Sebagian penyakit jantung memang disebabkan oleh kelainan bawaan pada jantung dan tidak dapat dicegah. Namun, banyak jenis penyakit jantung lain, seperti penyakit jantung koroner, yang sebenarnya bisa dicegah maupun dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat

Selain untuk pencegahan, perbaikan gaya hidup juga dapat mendukung proses pemulihan pasien yang sudah mengalami gangguan jantung.

Berbagai Upaya Pencegahan Penyakit Jantung

Menerapkan pola hidup sehat sejak dini dapat menurunkan risiko berbagai penyakit jantung. Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan adalah:

1. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner. Dengan berhenti merokok, risiko kerusakan pembuluh darah dan jantung pun akan berkurang secara signifikan.

2. Mengontrol tekanan darah

Tekanan darah ideal untuk mencegah penyakit jantung adalah di bawah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah cenderung tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Menjaga kadar kolesterol

Menjaga kadar kolesterol dapat dilakukan dengan memastikan kadar kolesterol jahat (LDL) tetap terkendali sesuai kondisi kesehatan. Idealnya, kadar LDL berada di bawah 130 mg/dL pada orang tanpa faktor risiko penyakit jantung.

Sementara itu, pada orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung kadar LDL idealnya di bawah 100 mg/dL jika dan di bawah 70 mg/dL pada individu yang dinyatakan menderita penyakit jantung atau diabetes.

4. Mengatur kadar gula darah

Menjaga kadar gula darah puasa penting dilakukan untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dan komplikasi pada jantung. Idealnya, kadar gula darah puasa perlu dijaga di bawah 100 mg/dL dan kadar gula darah 2 jam setelah makan di bawah 200 mg/dL. 

Sementara itu, kadar HbA1c sebaiknya di bawah 5,7%, terutama pada orang yang berisiko atau menderita diabetes. 

5. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan cara menstabilkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah. Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang setidaknya selama 30 menit setiap hari.

Namun, jika Anda memiliki aritmia atau kelainan jantung bawaan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai olahraga yang aman.

6. Mengatur pola makan sehat

Memperbaiki pola makan sehat dapat membantu menjaga kesehatan dan mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah. Caranya bisa dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, dan lemak sehat omega-3, serta membatasi konsumsi daging merah. 

Selain itu, hindari makanan atau minuman tinggi gula, lemak jenuh, garam, dan kolesterol. Perhatikan juga label nutrisi untuk memilih minuman atau makanan yang lebih sehat dan rendah kalori.

7. Menjaga berat badan ideal

Menjaga berat badan ideal penting untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Hal ini dapat dilakukan dengan mempertahankan indeks massa tubuh (IMT) di bawah 25 dan lingkar pinggang di bawah 90 cm untuk pria, serta di bawah 80 cm untuk wanita. 

Berat badan yang terkontrol dapat membantu mencegah terjadinya obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

8. Mengelola stres dengan baik

Mengelola stres penting untuk menjaga kesehatan jantung karena tekanan emosional bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. 

Anda bisa meredakan stres dengan melakukan latihan pernapasan dan relaksasi, tidur cukup, serta meluangkan waktu bersama keluarga atau teman.

9. Menerapkan hidup bersih dan sehat

Menjalani hidup bersih dan sehat dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mencegah infeksi. Biasakan untuk mencuci tangan dengan benar, menyikat gigi secara teratur, dan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, seperti flu. 

Kebiasaan tersebut penting untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat memperberat kerja jantung.

Selain cara-cara di atas, memeriksakan kesehatan secara berkala penting untuk membantu mendeteksi risiko maupun gangguan pada jantung sejak dini. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, faktor risiko, seperti hipertensi atau diabetes, maupun mengalami gejala tidak biasa pada jantung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi dapat dilakukan melalui Chat Bersama Dokter atau membuat janji temu langsung dengan dokter bila diperlukan.