Milia

Pengertian Milia

Milia adalah salah satu kondisi kulit yang juga dijuluki sebagai jerawat bayi karena umumnya muncul pada bayi yang baru lahir. Milia juga dikenal dengan istilah kista milium dan tidak berbahaya serta tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya. Selain pada bayi, milia juga dapat muncul pada segala usia dan pada kasus tertentu penderitanya dapat dianjurkan untuk melalui proses pengobatan.

Milia - alodokter

Bentuk milia pada umumnya adalah seperti jerawat, yaitu benjolan kecil berwarna putih menyerupai warna mutiara atau putih kekuningan. Biasanya muncul secara berkelompok di daerah hidung, mata, dahi, kelopak mata, pipi, dan dada. Jika hanya terdapat satu benjolan, maka istilah yang digunakan adalah milium. Bentuk inilah yang menyebabkan julukan jerawat bayi tersebut. Kendati demikian, milia tidak dapat disamakan dengan jerawat pada bayi dikarenakan jerawat juga mungkin tumbuh pada bayi yang sedang memiliki milia.

Penyebab Milia

Sebuah milium dapat terbentuk akibat adanya protein, bernama keratin, yang terperangkap di dalam kelenjar pilosebasea pada lapisan dermis kulit. Penyebab lain munculnya milia adalah gangguan pada kelenjar pilosebasea, misalnya akibat terlalu lama terpapar sinar matahari. Milia dapat dijabarkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:
  • Neonatal milia, yaitu istilah untuk milia pada bayi yang baru lahir dan biasanya muncul di area hidung, pipi, kulit kepala hingga mulut. Kondisi ini tergolong umum dan dianggap normal.
  • Primary milia, yaitu milia yang muncul pada usia anak-anak dan dewasa, biasanya muncul di area dahi, kelopak mata, dan di sekitar alat kelamin. Kondisi ini dapat menghilang dalam kurun waktu beberapa minggu hingga bulan.
  • Secondary milia, yaitu milia yang muncul sebagai akibat terjadinya kerusakan pada lapisan kulit, seperti luka bakar. Gangguan pada kelenjar keringat juga dapat menjadi pemicu milia yang bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Milia juga dapat muncul sebagai efek dari penggunaan krim kulit kortikosteroid.
  • Milia en plaque, adalah milia pada bagian kulit yang terkena radang dan merupakan kasus langka. Milia jenis ini biasanya muncul di kelopak mata, sekitar telinga, pipi, dan rahang. Milia jenis ini pada umumnya menyerang perempuan usia paruh baya.
  • Multiple eruptive milia, yaitu milia yang juga tergolong langka dan biasanya muncul di area wajah, lengan atas, serta tubuh bagian atas, seperti leher. Milia jenis ini muncul dalam bentuk bergerombol dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

Diagnosis Milia

Milia tidak menunjukkan gejala khusus selain penampakan fisik berupa benjolan berwarna putih menyerupai warna mutiara atau putih kekuningan yang menyerupai jerawat. Namun pada sebagian penderita, milia juga dapat disertai rasa gatal sehingga membutuhkan diagnosis yang tepat untuk mengetahui penanganan yang sesuai.

Diagnosis milia diperoleh dengan cara melihat kondisi benjolan secara langsung hingga dilakukan biopsi pada kulit yang terkena milia. Prosedur ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan diagnosis melalui hasil analisis terhadap sampel kulit. Sampel kulit bisa diambil dengan cara mengikis atau melubangi kulit dengan sebuah alat khusus.

Pengobatan Milia

Milia dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan dan tidak berbahaya bagi penderitanya. Milia tidak membutuhkan perawatan khusus, meski pada sebagian kasus dapat bersifat permanen, seperti pada penyakit secondary milia.

Milia dapat dihilangkan menggunakan jarum bersih untuk mengeluarkan isinya, namun tidak disarankan untuk melakukannya sendiri karena dapat menyebabkan luka parut, kerusakan pada kulit, atau infeksi. Beberapa pengobatan untuk milia yang terinfeksi, atau menyebar luas, dan membandel, bisa dilakukan melalui terapi laser oleh seorang dokter spesialis kulit. Seorang dermatologis juga dapat menganjurkan Anda untuk melakukan prosedur dermabrasi, peeling, dan cryotherapy yang menggunakan nitrogen cair untuk menghancurkan milia. Beberapa krim kulit dan antibiotik juga dapat digunakan untuk mengobati kasus milia yang tergolong langka, seperti penyakit milia en plaque.

Milia pada penderita anak-anak dan dewasa dapat menghilang dalam waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan pada penderita bayi, namun kondisi ini umumnya tetap bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Bagaimanapun juga, jika benjolan tidak kunjung menghilang dalam periode yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis penyakit yang diderita.