Mood Buruk Saat Datang Bulan? Cerita Lama!

Fluktuasi hormon diduga menjadi penyebab naik dan turunnya mood saat sedang haid.

Sering merasa lebih emosional menjelang masa datang bulan? Kenali penyebab dan cara mencegah fluktuasi mood saat haid tiba.

Mood Buruk Saat Datang Bulan Cerita Lama-Alodokter

PMS dan Hormon

Perubahan mood sering menjadi ciri utama Premenstrual Syndrome (PMS). PMS adalah gejala-gejala akibat perubahan hormon menjelang masa menstruasi. Umumnya periode ini terjadi 10 hari sebelum masa datang bulan, saat kadar hormon estrogen dan progesteron berubah drastis. Sejak masa awal pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan hormon estrogen. Dalam satu siklus menstruasi, estrogen terus dilepaskan hingga mencapai puncaknya saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. Setelah itu kadar estrogen menurun drastis sebelum akhirnya pelan-pelan meningkat lagi.

PMS sering diidentikkan dengan depresi, kecemasan, perasaan yang sensitif, melankoli, atau bahkan kemarahan dan membenci diri sendiri. Wanita yang sedang mengalami PMS cenderung mempersepsikan segala hal atau komentar dari sudut pandang negatif, meski fakta nyatanya tidak demikian. Selain suasana hati yang terpengaruh perubahan kadar hormon, gejala PMS lain adalah diare, payudara terasa nyeri, dan kram.

Kadar normal estrogen pada seorang wanita dan wanita lain berbeda. Beberapa peneliti percaya bahwa sebagian wanita lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen di masa menstruasi daripada sebagian wanita lain. Kelompok wanita inilah yang paling rentan mengalami naik turunnya mood saat haid. Peran estrogen secara umum adalah:

  • Memengaruhi produksi dan efek endorfin, yaitu unsur di otak yang mendatangkan rasa nyaman dan kesenangan.
  • Meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam regulasi nafsu makan, mood, dan pola tidur.
  • Melindungi saraf dari kerusakan serta menstimulasi pertumbuhan saraf.
Selain memengaruhi mood, fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi berat badan, nafsu makan, dan hasrat untuk berhubungan seksual. Berada dalam kondisi stres, cemas, depresi, atau sedang diet adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi hormon estrogen.

Menjaga Mood Tetap Stabil

Perubahan mood saat menstruasi bukan tidak dapat dicegah. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mood cenderung tetap stabil di masa menstruasi.
  • Berusahalah bergerak aktif tiap hari dan berolahraga teratur, terutama di masa menjelang menstruasi.
  • Konsumsi banyak air mineral.
  • Isi perut dengan camilan sehat di sela jadwal makan utama.
  • Hindari makanan dan minuman berkafein.
  • Hindari rokok dan minuman keras.
  • Konsumsi susu rendah lemak atau jus jeruk menjelang masa menstruasi untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang dapat mencegah PMS.
  • Bagi sebagian wanita, mengonsumsi pil KB dapat menstabilkan hormon dan mengurangi risiko PMS.
  • Di masa sebelum dan saat menstruasi, sebisa mungkin batasi diri dari perdebatan yang tidak perlu, terutama dalam hal keuangan atau hubungan personal.
Dengan menjaga tubuh tetap prima, terutama menjelang masa menstruasi, naik turunnya mood dapat dikurangi seminimal mungkin.