajarkan penderita agoraphobia mengenai pola berpikir dan memahami situasi yang mampu memicu cemas dan panik, sehingga dapat mewaspadai dan menghindarinya, atau mengurangi keluhan yang timbul. Terapi perilaku kognitif memerlukan sekitar 10-20 kali sesi pertemuan.

Beberapa hal yang akan Anda pelajari dari terapi kognitif untuk membantu mengatasi agoraphobia adalah :

  • Menguasai manajemen stres dan teknik relaksasi.
  • Membayangkan penyebab kecemasan dari yang ringan hingga paling menakutkan. Teknik ini  disebut desensitisasi sistemik dan terapi eksposur.
  • Memahami dan mengendalikan gangguan perasaan dan kejadian yang membuat stres.

Selain itu, sejumlah tips bisa dilakukan untuk mengatasi agoraphobia adalah melalui perubahan pola hidup. Lakukan olah raga yang menjadi hobi Anda secara rutin sebagai salah satu cara meredakan stres dan meningkatkan mood positif. Begitu juga dengan mengonsumsi jenis-jenis makanan sehat, seperti sayur dan buah. Serta tidak kalah pentingnya adalah mencukupi istirahat, memperbaiki pola pikir, dan juga dukungan moril dari keluarga dan kerabat terdekat.